
Bola.net - - CEO PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), Berlinton Siahaan menyanggah semua tuntutan dari Forum Klub Sepakbola Profesional Indonesia (FKSPI). Menurutnya, PT LIB sudah pernah memberikan penjelasan terkait semua tuntutan FKSPI.
Pada Rabu (4/10/2017) kemarin, 15 klub yang tergabung dalam FKSPI mengajukan tuntutan kepada PT LIB selaku operator kompetisi Liga 1 musim 2017. Mereka ingin PT LIB bersikap transparan dan memberikan keterangan atas 15 aspek seputar perjalanan kompetisi tahun ini.
15 aspek itu antara lain transparansi jumlah sponsor, share hak siar, fee rating televisi, penggunaan anggaran, hingga penugasan wasit asing dan regulasi terkait pemain muda. Jika tuntutan itu tidak dipenuhi, maka 15 klub tersebut akan kompak mogok main.
"Mereka mempertanyakan transparansi bisnis. Bisnis apa yang harus kami jelaskan? Kalau ada hal-hal yang mau dipertentangkan atau diperselisihkan atau diperdebatkan, itu ada forum masing-masing," ujar Berlinton di The Park Lane Hotel, Jakarta, Kamis (5/10/2017).
"Kalau masalah transparansi keuangan, itu ada forum tersendiri. Nanti kan ada rapat pemegang saham karena kami tahu kompetisi ini kan berjalan delapan bulan, dan berakhir nanti November. Jadi saya pikir laporan dari awal sampai akhir itu nanti kami jelaskan. Jadi saya pikir transparansi keuangan apa yang harus saya jelaskan pada mereka," sambungnya.
Sementara itu terkait isu wasit, Berlinton menyebut pemakaian wasit asing dilakukan demi memperbaiki mutu kompetisi. Hal tersebut sudah mendapat restu dari PSSI dan juga sudah disosialisasikan pada semua klub Liga 1.
"Di situ juga ada isu mengenai penggunaan wasit asing, nah wasit asing itu kan atas persetujuan. Jadi apa yang perlu diperdebatkan karena di awal-awal sebelum akhir putaran pertama kami sudah sepakat di putaran kedua karena begitu banyak masalah perangkat pertandingan. Kami diskusi dengan PSSI akan mencoba menggunakan wasit asing dan pihak PSSI menerima untuk penggunaan wasit asing, dan itu pun kami jelaskan juga kepada pihak klub tentang penggunaan wasit asing," tuturnya.
"Jadi saya pikir semua sudah kami jelaskan, atas penggunaan wasit asing. Jadi kalau ada yang perlu dipertentangkan ya undang kami, undang PSSI," sambungnya.
Berlinton menambahkan terkait regulasi pemain muda, aturan itu juga digelar dengan persetujuan PSSI dan sudah diinformasikan pada tiap klub. Jadi harusnya hal itu bukan jadi masalah lagi ketika aturan itu dilaksanakan.
"Berikutnya masalah regulasi pemain U-23. Itu juga dengan persetujuan federasi, dan itu juga kami sampaikan kepada klub. Jadi hal-hal apa lagi yang tidak transparansi?," tandasnya.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Voli 6 Juni 2026 22:04Hasil Lengkap Pertandingan AVC Women's Volleyball Cup 2026
BERITA LAINNYA
-
indonesia 6 Juni 2026 11:18Persija Umumkan Pelatih Baru Senin, Nama Shin Tae-yong Menggema
SOROT
-
Liputan6 6 Juni 2026 20:10CFD Rasuna Said Kembali Hadir Besok, Simak Keseruannya
-
Liputan6 6 Juni 2026 16:47DPO Anak Punk yang Tusuk Pedagang di Lampung Akhirnya Ditangkap
-
Liputan6 6 Juni 2026 15:31Kementerian ATR/BPN Kejar Sertifikasi 100 Persen Tanah Wakaf di 2028
MOST VIEWED
Tinggalkan Persib Bandung, Layvin Kurzawa Kirim Pesan Perpisahan yang Menyentuh
Persib Lepas Layvin Kurzawa dengan Penuh Respek: Terima Kasih atas Dedikasi, Kerja Keras, Profesionalisme, dan Komitmen
Resmi, 2 Bintang Brasil Angkat Kaki dari Persija: Kontrak Maxwell Souza dan Allano Lima Tidak Diperpanjang
Resmi! Usai Tinggalkan Persebaya, Bruno Moreira Gabung Klub Thailand dan Main Bareng Asnawi Mangkualam
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7423398/original/034099100_1780200717-CFD_Rasuna_Said.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG [Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/tITdedV3H-UtIN8YQVCvyxd8MBc=/673x379/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5084734/original/085391600_1736341642-20250108-Tjandra_Yoga_Aditama-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826784/original/062893300_1426130957-illustration111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7908606/original/011431000_1780739237-1001334760.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7906760/original/020408400_1780737353-Tenda_jemaah_haji_di_dekat_Jamarat__Mina__Makkah__Arab_Saudi.__Asnida_Riani_Liputan6.com_Media_Center_Haji_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5185504/original/083767400_1744433482-WhatsApp_Image_2025-04-12_at_09.58.00.jpeg)
