
Bola.net - Hasil kurang memuaskan tersaji pada leg pertama semifinal Coppa Italia 2025/2026 antara Como dan Inter Milan. Laga di Giuseppe Sinigaglia Stadium, Rabu (04/03/2026) dini hari WIB, berakhir tanpa gol.
Skor 0-0 memang membuat peluang kedua tim tetap terbuka jelang leg kedua. Namun, jalannya pertandingan menyisakan cerita berbeda bagi tuan rumah.
Como tampil berani dan mampu menahan dominasi Inter yang dalam beberapa musim terakhir begitu kuat di kompetisi domestik. Bahkan, tim asuhan Cesc Fabregas menciptakan peluang-peluang yang membuat publik tuan rumah sempat menahan napas.
Sementara Inter hanya mencatatkan satu tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan. Fakta itu membuat Fabregas merasa hasil imbang ini belum sepenuhnya adil bagi timnya.
Peluang Emas Terbuang, Fabregas Nilai Como Pantas Cetak Gol

Sejak awal laga, kedua pelatih membuat keputusan taktis yang cukup mengejutkan. Inter hanya menurunkan satu penyerang tengah, sementara Como memilih memainkan Nico Paz sebagai false 9 dalam sebagian besar pertandingan.
Pendekatan tersebut membuat Como lebih fleksibel dalam membangun serangan. Mereka bahkan sempat mengancam lewat peluang Mergim Vojvoda dan terutama kesempatan emas Alex Valle dari jarak sekitar lima meter yang gagal berbuah gol.
Di sisi lain, Inter mendapatkan peluang terbaik melalui Matteo Darmian yang sepakannya dari sudut sempit membentur tiang gawang. Meski demikian, secara keseluruhan Como terlihat lebih mendekati gol dibandingkan tim tamu.
“Hasilnya memang seperti itu. Secara keseluruhan, saya merasa mungkin kami pantas mencetak gol, atau setidaknya lebih dekat untuk mencetak gol,” kata Fabregas kepada Sport Mediaset, via Football Italia.
Duel Taktik Ala Catur

Fabregas melihat pertandingan ini sebagai adu strategi tingkat tinggi. Ia menilai Inter sampai harus mengubah pendekatan mereka demi meredam kekuatan Como.
Menurutnya, duel di lapangan berjalan sangat taktis dan penuh perhitungan. Kedua tim saling menutup ruang dan meminimalkan risiko kesalahan.
Menghadapi tim yang disebutnya sebagai yang paling dominan di Serie A, Como tetap berani memainkan gaya yang mereka inginkan. Soliditas lini belakang dan disiplin organisasi permainan menjadi kunci utama.
“Ini seperti pertandingan catur, sangat taktis, di mana melawan tim paling dominan di Serie A, kami memainkan permainan yang kami inginkan. Kami solid, memiliki dua atau tiga peluang bagus, dengan Alex Valle di mana tampaknya lebih sulit untuk gagal mencetak gol daripada mencetak gol, tetapi hal-hal seperti ini terjadi," tuturnya.
Rasa Pahit Fabregas: Como Layak Menang

Meski menghormati kualitas Inter, Fabregas tidak menutupi rasa kecewanya. Ia menilai performa anak asuhnya sudah cukup untuk membawa pulang kemenangan tipis.
Inter yang dalam lima tahun terakhir mendominasi sepak bola Italia justru kesulitan mengembangkan permainan. Statistik tembakan tepat sasaran yang nihil menjadi bukti efektivitas pertahanan Como.
Fabregas mengakui hasil imbang ini menjaga asa kedua tim tetap hidup. Namun, ia merasa ada peluang besar yang terlewat untuk mencuri keunggulan sebelum leg kedua.
“Inter telah mendominasi sepak bola Italia dalam lima tahun terakhir, tetapi mereka hanya memiliki satu tembakan ke gawang hari ini. Ini meninggalkan sedikit rasa pahit di mulut kami, karena kami merasa setidaknya kami bisa menang 1-0," klaim Fabregas.
Klasemen Liga Italia
(Football Italia)
Baca Juga:
- Hasil Como vs Inter: Terkunci 0-0 di Sinigaglia, Nerazzurri Bawa Modal ke Meazza
- Peringatan Zielinski Jelang Como vs Inter Milan: Awas Masterclass Fabregas!
- Como vs Inter: Fabregas Belajar Bodo/Glimt untuk Taklukkan Nerazzurri
- 5 Pelajaran Penting untuk AC Milan Usai Duel Lawan Como: Scudetto Kian Menjauh?
- Pelukan Penuh Arti Rafael Leao untuk Maignan di Laga Milan vs Como
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Spanyol 21 Juli 2026 20:00Michael Olise Masih Aman di Bayern Munchen, Real Madrid Mundur
-
Liga Inggris 21 Juli 2026 19:00Marcus Rashford Ikut Tur Pramusim Manchester United di Irlandia
-
Liga Inggris 21 Juli 2026 18:183 Cara Xabi Alonso Memaksimalkan Morgan Rogers di Chelsea
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 21 Juli 2026 22:29FIFA Hapus Kartu Merah Leandro Paredes di Final Piala Dunia 2026
BERITA LAINNYA
-
italia 21 Juli 2026 16:48Juventus Rilis Jersey Tandang 2026-2027, Warna Pink Ikonik Kembali
-
italia 21 Juli 2026 15:10Juventus Minta Emiliano Martinez Paksa Pergi dari Aston Villa
-
italia 18 Juli 2026 18:00Randal Kolo Muani Sulit, Juventus Beralih ke Striker Asal Brasil Ini
SOROT
-
Liputan6 21 Juli 2026 22:44Kronologi Kebakaran Gedung Djakarta Theater
-
Liputan6 21 Juli 2026 22:17Ledakan Rumah Mewah di Medan: Korban Terakhir Ditemukan
-
Liputan6 21 Juli 2026 21:14Megawati: Kudatuli Simbol Ketidakadilan
-
Liputan6 21 Juli 2026 20:47Fakta Baru Mayat Pria Mengapung di Bakauheni
-
Liputan6 21 Juli 2026 20:35Prabowo Tunjuk 5 Pejabat Baru BGN, Ketut Sumedana Jadi Deputi Pengawasan
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303578/original/029822600_1784648668-WhatsApp_Image_2026-07-21_at_22.22.05.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303568/original/084225500_1784647002-87853a60-7024-430f-967d-d897bb478cea.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303561/original/020896900_1784645389-IMG_5803.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303525/original/018798800_1784639971-IMG_9409.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303541/original/046071900_1784641635-1001484373.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303539/original/039229800_1784640967-IMG_3166.jpeg)
