
Bola.net - - Save Our Soccer (SOS) mengkritik konsep marquee player yang diterapkan dalam kompetisi Liga 1 mendatang. Mereka menilai, aturan ini salah kaprah dan justru menjadi sumber masalah.
Menurut Koordinator SOS, Akmal Marhali, salah kaprahnya regulasi marquee player tak lepas dari proses yang tidak matang dalam pembahasan konsep ini. Hal ini, menurut Akmal, terlihat dari berubah-ubahnya konsep yang ditawarkan.
"Kebijakan penggunaan marquee player sejatinya sangat bagus buat mengangkat prestise Liga 1. Namun, karena sosialisasinya lemah dan berubah-ubah terkesan jadi serampangan," ujar Akmal.
Akmal menyebut bahwa regulasi marquee player yang ideal berbeda dari yang diterapkan saat ini. Menurut mantan jurnalis olahraga ini, seharusnya klub akan mendapatkan masing-masing satu marquee player dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator. Cara penempatannya dengan mekanisme draft.
"Dananya bisa diambil dari subsidi Rp 7,5 miliar yang diberikan kepada klub. Klub hanya mendapatkan Rp 5 miliar untuk operasional, sementara Rp 2,5 miliar diperuntukkan untuk marquee player. Bila klub ingin membeli pemain dengan harga melebihi itu, mereka tinggal menambahkannya," tutur Akmal.
Akmal mengaku tak asal sebut nilai Rp 2,5 miliar tersebut. Pemain selevel Didier Drogba mendapat bayaran US$ 250 ribu per tahun di MLS.
"Dengan disebarnya marquee player ke seluruh klub peserta, kompetisi sangat adil dan menarik, karena kehadiran para bintang," ucap Akmal.
Sementara itu, Akmal menilai konsep saat ini sangat tak tepat. Kebijakan yang memberikan kebebasan kepada klub merekrut sebebasnya marquee player sesuai kemampuan akan membuat kompetisi tak sehat.
"Ini hanya melahirkan kesenjangan antara klub kaya dan miskin," Akmal menegaskan.
Tak hanya konsep marquee player, SOS juga menyoroti regulasi bagi klub Liga 1 untuk mendaftarkan lima pemain U-23. Secara konsep, menurut Akmal, regulasi ini ---apalagi ditambah kewajiban memainkan tiga pemain U-23 minimal 45 menit--- sangat bagus bagi regenerasi pemain.
Namun, ia menyayangkan, konsep ini seperti terputus dari realita karena peserta Liga 1 bakal menggelar kompetisi mudanya kategori U-19. Ada yang terputus dari 19 menuju 23 tahun.
"Lebih progresif bila kebijakan itu diberlakukan bukan untuk U-23, tapi U-19. Jadi, nyambung dengan kompetisi U-19 antar Klub Liga 1. Usia 23 sejatinya sudah jadi pemain profesional. Mereka juga bisa dimatangkan di Liga 2 dan Liga Nusantara yang menggunakan kebijakan U-23," papar Akmal.
Lebih lanjut, Akmal juga menyoroti kebijakan pembatasan bagi klub-klub peserta Liga 1, yang hanya boleh mengontrak maksimal dua pemain U-35. Akmal menilai ini kebijakan aneh karena dalam sepakbola profesional hal terpenting adalah kualitas pemain. Pemain-pemain uzur akan sendirinya mundur apabila kualitasnya sudah tak mampu bersaing. Terlebih lagi, ditambah hadirnya pemain muda potensial.
"Pembatasan umur maksimal pemain sepakbola ini melanggar Hak Asasi Manusia (HAM), juga hak sebagai pekerja profesional," tandasnya.
Baca Juga:
Advertisement
Berita Terkait
-
Bola Indonesia 27 Oktober 2026 19:40Prediksi Persib vs Melbourne Victory 28 Oktober 2026
-
Bola Indonesia 27 Oktober 2026 19:00Jadwal Siaran Langsung Persib vs Melbourne Victory di ACL Two di RCTI
-
Bola Indonesia 27 Oktober 2026 17:30Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 27 Oktober 2026 21:16Kinerja Jose Mourinho yang Memuaskan
-
Liga Italia 27 Oktober 2026 20:46Kabar Buruk bagi Inter, Lautaro Martinez Terancam Absen di Derby Milan
-
Liga Spanyol 27 Oktober 2026 20:45Candaan Diktator Berujung Petaka, Kylian Mbappe Terancam Diboikot China!
-
Otomotif 27 Oktober 2026 20:40Jorge Martin Nekat Coba Balapan di MotoGP Malaysia 2026
BERITA LAINNYA
-
indonesia 27 Oktober 2026 19:40Prediksi Persib vs Melbourne Victory 28 Oktober 2026
-
indonesia 27 Oktober 2026 19:00Jadwal Siaran Langsung Persib vs Melbourne Victory di ACL Two di RCTI
-
indonesia 27 Oktober 2026 18:39Bernardo Tavares Ingin Persebaya Punya Identitas Bermain Agresif
-
indonesia 27 Oktober 2026 18:30Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
SOROT
-
Liputan6 27 Oktober 2026 20:20Prabowo Sebut Ekonomi RI Terbesar ke-7 Dunia, Ini Data Lengkap IMF
-
Liputan6 27 Oktober 2026 19:44Sestama BNPB Dicecar KPK Soal Pengadaan Dana Bencana
-
Liputan6 27 Oktober 2026 19:12BRIN Punya 4 Kandidat Vaksin Malaria, Prabowo Minta Riset Dipercepat
-
Liputan6 27 Oktober 2026 18:48Ada Demo Sumpah Pemuda Besok, TNI-Polri Kawal Jakarta
-
Liputan6 27 Oktober 2026 17:41Cak Imin: MBG Serap 1,3 Juta Tenaga Kerja
-
Liputan6 27 Oktober 2026 17:28DPR Wanti-wanti Potensi Kepentingan Asing di RUU Perampasan Aset
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380240/original/081730400_1792661571-Screenshot_20261022_160052_YouTube.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383849/original/084953800_1793105056-IMG_20261027_173154_121.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383841/original/017191300_1793103340-IMG_0345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3615998/original/074288400_1635414615-20211028-Aksi-Mahasiswa-Dan-Buruh-Peringati-Hari-Sumpah-Pemuda-FANANI-12.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511551/original/045597200_1771912531-SPPG.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356106/original/025282300_1790153036-85d3e4f0-6ca9-48a2-bdad-4b5d189bfb54.jpg)

