FOLLOW US:


Pandemi Virus Corona, Pengelola Stadion Maguwoharjo Rugi Ratusan Juta

26-03-2020 15:52

 | Gia Yuda Pradana

Pandemi Virus Corona, Pengelola Stadion Maguwoharjo Rugi Ratusan Juta
Suporter PSS Sleman © Bola.com/Yoppy Renato

Bola.net - Pandemi virus Corona telah membuat kompetisi Shopee Liga 1 2020 dihentikan. Dampaknya dirasakan oleh banyak pihak. Salah satunya adalah pengelola Stadion Maguwoharjo, Sleman, yang merupakan markas klub PSS Sleman.

Kerugian cukup besar ditanggung pengelola Stadion Maguwoharjo, dengan banyaknya event yang tertunda. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah selama pandemi virus Corona.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Stadion Maguwoharjo, Sumadi menjelaskan, pemasukan utama stadion tersebut adalah melalui sektor penyewaan stadion untuk pertandingan sepak bola.

PSS pun tak bisa menggelar laga kandangnya pada kompetisi musim 2020, seiring PSSI menunda jalannya kompetisi. Setidaknya untuk setiap kali menggelar pertandingan kandang, pengelola mematok harga dalam kisaran di atas Rp 10 juta.

"Kami menunggu jadwal dan kepastian kompetisi bisa dilanjutkan kembali. Karena dari penghentian sepak bola inilah pemasukan kami banyak yang tak terpenuhi," ungkap Sumadi, Kamis (26/3/2020).

1 dari 1

Batalkan 5 Agenda

Secara spesifik, pihaknya menjelaskan setidaknya terdapat lima kegiatan di kompleks Stadion Maguwoharjo yang harus dibatalkan karena wabah virus Corona.

"Misalnya ulang tahun salah satu produsen mobil nasional yang diperkirakan melibatkan 3.000 mobil diundur sampai waktu yang belum ditentukan. Serta beberapa kegiatan lainnya di dalam area stadion," ungkapnya.

"Peluang PAD (Pemasukan Asli Daerah) yang hilang saya hitung lebih dari Rp 100 juta. Di saat sepi event seperti ini, kami lebih melakukan perawatan rumput lapangan dan pembenahan kursi di tribune penonton jika ada yang rusak," kata Sumadi.

Sementara itu, pengelola Stadion Maguwoharjo juga ikut menerapkan pencegahan pencegahan penularan Covid-19. Beberapa upaya antisipatif dilakukan agar penyebaran virus Corona tidak semakin meluas.

"Kami rutin menyemprot cairan disinfektan. Lalu memasang tempat-tempat cuci tangan dan hand sanitizer di beberapa lokasi, termasuk mengecek suhu tubuh setiap pegawai," jelasnya.

Disadur dari: Bola.com/Penulis Vincentius Atmaja/Editor Hendry Wibowo

Published: 26 Maret 2020