FOLLOW US:


Seni Bertahan Italia Membuat De Ligt Tergoda Pindah ke Juventus

18-07-2019 19:01
Seni Bertahan Italia Membuat De Ligt Tergoda Pindah ke Juventus
Matthijs De Ligt © Juventus.com

Bola.net - Defender anyar Juventus Matthijs De Ligt mengaku ia memilih pindah ke Turin karena ia tertarik dengan seni bertahan ala Italia.

Teka-teki terkait masa depan De Ligt akhirnya terjawab. Bek asal Belanda itu resmi meninggalkan Ajax Amsterdam demi pindah ke Juventus.

Sebelumnya bek berusia 19 tahun ini kerap dikaitkan dengan Barcelona. Demikian juga dengan klub Premier League seperti Manchester United dan Manchester City, plus raksasa Ligue 1, PSG.

Ia dibeli oleh Juve dengan bandrol 85,5 juta euro. Rinciannya, 75 juta euro yang akan dicicil selama lima tahun dan bonus mencapai 10,5 juta euro.

Ia sudah menjalani tes medis pada hari Rabu (17/07) kemarin. Ia kemudian diperkenalkan secara resmi sebagai pemain anyar Bianconeri pada Kamis (18/07).

De Ligt akhirnya angkat bicara terkait keputusannya memilih pindah ke Juve dibanding ke klub lain. Ia mengaku terkesan dengan cara bertahan yang dipraktekkan klub-klub di Italia.

1 dari 2

Seni Bertahan ala Italia


"Saya bermain selama 10 tahun di sektor yunior dan tiga di tim utama, tetapi sayangnya saya harus mengambil langkah maju sekarang," katanya kepada Ajax TV.

De Ligt menambahkan, ia selama ini banyak belajar bertahan dari pemain negeri Spaghetti tersebut. Di antaranya dari para legenda AC Milan seperti Paolo Maldini, France Baresi dan Alessandro Nesta.

“Saya selalu terpesona oleh seni bertahan Italia. Banyak pemain yang saya idolakan adalah pemain asal Italia: Maldini, Baresi, Nesta, Cannavaro, Scirea ... Saya bisa melanjutkannya," tutur De Ligt.

2 dari 2

Sedih

De Ligt mengaku ia sebenarnya cukup berat hati meninggalkan klub yang selama ini membesarkannya, Ajax Amsterdam. Namun ia merasa saat ini adalah saat yang tepat baginya untuk berganti klub. Namun ia juga memberikan isyarat bisa saja balik ke Amsterdam Arena suatu saat nanti.

“Saya jatuh cinta dengan bagaimana klub-klub Italia bertahan. Bagi saya, sedih meninggalkan Ajax. Saya mengalami saat-saat indah dan sangat buruk," tuturnya.

“Rasanya seperti berada di rollercoaster, tetapi selalu ada waktu dalam hidup kita ketika kita harus berpisah," sambungnya.

"Saya akan merindukan semua orang. Tetapi tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan," tandasnya.