Presiden Kehormatannya Diperiksa KPK, Ini Tanggapan Manajemen Arema FC

Bola.net | 9 Oktober 2018 17:53
Manajer Operasional Akademi Arema Sudarmaji Dan General Manager Arema Fc Ruddy Widodo. (c) (c) Dendy

Bola.net - Manajemen Arema FC angkat bicara ihwal kasus yang menimpa presiden kehormatan mereka, Rendra Kresna. Klub berlogo singa mengepal ini enggan dikaitkan dengan proses hukum yang harus dijalani oleh pria yang juga menjabat sebagai Bupati Malang tersebut.

"Wah, masa dikaitkan," ujar Media Officer Arema FC, Sudarmaji, pada Bola.net, Selasa (09/10).

"Minta tolong agar lebih proporsional saja," sambungnya.

Kendati menegaskan tak ada sangkut paut antara kasus yang menimpa Rendra dan Arema, Sudarmaji membeber penilaian Arema terhadap sosok Rendra. Menurut pria 42 tahun ini, Rendra merupakan sosok pemimpin inovatif dan egaliter.

Sudarmaji pun mengaku bahwa Rendra merupakan sosok kesatria. Ia yakin pria yang terpilih sebagai Bupati malang untuk kali kedua ini akan bertanggung jawab.

"Kami juga optimistis Pak Rendra mampu menghadapi ujian ini. Sikap gentlemannya juga mewakili pribadi yang penuh dedikasi," tuturnya

Sebelumnya, Rendra Kresna mengakui bahwa saat ini ia sudah berstatus tersangka. Ia diduga terlibat dalam kasus korupsi dana alokasi khusus (DAK) Kabupaten Malang pada 2011.

Dalam perkara ini, Rendra diduga menerima gratifikasi atau hadiah dari pelaksana proyek atau kontraktor. Kasus ini ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak setahun lalu.

Di Arema sendiri Rendra Kresna merupakan sosok presiden kehormatan. Sebagai presiden kehormatan, Rendra beberapa kali terlibat dalam kegiatan tim. Ketika Arema FC menjuarai Piala Presiden pada 2017 lalu, Rendra menerima secara langsung tim yang saat itu dibesut Aji Santoso di Pendopo Kabupaten Malang.

Sebelum menjadi presiden kehormatan Arema, Rendra sempat menjadi bendahara yayasan Arema pada 2009. Kemudian, setelah diterapkannya aturan bahwa pejabat publik tidak boleh menjadi pengurus klub sepak bola profesional, Rendra Kresna mengundurkan diri. Pengunduran diri ini dilakukan pada 25 Oktober 2010.

Sementara itu, mewakili manajemen Arema, Sudarmaji pun mendoakan agar Rendra dalam menghadapi proses hukumnya tersebut.

"Kami terus mendoakan agar Pak Rendra kuat tangguh semangat menghadapi ini semua," tandas mantan jurnalis ini.

Berita Terkait

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR