Simulasi FM: Beli Messi, Arsenal Menangkan Segalanya

Simulasi FM: Beli Messi, Arsenal Menangkan Segalanya
Lionel Messi (c) MetroUK

Bola.net - Bola.net -

Bisa jadi ini adalah rumor paling fantastis di sepanjang tahun 2015. Menurut Daily Star, Arsenal tertarik mendatangkan Lionel Messi dari Barcelona dengan menawarkan gaji 600 ribu Poundsterling tiap pekannya.

Masih dalam berita yang sama, disebutkan jika kegundahan Messi akan kasus pajaknya di Spanyol akan mendorongnya hijrah ke Inggris untuk bermain di Premier League.

Karena transfer ini sulit rasanya terwujud, kans untuk melihat Messi membela Arsenal rasanya juga sangat tipis. Tetapi lewat simulasi di game sepakbola Football Manager 2016, Messi bisa saja menjadi bagian dari The Gunners.

Just for fun saja, mari kita lihat hasil simulasi saat Messi pindah ke Arsenal di FM16. Simulasi ini dilakukan oleh Squawka.

Messi di Musim Pertama

Messi dibeli Arsenal pada musim panas 2015 dengan harga 250 juta euro (197 juta pound), sesuai dengan nilai buyoutnya di Barca. Arsenal tentu saja mampu membeli Messi karena mereka memang memiliki kekuatan dana yang cukup besar.

Namun Messi tak mampu langsung menunjukkan kemampuan terbaiknya pada musim pertama di Arsenal. Adaptasi Messi di Arsenal tak berjalan lancar karena sistem permainan Arsenal yang dipilih Arsene Wenger.

Awalnya Arsene Wenger menempatkan Messi di posisi false nine. Messi menjadi pilihan utama meski bersaing melawan Olivier Giroud, Danny Welbeck dan Theo Walcott. Namun Wenger pada akhirnya memindahkan Messi ke sayap kanan.

Messi seperti tidak memiliki peran pasti pada musim pertamanya di Arsenal. Meski demikian, ia masih mampu mencetak 13 gol dalam 36 pertandingan Premier League. Messi juga menciptakan tujuh assist dan mendapatkan 14 penghargaan Man of the Match.

Meski sukses mendapatkan trofi FA Cup, namun Arsenal cuma finis di peringkat empat klasemen, terpaut sembilan poin dari Manchester City yang menjadi juara. Messi juga mencatatkan rekor gol tercepat bagi Arsenal saat menjebol gawang Dynamo Kiev saat laga baru berjalan 19 detik.

Secara pribadi, Messi masih mampu meraih Ballon d'Or dan Pemain Terbaik Inggris pada musim 2015-16. Namun Messi kalah dari James Rodriguez dalam ajang Pemain Terbaik Eropa. Kepergian Messi dari La Liga nampaknya menjadikan James sebagai bintang utama di Spanyol.

Selanjutnya Messi Musim Kedua

Messi di Bawah Kendali Ancelotti

Berakhirnya musim 2015-16 menandai akhir dari karier Arsene Wenger sebagai pelatih. Ia memutuskan untuk menjadi salah satu direktur di Arsenal, ini merupakan hal yang cukup biasa terjadi di FM16, terutama untuk Manajer yang sudah lama menangani satu klub. The Gunners pun menunjuk Carlo Ancelotti sebagai pengganti The Professor pada awal musim 2016-17.

Kehadiran Ancelotti ternyata menjadi berita gembira bagi Messi. Don Carletto mampu meracik strategi yang bisa memaksimalkan kehebatan Messi. Pada musim perdananya di Arsenal, Ancelotti bahkan mampu mempersembahkan gelar juara Premier League.

Messi sendiri menjadi tokoh sentral dalam kesuksesan Arsenal, mampu mencetak 23 gol dalam 24 pertandingan di Premier League. Namun Messi kemudian gagal mendapatkan Ballon d'Or karena hanya berada di peringkat tiga, di bawah Cristiano Ronaldo dan Neynar.

Musim 2017-18, Ancelotti gagal mempertahankan gelar juara Premier League bagi Arsenal. Arsenal harus rela puasa gelar musim ini namun Messi sukses mendapatkan Ballon d'Or lagi dengan modal 25 gol dalam 38 pertandingan Premier League.

Ancelotti menegaskan reputasinya sebagai pelatih spesialis turnamen pada musim 2018-19. Arsenal gagal juara lagi tapi bisa lolos ke final League Cup dan menang. Namun The Gunners kemudian kalah di final FA Cup menghadapi Manchester United. Messi tetap menjalani musim yang luar biasa. Ia memecahkan rekor Man of the Match terbanyak dalam satu musim dengan 15 kali meraihnya. Messi pun meraih ballon d'Or, Pemain Terbaik Inggris, Sepatu Emas Eropa dan Pemain Terbaik Eropa.

