
Bola.net - Ketua Komdis PSSI sekaligus penanggung jawab Timnas Indonesia, Bernhard Limbong, berharap situasi konflik bisa segera berakhir. Karena itu, Limbong menginginkan tetap adanya sumbang saran dari pemerintah, yakni Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).
"Menpora diharapkan tetap membantu penyelesaian konflik sepak bola nasional, meski terjadi pergantian kepemimpinan," ujarnya.
"Cara yang harus dilakukan yaitu Menpora segera menjawab surat FIFA. Intinya, Menpora harus menerangkan bahwa siap membantu dengan meminta waktu," sambungnya.
Sebelumnya, FIFA mengirimkan surat tertanggal 26 November agar pemerintah, dalam hal ini Menpora, dapat mengambil langkah tegas dan menyelesaikan konflik sepak bola. Andi Mallarangeng, selaku Menpora kala itu, menjawabnya dengan memanggil pihak yang berseteru, PSSI dan Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) pada Rabu (5/12) lalu.
Dalam pertemuan tersebut, menghasilkan kesepakatan bahwa kedua pihak akan berupa maksimal supaya Indonesia tidak dikenai sanksi dari FIFA. Selain itu, segala kebijakan yang diambil, PSSI dan KPSI tetap mengacu pada MoU.
Sayangnya, perbedaan pendapat terjadi menyangkut voters (pemilik suara sah PSSI) dalam Kongres. Misalnya, pihak KPSI sepaham dengan Menpora bahwa voters di Kongres 10 Desember, berasal dari voters Kongres Luar Biasa (KLB) di Solo. Sedangkan PSSI, memilih tidak mengikutinya karena statuta tidak mengakomodasi MoU atau Joint Committee.
"Kongres PSSI yakni dengan voters Palangkaraya. Perubahan tempat dan waktu Kongres, sangat tidak mungkin. Sebab, PSSI sudah membayar segala keperluan di Palangkaraya," tukasnya.
"Kini, tidak perlu meributkan voters mana yang akan menjadi acuan. Terpenting, bagaimana penggabungan kompetisi, revisi statuta, pengembalian empat Komite Eksekutif (Exco) bisa segera terlaksana," tutupnya. (esa/dzi)
"Menpora diharapkan tetap membantu penyelesaian konflik sepak bola nasional, meski terjadi pergantian kepemimpinan," ujarnya.
"Cara yang harus dilakukan yaitu Menpora segera menjawab surat FIFA. Intinya, Menpora harus menerangkan bahwa siap membantu dengan meminta waktu," sambungnya.
Sebelumnya, FIFA mengirimkan surat tertanggal 26 November agar pemerintah, dalam hal ini Menpora, dapat mengambil langkah tegas dan menyelesaikan konflik sepak bola. Andi Mallarangeng, selaku Menpora kala itu, menjawabnya dengan memanggil pihak yang berseteru, PSSI dan Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) pada Rabu (5/12) lalu.
Dalam pertemuan tersebut, menghasilkan kesepakatan bahwa kedua pihak akan berupa maksimal supaya Indonesia tidak dikenai sanksi dari FIFA. Selain itu, segala kebijakan yang diambil, PSSI dan KPSI tetap mengacu pada MoU.
Sayangnya, perbedaan pendapat terjadi menyangkut voters (pemilik suara sah PSSI) dalam Kongres. Misalnya, pihak KPSI sepaham dengan Menpora bahwa voters di Kongres 10 Desember, berasal dari voters Kongres Luar Biasa (KLB) di Solo. Sedangkan PSSI, memilih tidak mengikutinya karena statuta tidak mengakomodasi MoU atau Joint Committee.
"Kongres PSSI yakni dengan voters Palangkaraya. Perubahan tempat dan waktu Kongres, sangat tidak mungkin. Sebab, PSSI sudah membayar segala keperluan di Palangkaraya," tukasnya.
"Kini, tidak perlu meributkan voters mana yang akan menjadi acuan. Terpenting, bagaimana penggabungan kompetisi, revisi statuta, pengembalian empat Komite Eksekutif (Exco) bisa segera terlaksana," tutupnya. (esa/dzi)
Advertisement
Berita Terkait
-
Olahraga Lain-Lain 17 April 2026 15:36Reformasi Kemenpora: Erick Thohir Pangkas 191 Regulasi
-
Tenis 9 Februari 2026 13:00Menpora Apresiasi Lompatan Besar Futsal dan Dominasi Tenis Indonesia pada Awal 2026
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 5 Juni 2026 22:26Man of the Match Timnas Indonesia vs Oman: Emil Audero
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 5 Juni 2026 22:03Timnas Indonesia Sikat Oman, 4 Pemain Curi Perhatian
-
Liputan6 5 Juni 2026 21:35Amirul Hajj Dorong Budaya Haji Ramah Lingkungan: Bagian dari Ibadah
MOST VIEWED
Tinggalkan Persib Bandung, Layvin Kurzawa Kirim Pesan Perpisahan yang Menyentuh
Persib Tampil pada 4 Kompetisi Musim 2026/2027, Pelatih Igor Tolic Mulai Susun Program Pramusim
Persib Lepas Layvin Kurzawa dengan Penuh Respek: Terima Kasih atas Dedikasi, Kerja Keras, Profesionalisme, dan Komitmen
Jadwal Persib vs Manila Digger di Play-off ACL Two 2026/27: Bobotoh Dilarang Nonton di Stadion
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7851333/original/088695500_1780674474-352358.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826788/original/068129800_1538825965-002716100_1426131106-1842092shutterstock-175158260780x390__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/7847078/original/022355100_1780669520-20260605AA_Timnas_Indonesia_vs_Oman-04.JPG)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7847649/original/067096200_1780670141-Sampah_tertinggal_di_Muzdalifah_setelah_seluruh_jemaah_haji_Indonesia_diberangkatkan_ke_Mina__28_Mei_2026.__dok._Media_Center_Haji__.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7843097/original/050595500_1780664870-IMG_2203.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7844577/original/081229800_1780666500-timnas_indonesia.jpg)
