Sejarah Baru, Como Lolos Liga Champions untuk Pertama Kali!

Sejarah Baru, Como Lolos Liga Champions untuk Pertama Kali!
Selebrasi pemain Como usai mengalahkan Hellas Verona di Serie A, 10 Mei 2026 dan memastikan tiket ke Eropa musim depan. (c) Paola Garbuio/LaPresse via AP

Bola.net - Como memastikan tiket Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub setelah menang 4-1 atas Cremonese pada pekan terakhir Serie A. Hasil itu sekaligus mengirim Cremonese turun ke Serie B musim depan.

Tim asuhan Cesc Fabregas datang ke laga dengan tekanan besar karena wajib menang sambil menunggu hasil tim lain. Situasi akhirnya berpihak kepada Como setelah AC Milan kalah 1-2 dari Cagliari.

Kemenangan di kandang Cremonese membuat Como finis di posisi empat klasemen akhir Serie A. Mereka sukses menyalip Milan dan mengamankan tempat terakhir di Liga Champions.

Sementara itu, laga terakhir musim ini juga menghadirkan drama lain dalam persaingan papan atas. Juventus dipastikan gagal lolos ke Liga Champions meski pertandingan derby melawan Torino sempat ditunda.

Como Langsung Menguasai Pertandingan

Como Langsung Menguasai Pertandingan

Momen selebrasi gol Martin Baturina dalam laga Serie A antara Como vs Pisa di Stadio Giuseppe Sinigaglia, 22 Maret 2026 (c) Antonio Saia/LaPresse via AP

Cremonese menjalani laga penting ini dalam kondisi sulit. Beberapa pemain absen karena cedera dan gangguan sakit, termasuk Warren Bondo, Martin Payero, serta Faris Moumbagna.

Masalah tuan rumah bertambah setelah Youssouf Maleh mengalami cedera otot pada menit-menit awal pertandingan. Marco Giampaolo terpaksa melakukan pergantian cepat.

Di sisi lain, Como tampil lebih efektif sejak awal laga. Assane Diao lebih dulu mengancam sebelum Jesus Rodriguez memanfaatkan bola liar hasil sapuan buruk Giuseppe Pezzella untuk membuka keunggulan.

Keunggulan itu membuat Como bermain lebih percaya diri. Cremonese kesulitan keluar dari tekanan sepanjang babak pertama.

Babak Kedua yang Dramatis

Como menggandakan keunggulan tidak lama setelah jeda. Kali ini Jesus Rodriguez memberi assist kepada Tasos Douvikas yang menuntaskan peluang di tiang jauh.

Namun, Cremonese sempat memperkecil ketertinggalan lewat penalti Federico Bonazzoli. Hadiah penalti diberikan setelah Jacobo Ramon menjatuhkan Jamie Vardy di kotak terlarang.

Ketegangan meningkat ketika VAR memanggil wasit untuk meninjau pelanggaran Matteo Bianchetti terhadap Douvikas. Wasit akhirnya memberikan penalti kepada Como dalam keputusan yang memicu protes keras dari kubu tuan rumah.

Situasi memanas di pinggir lapangan. Milan Djuric, David Okereke, dan Alberto Grassi mendapat kartu merah karena protes, sebelum Lucas Da Cunha mencetak gol ketiga dari titik putih.

Da Cunha Pastikan Kemenangan Como

Setelah unggul dua gol, Como semakin nyaman mengendalikan pertandingan. Cremonese yang bermain dengan tekanan besar mulai kehilangan organisasi permainan.

Lucas Da Cunha kemudian menambah gol keempat lewat tendangan keras mendatar ke tiang dekat. Kiper Cremonese sempat mengantisipasi arah bola ke sisi jauh, tetapi gagal menjangkau tembakan tersebut.

Como sebenarnya sempat mencetak gol lagi melalui Sergi Roberto. Namun, gol itu dianulir karena Alvaro Morata sudah berada dalam posisi offside saat memberi assist.

Skor 4-1 bertahan hingga pertandingan selesai. Hasil itu menjadi kemenangan paling penting Como sepanjang musim ini.

Nestapa Milan dan Juventus

Beberapa saat setelah laga berakhir, kabar kekalahan Milan di San Siro memastikan posisi Como di empat besar. Rekor head-to-head membuat hasil Juventus sudah tidak lagi berpengaruh.

Sebelumnya, Como memang membutuhkan bantuan hasil dari pertandingan lain. Mereka wajib menang sambil berharap salah satu dari Milan atau Roma kehilangan poin.

Roma akhirnya berhasil menang atas Hellas Verona dan mengunci posisi tiga besar. Namun, kekalahan Milan membuat Como sukses merebut slot Liga Champions terakhir.

Sementara itu, Juventus harus puas tampil di Liga Europa musim depan setelah bermain imbang 2-2 melawan Torino. Derby melawan Torino bahkan sempat ditunda satu jam karena alasan keamanan setelah bentrokan suporter menyebabkan seorang pendukung dibawa ke rumah sakit.