Persebaya Menyoal Jam Kick Off Terlalu Malam: Tak Manusiawi, Ganggu Recovery hingga Kehilangan Pemasukan

Serafin Unus Pasi | 3 Agustus 2022 20:27
Duel Persikabo 1973 vs Persebaya Surabaya di laga pekan perdana BRI Liga 1 2022-23 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Senin (25/07/2022) malam WIB. (c) Bola.net/M. Iqbal Ichsan

Bola.net - Jadwal pertandingan Persebaya Surabaya di BRI Liga 1 2022/2023 menjadi sorotan. Itu karena tim Kota Pahlawan selalu bertanding dengan jam kick off terlalu malam.

Persebaya selalu bermain pada pukul 20.30 WIB dalam dua laga awal BRI Liga 1. Pada pekan ketiga, mereka juga akan menghadapi Bhayangkara FC dengan sepak mula yang sama.

Menurut pelatih Persebaya, Aji Santoso, jadwal kick off terlalu malam tidak baik bagi kesehatan pemain. Karena itu bisa mengganggu pola istirahat dan berdampak terhadap recovery.

”Kalau terlalu malam sendiri juga enggak bagus, karena masa istirahatnya kan pendek,” kata Aji Santoso.

”Kalau kami main jam setengah sembilan (pukul 20.30 WIB), nyampek hotel bisa jam setengah 12 (pukul 23.30 WIB),” tegas juru taktik asal Kepanjen, Kabupaten Malang itu.

Scroll ke bawah untuk informasi selengkapnya ya Bolaneters.

1 dari 5 halaman

Tetap Fokus

Akan tetapi, Aji Santoso juga tidak bisa berbuat banyak dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh PT. Liga Indonesia Baru (LIB). Yang terpenting, ia mempersiapkan tim dengan baik.

”Menurut saya tetap fokus saja, apakah mau main sore, mau main malam, kami tetap fokus saja,” imbuh mantan pelatih Persela Lamongan tersebut.

”Nanti kalau ada evaluasi, terus ternyata memang malam tidak terlalu menguntungkan mungkin ada perubahan, tetapi yang jelas kami siap aja,” tegasnya.

2 dari 5 halaman

Tidak Manusiawi

Pendukung Persebaya, Bonek Mania juga keberatan dengan jadwal yang terlalu malam. Mereka menilai kick off pada pukul 20.30 WIB tidak manusiawi.

”Stadion GBT itu terletak di pinggiran kota, artinya kalau selesai pukul 11 malam, teman-teman Bonek sampai di rumah pukul 12 malam,” kata koordinator Green Nord, Husein Ghozali.

”Belum yang luar kota, bisa sampai jam 1 dini hari. Itu kan sangat rentan dari segi keamanan,” tegas pria yang akrab disapa Cak Conk tersebut.

3 dari 5 halaman

Kepentingan Semua Pihak

Di samping itu, hampir sebagian besar Bonek merupakan pekerja dan berstatus pelajar. Kepentingan mereka harus diakomodir oleh federasi maupun operator kompetisi.

”Misalkan main pukul 18.00 atau 19.00 WIB, nyampek di rumah bisa jam 9 malam. Bisa kan istirahat buat besoknya berkegiatan seperti biasa,” imbuhnya.

Karena itu, LIB harus bisa memberikan jadwal kick off yang lebih manusiawi untuk kepentingan bersama. Sehingga semua pihak bisa menikmati sepak bola dengan nyaman.

4 dari 5 halaman

Kehilangan Pemasukan

Presiden klub Persebaya, Azrul Ananda juga mengeluhkan jadwal yang terlalu malam. Dia tidak habis pikir karena pertandingan baru akan selesai pada pukul 22.30 WIB.

Kondisi itu juga berdampak terhadap pemasukan Persebaya. Karena pada laga melawan Persita Tangerang, hanya ada 4.500 penonton yang datang ke Stadion Gelora Bung Tomo.

”Berdasarkan pengalaman Senin malam lalu, klub sudah pasti mendapatkan pukulan loss revenue (kehilangan pemasukan),” tulis Azrul Ananda di blog pribadinya, happywednesday.id

”Pertandingan larut malam itu adalah pertandingan dengan jumlah penonton tersedikit sejak saya mulai mengelola Persebaya pada 2017,” lanjut Azrul.

5 dari 5 halaman

Bargaining Power

Mantan CEO Jawa Pos Grup tersebut menyadari bahwa jadwal terlalu malam itu demi kepentingan rating. Apalagi Persebaya menjadi salah satu magnet bagi penikmat sepak bola.

Akan tetapi, itu menunjukkan bahwa LIB tidak punya kekuatan di mata pemegang hak siar. Upaya Persebaya untuk meminta perubahan jadwal tak diindahkan oleh mereka.

”Liga jelas terbukti tidak punya bargaining power untuk mengubah jam tayang,” tandas Azrul.

(Bola.net/Mustopa El Abdy)

Berita Terkait

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR