FOLLOW US:


3 Gejala Baru Seseorang Terinfeksi Virus Corona, Apa Saja?

25-03-2020 10:14

 | Asad Arifin

3 Gejala Baru Seseorang Terinfeksi Virus Corona, Apa Saja?
Sakit tenggorokan © Christian Dorn/Pixabay

Bola.net - Virus corona kini tengah mewabah di Indonesia. Virus yang punya nama lain Covid19 tergolong berbahaya. Sebab, gejala awalnya hampir sama dengan sakit flu biasa tetapi kelamaan bakal sangat berbahaya jika tidak ditangani dengan tepat.

Virus Corona memiliki gejala yang hampir sama dengan penyakit flu pada umumnya. Gejala yang dapat ditimbulkan dari virus Corona, seperti batuk kering, demam, hingga sesak napas.

Penderita bisa dikatakan positif atau tidak mengidap COVID-19 setelah 14 hari merasakan gejala terinfeksi virus Corona.

Gejala infeksi virus Corona yang lebih serius, yakni mengalami pneumonia.

Pneumonia adalah kondisi cairan atau nanah yang menginfeksi paru-paru dan mengalami sesak napas, batuk berdahak, demam, hingga menggigil.

Menurut laporan dari Journal of American Medical Association, sebanyak 98 persen penderita COVID-19 mengalami demam, 76 sampai 82 persen batuk kering, dan 11 sampai 44 persen mengalami kelelahan.

Belakangan ini, ada gejala lain seseorang terpapar virus Corona.

Dilansir dari Daily News, pebasket NBA, Rudy Gobert, dinyatakan positif terinfeksi virus Corona dengan memperlihatkan gejala lain, yaitu kehilangan fungsi indra penciuman dan perasa.

Bola.com telah merangkum dari berbagai sumber, terkait tiga gejala yang dianggap baru, ketika seseorang terpapar virus Corona, Selasa (24/3/2020).

1 dari 3

1. Kehilangan Fungsi Indra Penciuman

Baru-baru ini dokter menemukan gejala lain. Penderita yang terindikasi terinfeksi virus Corona kehilangan fungsi indra penciuman.

Dilansir dari New York Post, kehilangan kemampuan mencium bau menjadi tanda peringatan penting seseorang terpapar pada virus Corona.

Gejala ini tidak ditunjukkan oleh pasien COVID-19 sebelumnya.

Di Jerman, hampir dua pertiga penderita COVID-19 melaporkan kehilangan indra penciuman mereka, sementara di Korea Selatan hampir sepertiga dari positf COVUD-19.

Gejala kehilangan indra penciuman terjadi pada orang muda yang tidak memiliki gejala signifikan, seperti batuk dan demam.

Rudy Gobert, pemain Jazz Utah, termasuk yang mengalami gejala kehilangan fungsi indra penciuman.

Rudy Gobert kehilangan fungsi penciuman selama empat hari terakhir sebelum dinyatakan positif terinfeksi virus Corona.

Dalam istilah medis kehilangan fungsi penciuman disebut anosmia atau hyposmia, kini menjadi catatan khusus terkait COVID-19 di seluruh dunia.

2 dari 3

2. Kehilangan Fungsi Indra Perasa

Kehilangan rasa dianggap sebagai gejala baru terkait kemungkinan terinfeksi virus Corona. Menurut Daily News, kehilangan fungsi indra perasa telah menjadi bukti anekdotal dalam tes skrining pada penderita virus Corona.

Otoritas kesehatan Inggris telah mengidentifikasi kehilangan fungsi indra penciuman sebagai gejala potensial dari seseorang terpapar virus Corona.

Sementara menurut Academy of Otolaryngology Head and Neck Surgery/AAO-HNS Alexandria, Virginia, dysgeusia menjadi satu di antara gejala baru COVID-19.

Di Jerman, hampir 70 persen penderita yang terinfeksi COVID-19 kehilangan fungsi indra perasa dalam beberapa hari.

3 dari 3

3. Gangguan Pendengaran

Dilansir dari New York Post, seorang wanita di Amerika berusia 20 tahun bernama Julia Buscaglia mengalami gejala gangguan pendengaran sebelum dinyatakan positif COVID-19.

Selan itu, Julia Buscaglia mengalami kesakitan ketika bangun, seperti kepala berdebar, telinga berdenyut, dan tenggorokan terasa seperti terbakar.

Sumber: Bola.com - 23 Maret 2020

Penulis: Alfi Yuda/Editor: Aning Jati