FOLLOW US:


Liverpool: Kilas Balik, Pramusim, Transfer dan Prediksi Musim 2019-2020

06-08-2019 18:30

 | Dimas Ardi Prasetya

Liverpool: Kilas Balik, Pramusim, Transfer dan Prediksi Musim 2019-2020
Skuad Liverpool © AP Photo

Bola.net - Liverpool musim 2019-2020 menanggung tugas berat untuk setidaknya bisa menyamai prestasi musim lalu.

Musim lalu merupakan musim terbaik Liverpool di era Jurgen Klopp. The Reds mampu tampil sangat solid di semua lini dengan tim yang telah diracik sesuai dengan keinginan manajer asal Jerman tersebut.

Liverpool pun berhasil tampil lebih baik dibandingkan dengan musim 2017-18. Saat itu The Reds kewalahan menghadapi tim-tim yang bertahan. Alhasil klub Merseyside ini pun hanya bisa 21 kali menang, 12 kali meraih hasil imbang dan lima kali kalah.

Pada musim kemarin, Liverpool sudah tahu bagaimana caranya untuk bisa memaksakan kemenangan. Mereka tahu bagaimana cara membongkar pertahanan tim-tim yang sebelumnya kesulitan mereka kalahkan. Mohamed Salah dkk pun bisa meraih 30 kemenangan, tujuh kali imbang dan sekali kalah.

Satu-satunya kekalahan itu pun didapat dari Manchester City. Klub ini juga yang akhirnya mengalahkan Liverpool dengan selisih satu angka saja dalam perburuan trofi juara Premier League. Padahal The Reds sejatinya mampu mengoleksi 97 poin, yang merupakan perolehan poin tertinggi dalam sejarah mereka di Premier League.

Namun di sisi lain kerja keras Liverpool terbayarkan di Liga Champions. Mereka mampu menjadi juara setelah mengalahkan tim-tim seperti PSG, Bayern Munchen, Barcelona dan Tottenham.

1 dari 2

Transfer dan Pramusim

Klopp pun diprediksi bakal merekrut setidaknya satu pemain bintang pada musim panas ini. Dengan demikian Liverpool masih dapat mempertahankan level performanya sekaligus menyaingi City lagi dalam perburuan gelar juara liga dan mempertahankan mahkota juara mereka di Liga Champions.

Area yang menjadi pusat perhatian untuk diperkuat adalah di lini serang dan bek kiri. Pasalnya Liverpool melepas Daniel Sturridge dan Alberto Moreno.

Namun jarang sekali ada nama bek kiri yang dikaitkan dengan The Reds. Sementara di lini serang Liverpool dikaitkan dengan sejumlah nama. Sebut saja Nicolas Pepe, Gareth Bale, Bruno Fernandes, hingga sang mantan, Philippe Coutinho. Namun tak ada satu pun nama-nama itu yang merapat ke Anfield.

Liverpool justru membuat kejutan. Klopp merekrut pemain berusia 17 tahun asal klub PEC Zwolle, Sepp van den Berg. Ia kemudian memberikan kejutan lain dengan mandatangkan winger 16 tahun dari Fulham, Harvey Elliot.

Sampai Selasa (06/08/2019) ini, Liverpool masih belum mendatangkan pemain top. Sejauh ini mereka hanya merekrut Adrian, kiper yang masuk untuk menggantikan Simon Mignolet.

Sementara itu untuk persiapan pramusim, Liverpool bisa dibilang mengecewakan. The Reds melakoni tujuh pertandingan. Namun mereka hanya bisa meraih tiga kemenangan yakni melawan Tranmere Rovers, Bradford City dan Lyon.

Dalam laga uji coba di event International Champions Cup, Liverpool selalu gagal meraih kemenangan. Mereka dikalahkan Borussia Dortmund 2-3, Sevilla 1-2, dan ditahan imbang Sporting Lisbon 2-2.

