FOLLOW US:


Jika Gagal ke Liga Champions Lagi, MU Terancam Krisis Finansial

06-02-2020 14:30

 | Richard Andreas

Jika Gagal ke Liga Champions Lagi, MU Terancam Krisis Finansial
Aksi David De Gea menghalau tembakan Sergio Aguero pada duel Manchester City vs Manchester United di semifinal Carabao Cup. © AP Photo

Bola.net - Manchester United menghadapi ancaman masalah finansial apabila gagal menembus Liga Champions musim depan. Kegagalan ini tentu bakal memengaruhi proses pembangunan skuad Ole Gunnar Solskjaer.

MU saat ini berada di peringkat ke-7 klasemen sementara, terpaut enam poin dari empat besar. Posisi ini sebenarnya tidak terlalu buruk, tapi kondisi MU beberapa bulan terakhir tidak terlalu menjanjikan.

Persaingan menembus empat besar juga tidak mudah. Ada Leicester City yang mengurangi satu slot untuk tim The Big Six, MU pun harus bersaing ketat dengan Chelsea dan Tottenham Hotspur.

MU sudah beberapa kali absen dari kompetisi tertinggi Eropa itu beberapa musim terakhir, kini terancam gagal lagi dengan konsekuensi besar.

Apa yang dimaksud? Mengutip Goal internasional, baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

1 dari 2

Ancaman Krisis Finansial

Kabarnya, MU menghadapi ancaman krisis finansial besar apabila gagal menembus Liga Champions musim depan. Gagal ke Liga Champions berarti gagal memenuhi tuntutan kontrak sponsor dan gagal menjawab ekspektasi.

Sejumlah sponsor merasa hanya bisa mengantongi keuntungan kecil dari klub yang gagal meraih trofi atau tidak bermain di Liga Champions, meski masih untung.

Gagal bermain di Liga Champions musim depan berarti MU harus rela kehilangan sampai 20 juta poundsterling dari klausul kerja sama dengan Adidas, jumlah yang cukup besar untuk satu musim.

MU juga bakal kesulitan memperbarui kontrak lama beberapa tahun ke depan. Sebab para sponsor bakal lebih tertarik bekerja sama dengan tim yang lebih sukses.

2 dari 2

Biaya Besar MU

Kehilangan sponsor tidak bisa dianggap remeh, bahkan untuk klub sebesar MU. Football Money League Deloitte menduga MU bakal mendapati kemerosotan besar dalam total pendapatan tahunan pada tahun finansial 2020 ini.

MU mungkin kayar raya, tapi mereka juga menanggung beban gaji terbesar di Premier League. Setan Merah harus mengeluarkan sekitar 232 juta poundsterling per tahun hanya untuk membayar pemain.

Situasi ini bakal membuat MU semakin kesulitan mendapatkan pemain incaran mereka. Seperti yang terjadi pada kasus Bruno Fernandes, butuh negosiasi panjang serta tarik-ulur harga untuk merayu Sporting.

Sumber: Goal