
Bola.net - Ketua PSM Makassar, Sadikin Aksa, ikut memberikan suara terkait aturan salary cap atau pembatasan gaji pemain yang diwacanakan PSSI untuk musim kompetisi mendatang.
Menurut Ikin, sapaan Sadikin, aturan tersebut mutlak diperlukan karena manajemen klub di Indonesia saat ini masih dalam tahap belajar menjadi profesional. "Aturan tersebut bisa menjadi barometer setiap klub untuk menghitung anggaran musim depan. Nanti di situ bisa kelihatan apakah seimbang antara pemasukan dan pengeluaran tim selama satu musim kompetisi," ujarnya.
Direktur Bososwa Corporation itu menjelaskan bahwa gaji pemain bola di Indonesia terbilang sangat tinggi. Sadikin menilai jika hal ini ikut menjadi penyebab utama banyaknya pengeluaran keuangan peserta kompetisi setiap bulannya.
Sadikin menambahkan bahwa salary cap bisa menjadi jalan alternative untuk penyelamat finansial tim musim depan. Sebab, akan ada penghematan anggaran jika aturan tersebut diberlakukan PSSI nantinya.
"Seperti yang saya bilang sebelumnya, jangan sampai pengeluaran lebih banyak dari pemasukan. Keduanya haruslah seimbang.Kita harus berkaca seperti apa pada musim ini di mana manajemen sampai harus mencicil gaji pemain," ujarnya.
Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin, saat berkunjung ke Makassar beberapa waktu lalu, mengatakan bahwa PSSI sedang menjajaki untuk menerapkan aturan salary cap. Aturan ini bertujuan agar klub bisa melakukan penghematan anggaran.
Salah satu poin dari salary cap adalah PSSI mengusulkan gaji pemain asing maksimal Rp 900 juta dan pemain lokal diberi batasan Rp 500 juta semusim. Sedangkan pemain divisi utama maksimal Rp 350 juta semusim.
Wacana tersebut mendapat pertentangan dari kapten PSM Makassar, Andi Oddang. Oddang termasuk pemain yang nilai kontraknya cukup tinggi di PSM mengharapkan agar aturan tersebut tidak diterapkan.
"Kalau nilai kita sudah segitu, masa turun lagi. Kan kita memasuki era profesional. Kalau dibatasi seperti itu, adanya nanti pemain jadi ogah-ogahan bermain," katanya. (nda/dzi)
Menurut Ikin, sapaan Sadikin, aturan tersebut mutlak diperlukan karena manajemen klub di Indonesia saat ini masih dalam tahap belajar menjadi profesional. "Aturan tersebut bisa menjadi barometer setiap klub untuk menghitung anggaran musim depan. Nanti di situ bisa kelihatan apakah seimbang antara pemasukan dan pengeluaran tim selama satu musim kompetisi," ujarnya.
Direktur Bososwa Corporation itu menjelaskan bahwa gaji pemain bola di Indonesia terbilang sangat tinggi. Sadikin menilai jika hal ini ikut menjadi penyebab utama banyaknya pengeluaran keuangan peserta kompetisi setiap bulannya.
Sadikin menambahkan bahwa salary cap bisa menjadi jalan alternative untuk penyelamat finansial tim musim depan. Sebab, akan ada penghematan anggaran jika aturan tersebut diberlakukan PSSI nantinya.
"Seperti yang saya bilang sebelumnya, jangan sampai pengeluaran lebih banyak dari pemasukan. Keduanya haruslah seimbang.Kita harus berkaca seperti apa pada musim ini di mana manajemen sampai harus mencicil gaji pemain," ujarnya.
Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin, saat berkunjung ke Makassar beberapa waktu lalu, mengatakan bahwa PSSI sedang menjajaki untuk menerapkan aturan salary cap. Aturan ini bertujuan agar klub bisa melakukan penghematan anggaran.
Salah satu poin dari salary cap adalah PSSI mengusulkan gaji pemain asing maksimal Rp 900 juta dan pemain lokal diberi batasan Rp 500 juta semusim. Sedangkan pemain divisi utama maksimal Rp 350 juta semusim.
Wacana tersebut mendapat pertentangan dari kapten PSM Makassar, Andi Oddang. Oddang termasuk pemain yang nilai kontraknya cukup tinggi di PSM mengharapkan agar aturan tersebut tidak diterapkan.
"Kalau nilai kita sudah segitu, masa turun lagi. Kan kita memasuki era profesional. Kalau dibatasi seperti itu, adanya nanti pemain jadi ogah-ogahan bermain," katanya. (nda/dzi)
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Spanyol 15 Maret 2022 03:35Salary Cap Terbaru Barcelona Telah Rilis: Minus Rp2,2 Triliun! Kok Bisa?
-
Bola Indonesia 30 Maret 2017 06:21Tentang Salary Cap, Ini Penjelasan Operator Liga 1
-
Bola Indonesia 1 Oktober 2014 16:22Ditanya Soal Gaji Pemain, CEO PSM Angkat Tangan
-
Bola Indonesia 19 Juli 2014 14:11Jika Tidak di Makassar, PSM Ingin Homebase di Samarinda
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 29 Oktober 2026 05:26Hasil Liverpool vs Chelsea: The Reds Singkirkan The Blues Lewat Adu Penalti
-
Liga Italia 29 Oktober 2026 04:03Hasil Venezia vs Inter: Dua Gol Bunuh Diri Bawa Nerazzurri ke Puncak Serie A
-
Liga Inggris 28 Oktober 2026 23:59Tempat Menonton Liverpool vs Chelsea di Carabao Cup, 29 Oktober 2026
BERITA LAINNYA
-
indonesia 28 Oktober 2026 21:44Hasil Sempurna Persib di Asia: 5 Laga, 5 Kemenangan, dan Hanya Kebobolan 1 Kali!
-
indonesia 28 Oktober 2026 21:07Hasil Persib vs Melbourne Victory: Maung Bandung Masih Sempurna di Asia
-
indonesia 28 Oktober 2026 19:143 Hal yang Bisa Ditawarkan Taisei Marukawa untuk Timnas Indonesia
-
indonesia 28 Oktober 2026 18:26Jadwal Pekan ke-8 BRI Super League 2026/2027, Live di Indosiar dan Vidio!
SOROT
-
Liputan6 28 Oktober 2026 19:25Momen Menlu Singapura Temui Prabowo di Hambalang
-
Liputan6 28 Oktober 2026 18:31Mendagri Dorong Percepatan Pembentukan Satgas MBG di Daerah
-
Liputan6 28 Oktober 2026 17:09DPR Ajak Rawat Persatuan lewat Kerja Nyata di Hari Sumpah Pemuda
-
Liputan6 28 Oktober 2026 16:34Mendagri Terbitkan SE, Pemda Diperkuat Awasi Program MBG
-
Liputan6 28 Oktober 2026 16:03Kedubes Korsel Gelar Lomba Menulis untuk Mahasiswa, Hadiah Puluhan Juta Rupiah
-
Liputan6 28 Oktober 2026 13:41Pesan Mensesneg untuk Generasi Muda di Hari Sumpah Pemuda
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384902/original/065831300_1793190238-Screenshot_20261028_184744_YouTube.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384874/original/022200100_1793187052-568a86b5-36bf-4d30-8d84-6efe87dc9df2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384822/original/084645000_1793182193-514944ab-87ec-4840-a7dd-65d011621da7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384724/original/054388800_1793180074-dfb65872-4c61-4a2e-bc8c-7f949bc60ec9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5543346/original/069128200_1775022582-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7767979/original/011455400_1780578714-IMG_3908__1_.jpeg)

