FOLLOW US:


Tim Sembilan: Pemain dan Pelatih ISL, Bukan Play Station

13-02-2015 21:41
Tim Sembilan: Pemain dan Pelatih ISL, Bukan Play Station
Tim Sembilan © Eggi Paksha
Bola.netBola.net - Kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2015, dipastikan tidak akan bergulir selama PT Liga Indonesia (PT LI) belum memenuhi permintaan Tim Sembilan bentukan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Pasalnya, Tim Sembilan sudah mengeluarkan kebijakan untuk menunda penyelenggaraannya. Jika pihak PT LI tidak dapat memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan, maka ISL tidak dapat digulirkan pada 20 Februari mendatang. Di mana tangga tersebut akan mempertemukan antara Persib Bandung lawan Persipura Jayapura, di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung.

"Pihak Kepolisian juga sudah sepakat untuk tidak mengeluarkan izin. Jika tetap memaksakan, memang keamanan mau dijaga partai politik?" kata Ketua Tim Sembilan Kemenpora, Oegroseno.

"Kami hanya memanusiakan manusia, itu pun kalau mau dianggap demikian. Pemain dan pelatih, bukan play station (PS). Kasihan kalau gaji mereka tidak dibayarkan oleh klub," tutur mantan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri periode 2 Agustus 2013-4 Maret 2014) tersebut.

Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) bersama Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) terus melakukan verifikasi terhadap klub kontestan ISL musim 2015. Selain itu, meminta PT LI untuk melengkapi semua data dan kemudian dilaporkan ke Tim Sembilan Kemenpora.

Dilanjutkan Oegroseno, berdasarkan rekomendasi APPI dan BOPI, ada tiga persyaratan yang paling pokok untuk segera dipenuhi klub-klub peserta ISL musim 2015. Pertama, seluruh klub peserta harus segera melunasi tunggakan gaji kepada pemain, pelatih, dan ofisial, dengan menyertai bukti pelunasannya.

Kemudian, harus menyertakan dokumen kontrak kerja pemain, pelatih, dan ofisial kepada BOPI. Terakhir, PT LI dan klub peserta harus segera menyerahkan NPWP dengan disertakan bukti pembayaran dan pelunasan pajak, serta persyaratan lain yang ditetapkan BOPI.

"Sedangkan terkait jaminan bank, masih bisa ditoleransi dan menyusul hingga pertengahan musim," pungkas sosok kelahiran Pati, Jawa Tengah, 17 Februari 1956 tersebut