Dari Tumbangnya Jay Idzes Hingga Perburuan Tiket UCL yang Memanas, Ini 6 Pelajaran Dari Duel Sassuolo vs Milan

Dari Tumbangnya Jay Idzes Hingga Perburuan Tiket UCL yang Memanas, Ini 6 Pelajaran Dari Duel Sassuolo vs Milan
Duel Armand Lauriente vs Fikayo Tomori di laga Sassuolo vs AC Milan, Minggu (03/5/2026). (c) Gianni Santandrea/LaPresse via AP

Bola.net - Milan kembali menelan pil pahit saat bertandang ke markas Sassuolo pada pekan ke-35 Liga Italia 2025/2026. Duel di Mapei Stadium, Minggu (03/05/2026) malam WIB, berakhir dengan kekalahan 0-2 untuk Rossoneri.

Gol cepat Domenico Berardi di menit kelima langsung mengguncang mental tim tamu. Situasi makin rumit ketika Fikayo Tomori harus meninggalkan lapangan lebih cepat di menit ke-23.

Unggul jumlah pemain, Sassuolo semakin leluasa mengontrol permainan sepanjang laga. Armand Lauriente kemudian memastikan kemenangan tuan rumah lewat gol di awal babak kedua.

Hasil ini membuat posisi Milan di empat besar kembali goyah. Alih-alih menjauh dari kejaran rival, mereka justru kini berada dalam tekanan besar di sisa musim.

Berikut enam pelajaran dari pertandingan tersebut.

Kecerobohan Tomori yang Merugikan Milan

Kecerobohan Tomori yang Merugikan Milan

Fikayo Tomori, berebut bola dengan Pio Esposito, dalam laga Serie A antara AC Milan melawan Inter Milan, Minggu (8/3/2026) (c) AP Photo/Luca Bruno

Laga sebenarnya masih terbuka bagi Milan meski tertinggal cepat di awal pertandingan. Namun semuanya berubah drastis setelah Fikayo Tomori menerima kartu merah di menit ke-23.

Bek asal Inggris itu mendapatkan dua kartu kuning dalam waktu singkat. Pelanggaran pertamanya dinilai wajar, tetapi keputusan kedua justru menjadi sorotan besar.

Dalam situasi serangan balik, Tomori tetap nekat melakukan tekel dari belakang meski sudah mengantongi kartu kuning. Keputusan tersebut membuat Milan harus bermain dengan 10 orang hampir sepanjang pertandingan dan membuat mereka berada dalam kesulitan.

Yang jadi pertanyaan tentu adalah mengapa Tomori nekat untuk melakukan aksi berisiko meski sudah terkena kartu kuning. Ini bukan pertama kalinya pemain Inggris itu membuat keputusan jelek dan tampaknya ia tak pernah belajar dari pengalaman.

Pertandingan Selanjutnya
Serie A Serie A | 9 Mei 2026
Torino Torino
01:45 WIB
Sassuolo Sassuolo
Serie A Serie A | 11 Mei 2026
AC Milan AC Milan
01:45 WIB
Atalanta Atalanta

Tanpa Modric, Kendali Lini Tengah Hilang

Tanpa Modric, Kendali Lini Tengah Hilang

Luka Modric mengalami cedera di laga AC Milan vs Juventus, Senin (27/04/2026). (c) Spada/LaPresse via AP Photo

Absennya Luka Modric ternyata memberikan dampak yang jauh lebih besar dari perkiraan. Milan terlihat kesulitan mengontrol permainan sejak menit awal.

Ardon Jashari yang dipercaya mengisi lini tengah gagal menunjukkan performa meyakinkan, demikian juga Samuele Ricci. Distribusi bola kerap terputus dan transisi permainan berjalan lambat.

Kurangnya kontrol ini berkontribusi langsung pada gol pembuka Sassuolo. Selain itu, Milan juga kesulitan membangun serangan yang rapi sepanjang laga.

Ricci yang masuk di babak kedua pun tidak mampu mengubah situasi. Lini tengah Milan terlihat kehilangan arah tanpa sosok berpengalaman seperti Modric.

Lini Serang Milan Masih Tumpul

Lini Serang Milan Masih Tumpul

Aksi Rafael Leao di laga AC Milan vs Juventus, Senin (27/04/2026). (c) Spada/LaPresse via AP Photo

Masalah lama Milan di lini depan kembali terlihat jelas dalam laga ini. Sepanjang pertandingan, mereka kesulitan menciptakan peluang berbahaya.

