FOLLOW US:


Zainudin Amali Jabat Menpora, Ada 6 Agenda Besar Menanti

23-10-2019 13:35

 | Anindhya Danartikanya

Zainudin Amali Jabat Menpora, Ada 6 Agenda Besar Menanti
Zainudin Amali melambaikan tangan saat tiba di Istana, Jakarta, Selasa (22/10/2019). © Liputan6.com/Angga Yuniar

Bola.net - Zainudin Amali telah resmi didapuk sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) seperti yang telah diumumkan Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo, dalam susunan Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024 di Istana Negara, Rabu (23/10/2019).

Zainudin selama ini dikenal sebagai politisi Golkar yang sudah malang-melintang sebagai wakil rakyat. Pria asal Gorontalo itu sudah 4 kali menjabat sebagai anggota DPR RI. Sebagai menteri baru, tugas berat sudah menanti Zainudin.

Setidaknya ada 2 pesan khusus Presiden Jokowi kepada Zainudin pada pertemuan tersebut. Salah satunya terkait PON Papua yang akan berlangsung tahun depan. Selain itu, Presiden Jokowi juga tidak lupa menitipkan sepak bola Indonesia kepada Zainudin.

Lalu apa saja sebenarnya agenda olahraga besar yang menanti Zainudin dalam waktu dekat ini? Simak ulasannya berikut ini.

1 dari 6

PON Papua 2020

Pekan Olahraga Nasional (PON) merupakan ajang multi-event tertinggi di Indonesia. PON berlangsung setiap empat tahun sekali. PON di Papua merupakan edisi ke-20 sejak ajang ini pertama kali digelar 1948 yang lalu. Terakhir, PON berlangsung di Jawa Barat, 2016 lalu.

Meski bukan hajatan baru bagi di Indonesia, PON kerap menuai kontroversi. Mulai dari pengelolaan infrastruktur yang rentan dikorupsi hingga jual-beli atlet yang akan bertanding. Belakangan ini, sudah seperti tradisi setiap tuan rumah PON bakal membajak atlet-atlet ternama dari daerah lain demi mendulang medali.

PON yang seharusnya menjadi ajang bagi atlet-atlet daerah untuk mengukir prestasi justru jadi bursa transfer bagi atlet-atlet amatir. Iming-iming gaji dan bonus yang besar pun menjadi alasan atlet untuk 'berkhianat' terhadap daerah asalnya.

2 dari 6

Kongres PSSI

Keputusan eks Menpora Imam Nahrawi membekukan PSSI pernah membuat sepak bola Indonesia disanksi FIFA. Akibatnya, kompetisi di Tanah Air terhenti dan tim nasional dilarang berlaga di ajang internasional. Keputusan ini terbit sehari usai La Nyalla Mattalitti terpilih sebagai ketua umum lewat Kongres PSSI yang berlangsung di Surabaya pada 2015.

Ini melengkapi kondisi PSSI yang tak pernah kondusif sejak Nurdin Halid lengser pada 2011. Usai Komite Normalisasi akhirnya berhasil menggelar pemilihan yang melahirkan kepemimpinan Djohar Airifn Husin, beragam intrik mewarnai perjalanan PSSI.

Mulai dari kehadiran Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) yang mengakibatkan dualisme kompetisi, hingga lengsernya ketua umum PSSI Edy Rahmayadi beberapa waktu lalu. Edy yang terpilih lewat Kongres PSSI di Ancol 2016 itu mundur tak lama usai berhasil memenangkan Pemilihan Kepala Daerah Sumatera Utara.

Edy digantikan Joko Driyono yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PSSI. Namun Joko belakangan juga ditangkap polisi dan divonis bersalah melakukan tindak pidana merusak barang bukti terkait kasus pengaturan skor sepak bola. Pria yang akrab disapa Jokdri itu divonis 1,5 tahun penjara.

Dalam waktu dekat ini, PSSI akan kembali menggelar Kongres untuk menentukan anggota-anggota komite eksekutif (Exco), ketua umum, dan wakil ketua umum. Agenda Pemilihan tersebut bakal berlangsung di Hotel Shangrila, Jakarta Pusat, Sabtu, 2 November 2019.

3 dari 6

SEA Games 2019

SEA Games merupakan multi-event dua tahunan yang diikuti negara-negara Asia Tenggara. Tahun ini, SEA Games bakal berlangsung di Filipina, 30 November-11 Desember. Indonesia terakhir kali keluar sebagai juara pada SEA Games 2011 yang berlangsung di Jakarta dan Palembang. Setelah itu, Indonesia selalu terlempar dari posisi tiga besar.

Menghadapi SEA Games Filipina 2019, Indonesia mengirimkan 773 atlet yang akan bertanding pada 49 dari 56 cabang olahraga secara keseluruhan. Chief de Mission (CdM) SEA Games 2019, Harry Warganegara, mengaku pihaknya belum menentukan target untuk Kontingen Indonesia.

4 dari 6

Formula E

Gebrakan dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan terhadap olahraga otomotif Indonesia. Anies menghadirkan balap mobil single seater pertama di jalanan ibu kota lewat kehadiran Formula E (mobil listrik) yang dijadwalkan berlangsung pada 2 Juni 2020.

Penyelenggaraan akan berlangsung di kawasan Monumen Nasional (Monas). Untuk membangun sirkuit, Pemprov DKI Jakarta menunjuk PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

5 dari 6

MotoGP Mandalika

Selain Formula E, dunia olahraga otomotif Tanah Air juga bakal menghadirkan balap motor paling bergengsi di dunia, MotoGP. Ini tak lepas dari keputusan Dorna Sports selaku promotor memberi lampu hijau kepada Indonesia untuk menjadi tuan rumah MotoGP pada 2021.

Rencananya ajang ini bakal berlangsung di Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, dengan konsep sirkuit jalanan. Presiden Jokowi optimistis balapan ini bisa berlangsung 2021. Selain bermanfaat bagi dunia otomotif Tanah Air, Jokowi juga berharap MotoGP berdampak bagi pariwisata Indonesia.

6 dari 6

Olimpiade 2020

Hajatan yang tak kalah penting bagi olahraga Indonesia adalah Olimpiade Tokyo 2020. Prestasi terbaik diraih di Olimpiade Barcelona 1992, saat Indonesia berhasil merebut dua emas, dua perak, dan 1 perunggu. Dua emas kala itu diraih dari cabang bulu tangkis. Sejak saat itu, Indonesia selalu menjaga tradisi emas lewat cabang olahraga yang sama.

Tahun depan, Indonesia kembali akan berpartisipasi pada ajang yang sama. Berbeda dari Olimpiade sebelumya, Jepang sebagai tuan rumah memasukkan lima nomor baru, termasuk di antaranya panjat tebing.

Disadur dari: Liputan 6/Penulis: Marco Tampubolon/Editor: Edu Krisnadefa/Dipublikasi: 23 Oktober 2019