FOLLOW US:


Joko Driyono di PSSI: Dari Pemain, Pengurus, Ketua Umum, Hingga Kasus Pengaturan Skor

26-03-2019 08:45
Joko Driyono di PSSI: Dari Pemain, Pengurus, Ketua Umum, Hingga Kasus Pengaturan Skor
Joko Driyono © Fitri Apriani

Bola.net - Sulit agaknya untuk memisahkan nama Joko Driyono dari induk organisasi sepak bola Indonesia, PSSI. Sebab, Joko Driyono punya rekam jejak yang panjang di sepak bola Indonesia [PSSI]. Dia pernah jadi pemain, pengurus liga hingga Plt Ketua Umum PSSI.

Joko Driyono menyandang status Plt Ketua Umum PSSI menggantikan peran Edy Rahmayadi dalam Kongres Bali 2019. Tak lama setelah itu, nama Joko Driyono terseret dalam kasus dugaan pengaturan skor. Dia jadi tersangka untuk kasus perusakan barang bukti. Dan, kini Joko resmi ditahan oleh Satgas Antimafia Bola.

Sebelum mendekam di jeruji besi, Joko sudah begitu lama aktif di sepak bola Indonesia. Sebelum jadi pengurus PSSI, Joko mengawali karier sebagai pesepak bola amatir. Ia bahkan pernah tampil di kompetisi usia muda Piala Soeratin saat masih memperkuat klub amatir dari tanah kelahirannya, Ngawi.

Joko juga pernah tercatat sebagai pemain Putra Gelora, klub internal Persebaya yang didirikan H.M. Mislan. Haji Mislan adalah ayah Vigit Waluyo, yang saat ini juga merupakan salah satu tersangka dalam kasus pengaturan skor di Liga 2, antara PSS Sleman melawan Madura FC.

Bakat tersebut membawa Joko hampir menjadi pesepak bola profesional di klub Arseto Solo. Namun, saat itu karena kepentingan studi, ia lantas meninggalkan dunia si kulit bundar dan konsentrasi kuliah di Institut Teknologi Surabaya (ITS).

Kendati begitu, kecintaannya terhadap sepak bola tak hilang. Joko Driyono kemudian sempat menjalani profesi sebagai jurnalis olahraga. Bersinggungan dengan orang-orang sepak bola selama menjadi wartawan membuat Joko punya jaringan luas.

Saat bekerja di PT Krakatau Steel Joko kembali nyemplung dunia sepak bola. Ia diminta jadi perwakilan perusahaannya untuk mengelola klub Pelita Jaya KS pada 2004. Pelita Jaya merupakan klub milik pengusaha Nirwan Dermawan Bakrie, yang kerap berpindah-pindah markas. Mereka berkongsi dengan PT Krakatau Steel yang bermarkas di Cilegon.

Dua tahun mengelola klub tersebut nama Joko Driyono mulai populer di kalangan stakeholder sepak bola Tanah Air. Dia kemudian didapuk oleh petinggi-petinggi klub sebagai Ketua Asosiasi Klub Profesional (Akpro) pada 2005. Saat itu kepengurusan PSSI, Nurdin Halid, tengah menggodok formulasi kompetisi baru berkolaborasi dengan Akpro.