Rafael Leao memang sempat mendapatkan peluang emas, tetapi itu lebih karena kesalahan lawan. Secara keseluruhan, serangan Milan terlihat tidak terorganisir.

Christopher Nkunku gagal memberi dampak signifikan di lini depan. Sementara itu, Christian Pulisic dan Santiago Gimenez juga tampak kesulitan menemukan ritme permainan.

Statistik semakin mempertegas masalah ini. Milan hanya mencatatkan expected goals (xG) sebesar 0,27, salah satu yang terendah sejak beberapa tahun terakhir.

Tumbangnya Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes

Tumbangnya Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes

Pemain Fiorentina Manor Solomon (kanan) berduel dengan pemain Sassuolo Jay Idzes pada laga Serie A/Liga Italia antara Fiorentina vs Sassuolo di Florence, Italia, Minggu, 26 April 2026 (c) Massimo Paolone/LaPresse via AP

Di sisi Sassuolo, kabar kurang menyenangkan datang dari Jay Idzes. Bek asal Indonesia itu harus meninggalkan lapangan lebih cepat karena cedera.

Idzes sebenarnya tampil solid di awal laga bersama Tarik Muharemovic. Ia sempat mencatat beberapa aksi bertahan penting sebelum akhirnya tumbang di menit ke-40.

Cedera tersebut diduga terjadi setelah ia mendarat dengan posisi yang kurang baik. Kondisi ini membuat staf pelatih Sassuolo cukup cemas.

"Ia mendarat dengan buruk saat melompat, mengalami cedera tumit, dan kemudian meminta untuk diganti. Saya harap itu bukan sesuatu yang serius," ungkap Fabio Grosso.

Fans Mulai Geram, Milan Harus Tetap Tenang

Fans Mulai Geram, Milan Harus Tetap Tenang

Para suporter AC Milan bersorak pada laga Serie A/Liga Italia antara AC Milan vs Udinese di Milan, Italia, Sabtu, 11 April 2026 (c) AP Photo/Antonio Calanni

Tekanan tidak hanya datang dari hasil di lapangan, tetapi juga dari tribune penonton. Fans Milan kini mulai menunjukkan ketidakpuasan mereka secara terbuka.

Jika sebelumnya hanya Rafael Leao yang menjadi sasaran kritik, kini seluruh tim ikut terkena imbasnya. Situasi ini terlihat jelas usai laga.

Milanisti tampak melontarkan ejekan dan cemoohan pada skuad Milan. Hal ini sampai membuat Mike Maignan harus buru-buru meminta rekan-rekannya agar segera masuk ke ruang ganti pemain.

Jelasnya tekanan pada Milan kini makin berat dengan munculnya kekecewaan para Milanisti itu. Namun skuad Rossoneri tak boleh goyah dan harus tetap tenang dan fokus menghadapi tiga pertandingan tersisa.

Tiket Liga Champions Kini di Ujung Tanduk

Tiket Liga Champions Kini di Ujung Tanduk

Penyerang AC Milan, Niclas Fullkrug berebut bola dengan bek Juventus, Lloyd Kelly di lanjutan Serie A, 27 April 2026. (c) Alessio Morgese/LaPresse via AP

Kekalahan dari Sassuolo membuat posisi Milan di empat besar tidak lagi aman. Mereka kini hanya unggul tipis dari para pesaing di bawahnya.

Dengan tiga laga tersisa, Rossoneri masih membutuhkan enam poin untuk mengamankan tiket Liga Champions. Namun situasi bisa berubah dengan cepat tergantung hasil tim lain.

Milan kini hanya terpaut dua angka dari Juventus yang ada di posisi empat. Lalu mereka hanya unggul lima poin saja atas Como yang ada di posisi kelima.

Jika Roma meraih kemenangan di laga berikutnya, jarak poin bisa semakin menipis jadi tiga angka saja. Jika skenario terburuk terjadi, Milan bisa terlempar dari empat besar.

Ancaman ini semakin nyata mengingat performa Milan yang belum stabil. Mereka kini tidak punya banyak ruang untuk kesalahan di laga yang tersisa di musim ini yakni melawan Atalanta, Genoa, dan Cagliari.