
Bola.net - Pelatih PSM Makassar, Petar Segrt, mengaku kecewa dengan hasil yang diperoleh timnya saat melawan Perseman Manokwari . Selain karena kalah, Petar juga kecewa karena adanya pelanggaran yang dilakukan Perseman.
Pelatih asal Kroasia itu menilai Perseman melakukan pelanggaran karena tidak menurunkan pemain U-21. Padahal sesuai regulasi PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) selaku operator IPL, setiap klub harus memainkan satu pemain berusia 21 tahun.
"Bisa jadi tiga poin ini kita yang ambil. Perseman telah melakukan pelanggaran. Tak ada satu pun pemainnya yang berusia 21 tahun," kata Petar usai pertandingan.
Petar pun mengatakan akan melayangkan surat protes terkait hal itu. Dirinya berharap, pihak PT LPIS bisa mengatasi masalah itu dengan adil. "Ini tidak adil buat kita. Kita akan protes kepada PT LPIS. Perseman harusnya kalah sebelum bertanding," jelas Petar.
Petar juga akan mempertanyakan larangan Febre dan Komang masuk dalam line up. Ia merasa ada konspirasi untuk membuat konsentrasi PSM terpecah. PSM akan mengumpulkan sejumlah bukti untuk melayangkan surat protes tersebut.
Media officer PSM, Andi Widya Syadzwina, juga mengakui jika pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan pada susunan pemain Perseman yang umurnya sudah melewati 21 tahun. " Yang jelas, selain faktor umur itu, juga akan kami masukkan soal Febre dan Ngurah,” tutur Wina. (nda/dzi)
Pelatih asal Kroasia itu menilai Perseman melakukan pelanggaran karena tidak menurunkan pemain U-21. Padahal sesuai regulasi PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) selaku operator IPL, setiap klub harus memainkan satu pemain berusia 21 tahun.
"Bisa jadi tiga poin ini kita yang ambil. Perseman telah melakukan pelanggaran. Tak ada satu pun pemainnya yang berusia 21 tahun," kata Petar usai pertandingan.
Petar pun mengatakan akan melayangkan surat protes terkait hal itu. Dirinya berharap, pihak PT LPIS bisa mengatasi masalah itu dengan adil. "Ini tidak adil buat kita. Kita akan protes kepada PT LPIS. Perseman harusnya kalah sebelum bertanding," jelas Petar.
Petar juga akan mempertanyakan larangan Febre dan Komang masuk dalam line up. Ia merasa ada konspirasi untuk membuat konsentrasi PSM terpecah. PSM akan mengumpulkan sejumlah bukti untuk melayangkan surat protes tersebut.
Media officer PSM, Andi Widya Syadzwina, juga mengakui jika pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan pada susunan pemain Perseman yang umurnya sudah melewati 21 tahun. " Yang jelas, selain faktor umur itu, juga akan kami masukkan soal Febre dan Ngurah,” tutur Wina. (nda/dzi)
Advertisement
Berita Terkait
-
Bola Indonesia 29 Juni 2015 10:55Asprov PSSI Jateng: Oknum LPI Dalang Kisruh Sepakbola Nasional
-
Bola Indonesia 5 Januari 2015 16:46Gaji Ditunggak, Pelatih Perseman Terlunta-lunta
-
Bola Indonesia 11 Juni 2014 14:35Menpora Dorong PSSI Berikan Jalan Keluar Bagi Litvinov
-
Bola Indonesia 9 Juni 2014 10:48Tiga Bulan Tak Digaji, Pemain Rusia Ini Jualan Jus di Solo
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 5 Juni 2026 23:59Razia di Alexa Suites and Lounge, Polisi Sita Ratusan Vape Etomidate
-
Liputan6 5 Juni 2026 22:03Timnas Indonesia Sikat Oman, 4 Pemain Curi Perhatian
-
Liputan6 5 Juni 2026 21:35Amirul Hajj Dorong Budaya Haji Ramah Lingkungan: Bagian dari Ibadah
MOST VIEWED
Tinggalkan Persib Bandung, Layvin Kurzawa Kirim Pesan Perpisahan yang Menyentuh
Persib Tampil pada 4 Kompetisi Musim 2026/2027, Pelatih Igor Tolic Mulai Susun Program Pramusim
Persib Lepas Layvin Kurzawa dengan Penuh Respek: Terima Kasih atas Dedikasi, Kerja Keras, Profesionalisme, dan Komitmen
Jadwal Persib vs Manila Digger di Play-off ACL Two 2026/27: Bobotoh Dilarang Nonton di Stadion
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5405689/original/016785800_1762495362-daa8e71a-aea2-4d67-b5fa-242e6c7467b5.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/7845662/original/097107000_1780668046-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026-03.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7851333/original/088695500_1780674474-352358.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826788/original/068129800_1538825965-002716100_1426131106-1842092shutterstock-175158260780x390__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/7847078/original/022355100_1780669520-20260605AA_Timnas_Indonesia_vs_Oman-04.JPG)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7847649/original/067096200_1780670141-Sampah_tertinggal_di_Muzdalifah_setelah_seluruh_jemaah_haji_Indonesia_diberangkatkan_ke_Mina__28_Mei_2026.__dok._Media_Center_Haji__.jpg)