Selanjutnya Messi Era Guardiola

Messi Era Guardiola

Ancelotti dipecat karena petinggi klub sudah tak percaya kepada sang pelatih. Arsenal kemudian menunjuk Josep Guardiola pada awal musim 2019-20. Reuni antara Messi dan Guardiola ini memberikan efek besar bagi perjalanan Arsenal. Langkah pertama Guardiola adalah menjadikan Messi sebagai kapten tim. Meski Arsenal tidak menjadi juara Premier League, namun Guardiola berhasil mempersembahkan gelar juara Liga Champions pertama bagi Arsenal. Pada laga final, Messi mencetak dua gol dalam kemenangan 2-1 atas PSG.

Messi kembali dijadikan salah satu andalan di trio lini depan Arsenal bersama Alexis Sanchez dan Che Nunnely, pemain muda hasil pembelian dari Ajax Amsterdam. Namun kali ini peran Messi mulai perlahan bergeser menjadi playmaker di depan. Messi mencetak 17 gol di Premier League dan berhasil mendapatkan Ballon d'Or dan Pemain Terbaik Inggris.

Musim 2020-21, Arsenal hanya bisa meraih trofi-trofi minor semacam Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub. Mereka gagal mempertahankan gelar juara Liga Champions dan hanya mampu finis sebagai runner up di Premier League.

Pada musim 2021-22, Guardiola kembali menunjukkan kepercayaan penuh kepada Messi. Dan Messi pun mengalami pergeseran peran yang besar, ia menunjukkan kapabilitasnya sebagai penyuplai bola bagi para penyerang Arenal. Ia mengemas 11 assist dan mendapatkan 17 penghargaan Man of the Match.

Messi lalu sepakat untuk memperpanjang kontraknya bersama Arsenal pada awal musim 2022-23. La Pulga bahkan bersedia mengurangi gajinya dari 600 ribu pound per pekan menjadi 'hanya' 275 ribu pound per pekan. Patut dicatat bahwa Messi sudah berusia 35 tahun saat kontrak baru ini ditandatangani, Tapi pada bulan November 2021, Guardiola dipecat lantaran Arsenal hanya bertengger di peringkat tujuh klasemen sementara.

Selanjutnya Messi Pensiun di Arsenal

Messi Pensiun di Arsenal

Guardiola kemudian digantikan oleh Ronny Delia. Di bawah kepemimpinan Delia, Messi jarang mendapatkan kesempatan bermain karena kalah bersinar dari Nunnely. Messi semakin tidak bahagia; Guardiola pergi dan ia kehilangan tempatnya di tim Arsenal.

Ronny Delia © AFP

Messi ingin pergi, tetapi tak ada klub yang mau membayar gaji mahalnya. Messi pun akhirnya memutuskan untuk pensiun pada Mei 2023.

Musim 2022-23 adalah musim pertama Messi tidak mendapatkan penghargaan individu apa pun sejak bergabung dengan Arsenal. Messi cuma terpilih menjadi pemain favorit fans Arsenal.

Secara keseluruhan, Messi berhasil meraih satu trofi Liga Champions, satu gelar premier league dan berbagai trofi seperti FA Cup, Piala Liga, Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub. Selama delapan tahun di Arsenal, Messi juga mengumpulkan banyak penghargaan individu.

Namun pembelian Messi ini membuat sisi finansial Arsenal kacau. Tentu mereka sudah memiliki infrastruktur finansial yang bagus sebelum mendatangkan Messi, namun biaya yang harus dikeluarkan untuk memiliki Messi terlalu besar. Selain harga transfernya, yang paling membebani adalah gaji Messi sebesar 30 juta pound per tahun.

Normalnya, jumlah 30 juta pound itu bisa menutupi gaji paling tidak tiga pemain bintang, namun Arsenal harus merelakan semuanya untuk Messi. Alhasil, pos untuk belanja pemain sebagian dialihkan untuk membayar gaji Messi. Tanpa kesuksesan yang luar biasa, strategi membeli Messi ini pada akhirnya terlihat buruk jika dilihat dari sudut pandang keuangan.

Tentu bagi sebagian besar fans Arsenal tak akan terlalu peduli. Pasalnya, Arsenal tidak bangkrut plus juga selalu berada di papan atas meski kadang tak juara. Bonusnya, mereka bisa menyaksikan aksi Messi dalam balutan seragam Meriam London setiap pekan.