
Bola.net - - Oleh: Timo Scheunemann
Amat disayangkan akhirnya kalah 1-2 oleh Saudi Arabia di stadion GBK, Jakarta. Lagi-lagi bola atas menjadi momok yang meruntuhkan pertahanan Indonesia. Hal ini sebenarnya telah diprediksi sebelumnya oleh banyak pihak termasuk duo pelatih Rahmad Darmawan dan Jacksen F Tiago.
Hamka Hamzah, saat gol pertama, terpaku melihat bola sehingga tidak memperhatikan pergerakan striker Saudi. Akibatnya penempatan posisi Hamkah salah sekitar 2 meter. Kesalahan yang umum disebut sebagai “ball watching” ini memang sangat sering terjadi di level apapun dan di manapun juga. Perlu usaha dan kemampuan yang ekstra untuk tidak terjerumus pada kesalahan “ball watching” yang mematikan ini. Hal ini dikarenakan secara natural manusia, terutama pria, terbiasa untuk hanya fokus pada satu hal saja.
Gol kedua terjadi karena Hamka kalah duel udara. Kali ini posisi dan determinasinya sudah benar, hanya saja faktor tinggi badan dan daya lompat lebih berpihak pada penyerang Saudi. Terlepas dari masa persiapan yang sangat minim (praktis hanya 4 hari saja) permainan Indonesia yang penuh semangat bisa lebih maksimal seandainya M Ridwan tidak diposisikan di attacking midfield dan duo holding midfielder Immanuel Wanggai dan Ponaryo Astaman lebih agresif baik dalam bertahan maupun menyerang.
Dua defensive midfielder yang menurut saya adalah yang terbaik di Indonesia saat ini dan Ahmad Bustomi mungkin bisa diberi kesempatan ke depannya. Daya dobrak Indonesia bisa lebih maksimal apabila attacking midfield Irfan Bachdim atau Firman Utina diberi kesempatan. Selain itu, dalam pertandingan ini menunjukkan bahwa Greg Nwokolo teralu penting perannya untuk sekedar menjadi pelengkap.
Setelah Ian Kabes keluar digantikan Greg serangan terlihat jelas lebih mengalir dan berbahaya. Tanpa persiapan yang matang tentu kita tidak bisa mengharapkan permainan yang mengalir dengan cantik. Tapi potensi untuk itu ada.
Tim ini berpotensi menjadi winner. Saya hanya berharap usia rata-rata pemain bisa diturunkan dengan lebih banyak memberi kesempatan pemain muda. Indonesia perlu peremajaan timnas. Tren peremajaan pemain yang sudah dilakukan di era Nilmaizar perlu dilanjutkan. Selain itu saya berharap kedepan tidak ada lagi pembedaan antara pemain ISL dan IPL, pemain naturalisasi dan non naturalisasi, dan lain-lain.
Semua berjuang untuk satu tujuan; harumnya nama Bangsa Indonesia. Oh ya, satu lagi, semoga ke depan pengurus dan pejabat bisa menyanyikan lagu kebangsaan dari tempat yang telah disediakan (di tribun VVIP) dan bukan di lapangan, di samping pemain. Biarlah lapangan hijau menjadi arena pemain dan pelatih yang bebas dari politik.
Tetap semangat Indonesia!
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Champions 21 Januari 2026 11:34
-
Liga Inggris 21 Januari 2026 11:28 -
Liga Spanyol 21 Januari 2026 11:17 -
Liga Spanyol 21 Januari 2026 11:07 -
Liga Champions 21 Januari 2026 10:52 -
Liga Champions 21 Januari 2026 10:48
MOST VIEWED
- 4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
- Michael Carrick Hanya Interim, 10 Kandidat Manajer Permanen Man United Musim Depan: Dari Enzo Maresca, Xabi Alonso hingga Zinedine Zidane
- 6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
- 9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
HIGHLIGHT
- 8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih...
- 8 Pemain Strasbourg yang Wajib Dipertimbangkan Che...
- Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir ...
- 4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelat...
- 4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester Unit...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...
















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478781/original/040950500_1768923114-11.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5479073/original/062658600_1768967509-Uji_Geo_Listrik_Bpptkg_Ungkap_Rongga_Raksasa_Di_Bawah_Permukiman_Girikarto_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5479054/original/023192900_1768966411-1000752976.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476882/original/013946900_1768801694-122428.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478006/original/000390800_1768887810-pati2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3274952/original/072089200_1603351856-20201022-Aksi-Tolak-UU-Omnibus-Law-6.jpg)