Yang lebih mengenaskan terjadi saat jumpa Napoli di laga uji coba lainnya. Di pertandingan ini Liverpool digilas Partenopei dengan skor 0-3. Performa Liverpol sangat jelek di laga ini meski tampil dengan 80 persen kekuatan terbaiknya.

Namun demikian hasil-hasil ini masih bisa dimaklumi. Sebab tak semua pemain Liverpool bisa berkumpul pada musim panas ini. Sejumlah pemain harus absen setelah bermain bersama negaranya masing-masing seperti di ajang Piala Afrika 2019, dan Copa America 2019.

Bahkan ketika Liverpool bermain di Community Shield pada hari Minggu (04/08/2019) kemarin, The Reds masih tak bisa diperkuat oleh Sadio Mane. Sebab ia baru gabung skuat pada hari Senin keesokan harinya usai ikut bermain di final Piala Afrika 2019.

2 dari 2

Prediksi Musim 2019-2020

Don't change the winning team. Filosofi ini mungkin sedang berada di benak Jurgen Klopp. Maka dari itu ia saat ini masih belum mendatangkan pemain top yang bisa langsung masuk ke skuat utama Liverpool.

Namun hal ini sepertinya diragukan oleh banyak fans Liverpool sendiri. Mereka sebenarnya ingin Klopp mendatangkan setidaknya satu pemain bintang. Yang paling diutamakan berada di lini serang.

Hal itu merupakan hal yang wajar saja. Sebab trio lini serang Liverpool butuh asupan penyerang anyar. Satu-satunya penyerang yang siap pakai adalah Divock Origi. Ia memang sudah membuktikan dirinya dengan ikut berperan penting dalam kesuksesan The Reds menjadi juara Liga Champions.

Namun untuk bisa diandalkan dalam jangka panjang, ia belum bisa membuktikan diri. Contohnya saja apabila ada pemain yang cedera dan harus absen lama. Masalah cedera ini memang bisa mengintai salah satu dari trio lini serang Liverpool.

Sebab baik Salah, Mane dan Roberto Firmino rawan kelelahan dan rentan cedera. Mereka tak mendapat istirahat yang layak karena usai berlaga di liga dan UCL, mereka berlaga juga di Piala Afrika dan Copa America 2019. Dari sisi motivasi, mereka tak perlu diragukan lagi. Namun yang jadi pertanyaan, apakah tubuh mereka mampu mengatasi rasa lelah dan lebih. Terlebih jadwal Liverpool musim ini juga makin padat sebagai imbas dari kemenangan mereka di UCL.

Jika ketiga pemain ini tetap fit Liverpool mungkin masih bisa menyamai prestasi musim lalu. Namun ceritanya jelas akan beda jika ada salah satu pemain yang cedera atau performanya sedang menurun.

Di sisi lain Manchester City juga tak aktif membeli pemain. Mereka cuma membeli Rodri. Namun dengan kedalaman skuat dan kualitas yang mereka miliki, City akan tetapi jadi kandidat juara musim depan.

Sementara itu Arsenal akan jadi ancaman besar bagi Liverpool. Pada musim keduanya bersama Unai Emery, skuat The Gunners tentu akan makin meresapi ide-idenya. Apalagi mereka mendatangkan penyerang anyar macam Nicolas Pepe.

Manchester United juga akan jadi ancaman besar bagi Liverpool. Mereka tampaknya sudah menemukan solusi yang bagus untuk menutup celah di lini belakangnya dengan membeli Harry Maguire. Para pemain Setan Merah tampaknya juga akan tampil fresh dalam besutan Ole Gunnar Solskjaer. Selain itu Tottenham juga berpeluang besar mengancam Liverpool.

Dengan mengambil skenario terburuk bahwa ada salah satu dari trio penyerang Liverpool yang tak bisa tampil dalam performa terbaiknya, plus adanya ancaman dari klub lain, The Reds diprediksi tak akan bisa finis di top two pada kompetisi Premier League 2019-2020. Namun mereka masih bisa bersaing di zona empat besar.