
Bola.net - Arsenal harus menelan kekecewaan setelah kalah 0-2 dari Manchester City pada final Carabao Cup di Wembley Stadium. Hasil ini membuat The Gunners kembali gagal mengakhiri penantian panjang untuk meraih trofi.
Kekalahan tersebut memicu sorotan besar terhadap keputusan manajer Mikel Arteta. Pilihannya menurunkan Kepa Arrizabalaga sebagai penjaga gawang utama menjadi salah satu topik utama setelah pertandingan.
Kesalahan Kepa yang berujung gol pembuka Manchester City membuat keputusan tersebut semakin diperdebatkan. Namun Arteta menegaskan bahwa ia tetap berdiri di balik pilihannya.
Arteta Tegaskan Keputusan Memainkan Kepa

Arteta menjelaskan bahwa Kepa dipilih sebagai starter karena telah bermain sepanjang perjalanan Arsenal di Carabao Cup musim ini. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan bentuk penghargaan terhadap kontribusi sang kiper dalam kompetisi tersebut.
Meski kesalahan Kepa memberi kesempatan bagi Nico O'Reilly untuk mencetak gol pertama, Arteta tetap yakin bahwa keputusan tersebut adalah yang paling tepat.
"Saya memahami hal itu , tetapi saya harus melakukan apa yang menurut saya benar. Dia telah bermain di sepanjang kompetisi ini dan menurut saya akan sangat tidak adil jika tidak memainkannya," kata Arteta.
"Kami membuat keputusan berdasarkan apa yang kami lihat. Saya percaya itu adalah hal yang benar untuk dilakukan. Kesalahan adalah bagian dari sepak bola, dan sayangnya hari ini itu terjadi pada momen yang sangat penting."
Gol pembuka tersebut mengubah jalannya pertandingan. O'Reilly kemudian mencetak gol keduanya yang membuat Arsenal semakin tertinggal dan kesulitan mengejar.
Arsenal Fokus Bangkit di Sisa Musim

Arsenal sebenarnya tampil kompetitif pada babak pertama. Namun, sejumlah peluang gagal dimaksimalkan, termasuk kesempatan emas yang dimiliki Kai Havertz tetapi berhasil digagalkan kiper Manchester City, James Trafford.
Arteta mengakui kekalahan tersebut terasa sangat menyakitkan, terutama bagi para pendukung Arsenal yang berharap timnya mengakhiri penantian trofi.
"Sangat sedih, ini hasil yang sulit diterima. Kami tahu bagi para pendukung kami betapa pentingnya pertandingan ini bagi mereka," lanjut Arteta.
"Seperti yang saya katakan sebelumnya, pada babak pertama ada beberapa momen bagus tetapi kami tidak memanfaatkannya. Kami memiliki peluang melalui Gabi dan Viktor."
"Terutama pada 25 menit di babak kedua, kami seharusnya bisa tampil lebih baik. Terkadang Anda juga harus memberi kredit kepada lawan. Tentu ada banyak hal yang bisa kami lakukan dengan lebih baik."
Arsenal Alihkan Fokus ke Kompetisi Lain
Arsenal kini harus segera mengalihkan fokus ke sisa musim yang masih panjang. Tim asuhan Arteta saat ini memimpin klasemen Premier League dengan 70 poin dari 31 pertandingan.
Mereka unggul sembilan poin atas Manchester City, meskipun tim asuhan Pep Guardiola masih memiliki satu pertandingan yang belum dimainkan.
Setelah menghadapi Southampton pada perempat final FA Cup awal April, Arsenal juga akan menjalani laga penting di Liga Champions melawan Sporting CP dalam duel dua leg.
Perhatian juga akan tertuju pada pertemuan Arsenal dengan Manchester City di Etihad Stadium pada 19 April. Laga tersebut berpotensi memengaruhi persaingan gelar Premier League musim ini.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Rapor Pemain Arsenal vs Manchester City: Blunder Kepa dan Malam Kelam di Wembley
- Kalah di Final Carabao Cup, Declan Rice: Pahit, tapi Perburuan Gelar Belum Berakhir
- Arsenal Jadikan Luka di Final Carabao Cup untuk Bangkit dan Kejar Mimpi yang Belum Selesai
- Kiat Manchester City Bekuk Arsenal di Final Carabao Cup: Mereka Habis Bensin Sendiri!
- Arsenal Kalah di Final Carabao Cup, Kepa Dituding Jadi Biang Keroknya
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 8 Mei 2026 17:17 -
Liga Inggris 8 Mei 2026 15:22
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 8 Mei 2026 21:54 -
Liga Spanyol 8 Mei 2026 21:31 -
Otomotif 8 Mei 2026 21:06 -
Bola Indonesia 8 Mei 2026 21:03 -
Liga Spanyol 8 Mei 2026 20:30 -
Bola Indonesia 8 Mei 2026 20:18
MOST VIEWED
- Skenario Arsenal Juara Liga Inggris Setelah Manchester City Terpeleset
- Cesc Fabregas Membangun Kerajaan di Como: Desain Gym Sendiri, Ubah Ukuran Lapangan, Rombak Klub dari 'Minus 10' Hingga Tembus Papan Atas Serie A
- Kata Casemiro, Ini Pelatih yang Paling Cocok untuk Jadi Manajer Permanen Manchester United
- Bukan Rafael Leao, Manchester United Justru Kepincut dengan Bintang AC Milan Ini
HIGHLIGHT
- Daftar 5 Pegulat Tertajir WWE: The Rock Lewat, Vin...
- 9 Pelatih Terbaik Chelsea Sejak 2000-an
- 10 Pelatih Terbaik yang Siap Jadi Rebutan Klub Eli...
- 7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United...
- Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
- 9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid...
- Jika Barcelona Mundur: 6 Destinasi Potensial Marcu...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5644585/original/051553500_1778251888-WhatsApp_Image_2026-05-08_at_21.48.01.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5643930/original/041963200_1778250814-1001236724.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2877129/original/012648500_1565279485-BORGOL-Ridlo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5640586/original/075370900_1778245189-1000760856.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5640432/original/090538200_1778244946-1001236049.jpg)

