FOLLOW US:


Fabio Aurelio, Kala Talenta Hebat Hancur Oleh Cedera

26-09-2017 15:51
Fabio Aurelio, Kala Talenta Hebat Hancur Oleh Cedera
Fabio Aurelio © AFP

Bola.net - Posisi bek sayap mungkin merupakan salah satu misteri terbesar di dunia sepakbola. Pasalnya, tidak banyak yang benar-benar bisa dianggap sebagai master di posisi ini.

Cafu dan Roberto Carlos, dua mantan penguasa sektor kanan dan kiri Brasil, adalah pengecualian.

Dipadu dengan fakta bahwa kira-kira hanya sekitar 20 persen pesepakbola profesional yang berkaki kidal, maka bek sayap kiri kelas dunia pun semakin sulit ditemukan.

Di era Premier League, ada dua nama yang paling menonjol jika kita bicara tentang bek-bek kiri terbaik. Dua nama itu adalah Ashley Cole dan Patrice Evra, yang memiliki keseimbangan dalam bertahan serta menyerang, seperti yang dituntut dari bek sayap di era modern ini.

Namun ada nama ketiga, yang sangat jarang disebutkan jika membahas bek-bek kiri paling hebat di liga tertinggi Inggris. Jejak kehebatannya sendiri bisa dibilang sudah pudar sejak hengkang dari Liverpool ke Gremio pada musim panas 2012.

Dia adalah Fabio Aurelio.

Memperkuat Liverpool sejak pindah dari Valencia pada tahun 2006, mantan pemain Sao Paulo ini sejatinya memiliki potensi untuk menjadi salah satu bek kiri terbaik dalam sejarah Premier League. Talenta hebatnya sangat mendukung untuk ini. Namun sayang, dia tak pernah bisa membawa kariernya ke puncak tertinggi akibat cedera yang menghantam silih berganti.

Lahir di Sao Carlos, Brasil, 24 September 1979, Fabio Aurelio Rodrigues juga memiliki kewarganegaraan Italia. Dengan akar dua negara hebat dalam urusan sepakbola, dia seperti perpaduan antara pertahanan besi Italia dan bakat alami khas seorang Brazilian.

Dia punya segalanya yang kita inginkan dari seorang bek kiri modern ideal.


Aurelio termasuk salah satu pilar penting di balik kesuksesan Valencia besutan Rafael Benitez menjuarai La Liga musim 2001/02. Itu adalah gelar La Liga pertama mereka dalam 31 tahun.

Musim berikutnya, Aurelio mulai mengibarkan namanya sebagai salah satu bek kiri terbaik di Spanyol. Musim 2002/03 itu, dia mencetak delapan gol di La Liga (10 gol semua kompetisi).

Keberadaan Benitez (gabung Liverpool dari Valencia pada tahun 2004) jugalah yang kemudian membuat Aurelio menginjakkan kaki di Inggris. Dia gabung Liverpool lewat jalur transfer Bosman di bulan Juli 2006, dan menjadi pemain Brasil pertama sepanjang sejarah klub Merseyside ini.


Aurelio melakoni debut untuk Liverpool dalam laga melawan Chelsea di ajang Community Shield 2006 yang dimenangi The Reds dengan skor 2-1. Aurelio kemudian menjadi salah satu pemain kunci Liverpool musim 2006/07. Dia bahkan menunjukkan kreativitas dengan merancang dua assist, untuk Peter Crouch dan Daniel Agger, ketika mereka menghantam Arsenal 4-1 pada Maret 2007.

Namun sayang, sebulan berselang, cedera tendon Achilles yang dialaminya dalam partai Liga Champions melawan PSV membuat musim debut Aurelio berakhir lebih cepat. Dilihat dari masa sekarang, cedera itu ternyata merupakan peringatan awal bahwa kariernya di Inggris bakal sangat identik dengan cedera.


Saat menang 3-1 atas Bolton pada Maret 2008, Aurelio mencetak gol pertamanya dengan seragam Liverpool. Gol itu tercipta dengan tembakan setengah voli dari luar kotak penalti lawan menyusul corner Xabi Alonso.

Itu gol pertama, juga bukan satu-satunya. Periode dua bulan jelang akhir musim 2008/09, Aurelio mencetak dua gol berkelas lewat eksekusi tendangan bebas. Yang pertama, Maret 2009, adalah ketika mengalahkan sang rival Manchester United 4-1 di Old Trafford. Yang kedua adalah ketika melawan Chelsea di perempat final Liga Champions, di mana dia dengan cerdik membuat Petr Cech terlihat seperti kiper amatir.





Musim panas 2009, Aurelio mengalami cedera saat bermain sepakbola pantai bersama anaknya. Kesialan seperti inilah yang begitu identik dengan karier profesionalnya.

Saking seringnya cedera, Liverpool sampai menawari Aurelio kesepakatan pay-as-you-play (dibayar hanya saat bermain) pada Mei 2010, tapi dia menolak. Itu membuat Benitez mengumumkan kalau Aurelio bakal hengkang dari klub.

Benitez sendiri meninggalkan Anfield musim panas itu, dan digantikan Roy Hodgson. Salah satu langkah pertama yang diambil Hodgson adalah menawari Aurelio kontrak baru berdurasi dua tahun, dan dia menerimanya.

Hanya sayang, tubuh Aurelio sepertinya sudah tidak bisa lagi mendukung potensi terbaiknya. Dia mengalami cedera Achilles di awal musim 2010/11. Hantu cedera kembali menerornya.

Aurelio akhirnya meninggalkan Liverpool pada musim panas 2012. Pada musim terakhirnya berseragam Liverpool itu, Aurelio tampil hanya tiga kali di bawah kepelatihan Kenny Dalglish, dan penyebabnya adalah cedera ligamen lutut.


Enam musim memperkuat Liverpool, Aurelio hanya tampil 134 kali, dengan empat gol dan 14 assist atas namanya. Andai tak berulang kali dihantam cedera, statistiknya pasti jauh lebih baik.

Aurelio kemudian pulang ke kampung halamannya, bergabung dengan Gremio sebagai free agent. Hantu cedera tetap tak mau menjauh darinya. Dia pun memutuskan pensiun pada tahun 2013 di usia 34.

Aurelio juga tak pernah punya international cap di tim senior Brasil. Meski pernah dipanggil ke skuat pada 2009, dia lantas dicoret akibat cedera.

Untuk pemain dengan talenta sehebat Aurelio, perjalanan karier seperti ini sungguh sangat disayangkan.

Dalam kondisi terbaik, Aurelio adalah bek kiri hebat yang tak hanya sanggup bertahan dengan baik namun juga mampu membombardir dan mengirim operan-operan silang dari sektor sayap. Dia adalah bek kiri yang mampu mengontrol pertandingan dari posisinya dengan pengusaan bola dan kemampuan taktis yang dia miliki. Jangan lupa, dia pun piawai untuk urusan set-piece.


Benitez pernah melontarkan pujian untuknya. Benitez berkata: "Dia bisa melepas umpan silang dengan sangat hebat, dan mungkin dia bahkan seorang pengoper yang lebih baik daripada Xabi Alonso."

Alonso sendiri memiliki reputasi sebagai salah satu gelandang dan pengoper terbaik di Eropa. Itu artinya Aurelio memang pemain yang istimewa.

Namun sayang, talenta hebat itu harus hancur oleh cedera. (bola/gia)