
Bola.net - Sejak penyatuan kompetisi Galatama dan Perserikatan menjadi Liga Indonesia, PSM Makassar sudah beberapa kali ditangani pelatih asing, khususnya dari Eropa. Gaya kepelatihannya pun berbeda-beda.
Pelatih asal Repuplik Ceko, Miroslav Janu adalah pelatih asing pertama di Juku Eja. Bersama Janu, PSM tercatat dua kali meraih posisi runner-up Liga Indonesia. Berkat Janu pula, Juku Eja menjadi tim yang paling aktraktif setiap kali berlaga dengan pakem 4-4-2.
Setelah Janu, berturut-turut juru taktik asal benua biru berdatangan ke PSM. Diantaranya Fritz Korbach, Jorg Steinebrunner (Jerman), Radoy Minkovski (Bulgaria), Wim Rijsbergen (Belanda), Petar Segrt (Kroasia), Alfred Riedl dan Hans-Peter Schaller (Austria). Selain dari Eropa, PSM juga pernah ditangani duet Brasil, Carlos de Mello dan Luciano Leandro serta pelatih asal Malaysia, Raja Isa.
Selain Janu, prestasi para pelatih ini terbilang standar. Secara prestasi, mereka malah kalah dengan pelatih lokal asli Makassar, Syamsuddin Umar yang membawa PSM meraih trofi juara Liga Indonesia musim 1999-2000. Pencapaian Syamsuddin belum bisa disamai oleh pelatih lain di PSM. Termasuk ketika Liga Indonesia berganti nama menjadi Liga 1.
Di era Liga 1, PSM yang kepemilikan sahamnya dikuasai Bosowa Grup kembali mendatangkan pelatih berpaspor negara Eropa. Mereka adalah Robert Rene Alberts (Belanda), Darije Kalezic (Bosnia/Swiss), dan Bojan Hodak (Kroasia).
Ketiga pelatih memiliki karater dan gaya berbeda dalam menangani Juku Eja. Berikut ulasannya.
Robert Rene Alberts

Robert Rene Alberts menangani PSM pada dua era berbeda. Pelatih berdarah Belanda itu pertama kali menangani Juku Eja pada era ISL musim 2010-2011. Tapi, Robert memutuskan mundur menyusul dualisme kompetisi sepakbola di Indonesia saat itu.
Robert kembali datang ke Makassar pada 2016. Ia mengganti peran Luciano Leandro yang dinilai gagal memenuhi harapan manajemen pada tiga laga awal Juku Eja di ajang Torabika Soccer Championship. Bersama Robert, pencapaian tertinggi PSM adalah bertengger di posisi kedua Shopee Liga 1 2018.
Di era Robert, antusiasme suporter mendukung langsung tim kesayangannya terbilang tinggi. Stadion Andi Mattalatta Mattoangin selalu dipenuhi penonton setiap PSM berlaga tanpa peduli status lawan yang dihadapi.
Selain materi tim bagus karena manejemen PSM memberi kebebasan penuh mendatangkan pemain, Robert juga piawai 'mengambil hati' suporter. Baik via media sosial miliknya atau membuat agenda yang kian mendekatkan tim dengan suporternya.
Darije Kalezic

Karakter Darije Kalezic sedikit berbeda dengan Robert Alberts. Pelatih berdarah Bosnia yang banyak menghabiskan kariernya sebagai pemain dan pelatih di Liga Belanda ini sangat aktraktif saat memimpin skuatnya berlaga di lapangan.
Ia pun dikenal sangat detail dalam menganalisa penampilan pemainnya. Tak jarang ia menghabiskan waktu berjam-jam dengan asistennya, Bonnie Fautngil untuk berdiskusi sebelum atau sesudah laga. Darije pun selalu mengajak pemain untuk menyaksikan rekaman pertandingan PSM dan kemudian membuat analisa.
Berbeda dengan Robert, Darije agak tertutup dengan media dan suporter. Mantan pelatih Roda JK Kerkrade ini juga tak memiliki akun media sosial yang bisa diakses suporter.
Meski hanya semusim di PSM, Darije mampu menghapus dahaga gelar PSM sejak 2000 dengan membawa Juku Eja meraih trofi juara Piala Indonesia. Bersama Darije, PSM pun menembus semifinal Piala AFC 2019 zona Asean dengan status juara grup. Prestasi ini terbilang bagus karena Darije datang ke PSM saat tim sudah terbentuk.
Bojan Hodak

