FOLLOW US:


Kisah Kurt Zouma yang Pernah Disebut Sampah oleh Mourinho

14-02-2020 11:20

 | Richard Andreas

Kisah Kurt Zouma yang Pernah Disebut Sampah oleh Mourinho
Pemain Chelsea, Kurt Zouma, merayakan golnya ke gawang Grimsby Town di ajang Carabao Cup, Kamis (26/9/2019). © AP Photo

Bola.net - Bek Chelsea, Kurt Zouma, membeberkan kisah menarik ketika Jose Mourinho menyebutnya "sampah" beberapa tahun lalu. Momen itu pahit, tapi Zouma justru jadi bersemangat.

Mourinho mendatangkan Zouma yang masih berusia 19 tahun dari St Etienne pada tahun 2014 lalu. Bergabung dengan Chelsea merupakan kesempatan luar biasa bagi Zouma, tapi dia harus bisa menghadapi pelatih sekelas Mourinho.

Zouma datang dalam tim Chelsea yang sudah cukup kuat, dengan nama-nama bek tengah hebat. Tentu saat itu dia harus bisa membuktikan diri, setidaknya kepada sang pelatih.

Uniknya, proses pembuktian diri Zouma inilah yang melibatkan makian dari Mourinho. Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

1 dari 2

Disebut Sampah

Selayaknya pemain baru lainnya, Zouma pun masih butuh waktu adaptasi dengan Premier League. Saat itu tentu dia kesulitan dan tampil buruk, jelas Mourinho mengkritiknya.

"Saya tidak ingat pertandingannya, kami kalah 1-3, laga tandang," buka Zouma kepada RMC Sport via Goal internasional.

"Hari berikutnya, Mourinho memanggil saya, membawa saya ke kantornya, dan dia bertanya apakah saya baik-baik saja. Saya berkata ya, dia bertanya lagi apakah saya yakin."

"Saya berkata ya lagi, lalu dia menjawab: 'Sebab Anda adalah sampah akhir pekan ini'. Seperti itu, tegas. Saya terkejut, tapi itu langsung membuat saya ingin merespons di lapangan," imbuhnya.

2 dari 2

Tentang Mourinho

Bagaimanapun, Zouma beruntung bisa merasakan proses latihan di bawah pelatih sekelas Mourinho. Dia tahu Mourinho merupakan pelatih yang tidak menoleransi kekalahan.

"Saya ingat perkataan itu menyakiti saya, bahwa itu memengaruhi saya. Namun, saya benar-benar ingin membuktikan padanya bahwa saya bisa bereaksi," sambung Zouma.

"Dia adalah seseorang yang menyukai kemenangan. Dia biasa menggunakan setiap alat yang Anda untuk mencapai itu."

"Saya datang ke sini di usia 19 tahun dan dia memainkan saya. Saya bisa mendapatkan kesempatan, saya bisa bermain," tutupnya.

Sumber: RMC, Goal