FOLLOW US:


Lukaku Tidak Diperlakukan Adil Selama di Manchester United, Sepakat?

20-11-2020 02:30

 | Yaumil Azis

Lukaku Tidak Diperlakukan Adil Selama di Manchester United, Sepakat?
Bomber Inter, Romelu Lukaku membobol gawang Sevilla dalam partai final Liga Europa 2019-20, Sabtu (22/8/2020) © Pool Getty via AP Photo

Bola.net - Roberto Martinez jadi salah satu sosok yang senang melihat Romelu Lukaku bangkit kembali. Bos Timnas Belgia tersebut merasa kalau anak asuhnya tidak diperlakukan secara adil saat memperkuat Manchester United.

Seperti yang diketahui, Lukaku pernah mengenakan seragam merah kebanggaan Manchester United selama dua musim, terhitung dari tahun 2017 hingga 2019. Pencapaiannya selama di Old Trafford tidak bisa dikatakan buruk.

Lukaku berhasil mengantongi total 42 gol dari 96 penampilan di semua kompetisi. 15 golnya didapatkan di musim terakhir sebelum memutuskan untuk hengkang. Dan pada musim itu, Lukaku mendapatkan banyak sorotan.

Kritikan bertubi-tubi menghantamnya. Ia dianggap sebagai salah satu biang keladi atas torehan buruk yang diraih oleh Manchester United. Kritikan tersebut baru berhenti setelah Lukaku memutuskan pindah ke Inter Milan.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

1 dari 2

Diperlakukan Secara Tidak Adil

Tidak seperti kebanyakan orang, Martinez sama sekali tak ragu dengan kualitas penyerang berusia 27 tahun tersebut. Malah sebaliknya, ia menganggap kalau publik memperlakukan anak asuhnya itu secara tidak adil.

"Anda bisa melihat dia melalui banyak fase, momen yang baik, yang buruk, tapi apa yang saya lihat dari Romelu adalah dia tidak pernah kehilangan kualitasnya yang luar biasa yakni mencetak gol," ujar Martinez kepada talkSPORT.

"Sekarang kita bisa lihat kedewasaan dalam permainannya. Waktu dia di Manchester United, dia sangat ingin meraih trofi dan memikul banyak tanggung jawab di pundaknya, mungkin sering banyak disalahkan secara tidak adil di mata saya."

2 dari 2

Mencapai Puncak Kedewasaan

Lukaku bergabung dengan Inter Milan pada tahun 2019 lalu. Bisa dikatakan, kalau dia adalah salah satu faktor mengapa Nerazzurri bisa finis di peringkat ke-2 klasemen akhir Serie A dengan selisih satu poin dari sang juara, Juventus.

Pada musim perdananya, Lukaku berhasil mempersembahkan total 34 gol dari 51 penampilannya. Konsistensinya dalam menjebol gawang lawan tidak berkurang, di mana dirinya sudah mencetak tujuh gol dari tujuh penampilan musim ini.

"Pindah ke Italia, dia berada di tengah proyek baru, dia telah mengambil tanggung jawab tersebut dan kesulitan yang dia alami selama di Inggris dengan cara yang baik. Pemain yang kami lihat sekarang adalah pemain yang berada di puncak kedewasaannya," tutup Martinez.

Dengan performa gemilangnya, Lukaku diyakini bakalan kembali diturunkan saat Inter Milan menjalani laga lanjutan Serie A akhir pekan ini. Klub asuhan Antonio Conte tersebut akan bertemu dengan Torino di markasnya, Giuseppe Meazza.

(Goal International)