Meski banyak menghabiskan karier kepelatihannya di Malaysia, Bojan Hodak butuh waktu untuk beradaptasi dengan atmosfer kompetisi di Indonesia. Bojan datang ke PSM dengan koleksi gelar mentereng di negeri jiran.
Pelatih berdarah Kroasia ini pernah membawa kelantan FC meraih treble winners di Malaysia pada 2012 serta membantu Johor Darul Ta'zim FC meraih trofi juara Liga Super Malaysia 2004. Di level tim nasional, Bojan membawa Malaysia juara di Piala AFF U-19 pada 2018.
Jadi, wajar kalau suporter dan manajemen PSM sangat berharap pada Bojan. Seperti Robert, Bojan pun diberi kewenangan penuh mendatangkan pemain. Termasuk merekomendasi tiga pemain asing, Hussein El Dor (Lebanon), Serif Hasic (Bosnia) dan Giancarlo Rodrigues (Brasil).
Durasi persiapan yang minim menbuat Bojan terkesan protektif. Hampir semua sesi latihan PSM berlangsung tertutup buat suporter. Memang terlalu dini untuk mengukur kapasitas Bojan bersama PSM. Hanya sejauh ini, pencapaian Bojan pada tiga laga awal musim 2020 masih berada di bawah Darije, baik di ajang Shopee Liga 1 maupun Piala AFC.
Disadur dari: Bola.com/Penulis Abdi Satria/Editor Gregah Nurikhsani
Published: 21 Maret 2020
Baca juga artikel-artikel lainnya:
Advertisement
Berita Terkait
-
Bola Indonesia 30 Oktober 2026 20:10Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
-
Bola Indonesia 30 Oktober 2026 18:05Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
-
Bola Indonesia 30 Oktober 2026 17:59Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 30 Oktober 2026 22:58Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 22:57Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
-
Piala Dunia 30 Oktober 2026 22:20Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 22:07Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
BERITA LAINNYA
-
indonesia 30 Oktober 2026 20:10Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
-
indonesia 30 Oktober 2026 20:05Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
-
indonesia 30 Oktober 2026 20:00Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
-
indonesia 30 Oktober 2026 19:55Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
SOROT
-
Liputan6 31 Oktober 2026 00:27Prabowo Ingatkan Generasi Muda Jangan Malas Belajar Sejarah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 23:40Naik Whoosh dari Cimahi, Prabowo Sapa Warga di Stasiun Halim
-
Liputan6 30 Oktober 2026 22:56Hadiah Istimewa Pramono untuk 10 Lurah Finalis Benyamin S Award
-
Liputan6 30 Oktober 2026 21:45Menteri Wihaji: Perbaiki Negara Dimulai dari Keluarga
-
Liputan6 30 Oktober 2026 20:48SMA Taruna Nusantara Kini Gratis, Prabowo Perluas Jadi 6 Kampus
-
Liputan6 30 Oktober 2026 19:47KPK Geledah Bea Cukai Semarang, Sita Dokumen dan Uang
MOST VIEWED
Link Nonton Siaran Persib vs Melbourne Victory Hari Ini: Live Streaming di RCTI, Vision+, dan YouTube
3 Hal yang Bisa Ditawarkan Taisei Marukawa untuk Timnas Indonesia
Klasemen Grup E AFC Champions League 2026/2027: Persib di Puncak, FC Seoul Bangkit di Vietnam
Hasil Sempurna Persib di Asia: 5 Laga, 5 Kemenangan, dan Hanya Kebobolan 1 Kali!
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382832/original/057071200_1793012315-Prabowo_Subianto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386841/original/019767400_1793378421-presidenri.go.id-30102026232744-6ae4c580aa9360.38613246-e1793377727603.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386830/original/012264700_1793375966-IMG_1430.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386812/original/083859800_1793371732-IMG_1252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386790/original/076408100_1793368092-28f33103-de2e-4df7-828d-659c9aef0269.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4065432/original/001612500_1656325087-WhatsApp_Image_2022-06-27_at_5.08.03_PM.jpeg)

