FOLLOW US:


Liverpool, Ibarat Restoran Fast Food Nomor Satu tapi Masih Harus Pasang Iklan

16-09-2020 06:00

 | Richard Andreas

Liverpool, Ibarat Restoran Fast Food Nomor Satu tapi Masih Harus Pasang Iklan
Skuad Liverpool merayakan gol Mohamed Salah ke gawang Leeds United, Sabtu (12/9/2020) © AP Photo

Bola.net - Kemenangan tipis atas Leeds United akhir pekan lalu (12/9/2020) seharusnya menyadarkan Liverpool. The Reds menang 4-3, tapi skor itu tidak cukup bagus untuk sang juara.

Betapa tidak, Liverpool harus berjuang keras untuk mengalahkan tim sekelas Leeds yang baru saja promosi. Skor bahkan sempat seimbang tiga kali sampai akhirnya Mohamed Salah mencetak gol pemungkas.

Seusai laga, Jurgen Klopp mengaku puas dengan perjuangan skuadnya, tapi pengamat Premier League punya pandangan lain.

Seperti yang dikatakan analis Sky Sports, Paul Merson, bahwa Liverpool seharusnya belajar banyak dari laga kontra Leeds kemarin.

Apa maksudnya? Scroll ke bawah ya, Bolaneters!

1 dari 2

Kelemahan skuad

Menurut Merson, meski menang Liverpool seharusnya tidak puas dengan performa mereka. Jelas bahwa Liverpool tidak punya banyak solusi ketika menemui kebuntuan, hanya ada satu set pemain inti, tanpa solusi pengganti.

"Lihat saja kebobolan Liverpool saat melawan Leeds, wow. Saya kira mereka datang dan menyangka bakal dengan mudah mengalahkan Leeds," ungkap Merson kepada Sky Sports.

"Saya kira mereka perlu membeli pemain baru. Saya tidak akan terkejut jika mereka finis di peringkat keempat musim ini, dan saya sudah memikirkan itu sebelum laga ini."

"Tim mereka sama. Virgil van Dijk tidak boleh cedera. Bek sayap mereka tidak boleh cedera. Mereka pun tidak punya pemain lain sebagai pengganti trio penyerang andai cedera," imbuhnya.

2 dari 2

Seperti restoran fast food

Untuk menyederhanakan maksudnya, Merson menganalogikan Liverpool seperti restoran waralaba fast food.

Sekarang Liverpool adalah restoran fast food paling besar dengan penjualan tertinggi, tapi bukan berarti mereka bisa bersantai dan berhenti berinovasi.

"Saya sudah berulang kali mengatakannya. Ibarat restoran waralaba fast food yang terkenal dengan penjualan burger dan kentang goreng tertinggi, tapi mereka masih harus beriklan," sambung Merson.

"Anda mengeluarkan uang untuk tetap berada di puncak," pungkasnya.

Sumber: Sky Sports