
Bola.net - Lempar lembing merupakan cabang olahraga atletik yang populer dan unik. Pasalnya olahraga ini menggunakan tongkat lembing berukuran sekitar 4 meter sebagai alatnya.
Menurut Persatuan Atletik Seluruh Indonesia atau PASI (1988:43), lempar lembing adalah salah satu olahraga cabang atletik yang menggunakan alat bulat panjang berbentuk tombak dengan melempar sejauh-jauhnya.
Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) terdiri atas dua kata. yakni 'lempar' dan 'lembing'. 'Lempar’ artinya membuang jauh-jauh, sedangkan 'lembing' adalah tombak tohok atau tombak kayu yang memiliki ujung berlapis logam yang digunakan untuk olahraga.
Dalam pelaksanaannya, lempar lembing memiliki desain lapangan khusus dan standar peralatan tertentu yang telah ditetapkan. Artikel ini akan membahas ukuran lapangan, peralatan, dan sistem penilaian lempar lembing. Berikut penjelasannya Bolaneters!
Ukuran Lapangan Lempar Lembing

Lapangan lempar lembing memiliki tiga bagian yakni lintasan (jalur) awalan, sudut lemparan, dan sektor lemparan. Berikut penjelasannya:
- Lintasan awalan, panjang lintasan awalan lapangan minimal 30 meter dan maksimal 36,5 meter. Dengan lebar lintasan 4 meter dan tebal garis batas 5 cm. Lintasan awalan ini adalah area yang digunakan untuk berlari sebelum atlet melemparkan lembing
- Sudut lemparan, adalah area untuk melempar lembing setelah berlari di jalur lintasan awalan. Jarak antara titik ancang dalam sudut lemparan dengan bibir busur yakni 8 meter. Sementara sudut dari garis poros tengah ke ujung pojok busur yakni 30 derajat. Pada lapangan sudut lemparan ini terdapat bibir busur yang merupakan garis akhir yang dilarang untuk dilewati oleh atlet.
- Sektor lemparan, lapangan berbentuk kerucut yang menjadi tempat mendarat lembing yang telah dilempar oleh atlet. Ukuran panjang sektor lemparan minimal 100 meter dan membentuk sudut 28,96 derajat.
Peralatan Lempar Lembing

Lembing adalah peralatan utama yang dibutuhkan untuk melakukan olahraga lempar lembing. Menurut Basoeki (2003:89) lembing adalah benda yang terdiri dari mata, badan, dan tali pegangan lembing.
Mata lembing terbuat dari metal, badan lembing terbuat dari kayu, bambu atau metal. Badan lembing yang terbuat dari metal biasa dipergunakan saat perlombaan resmi di tingkat nasional atau Internasional, namun dalam pendidikan hanya menggunakan bambu. Sementara tali lembing melilit pada titik pusat lembing.
Lembing yang digunakan oleh atlet putra harus memiliki berat 800 gram dengan panjang lembing sekitar 2.60 hingga 2.70 meter. Sementara untuk atlet putri menggunakan lembing dengan berat 600 gram dan panjang lembing sekitar 2.20 hingga 2.30 meter.
Perlengkapan lainnya yang biasa diperlukan saat atlet berkompetisi yakni disediakannya serbuk yang dapat digunakan agar tangan atlet untuk memegang lembing tidak lengket saat mengangkat hingga melemparnya.
Sistem Penilaian Lempar Lembing
Sistem penilaian lembing dilihat setelah lembing yang dilemparkan mendarat dengan kepala lembing terlebih dulu saat di dalam sektor pendaratan, titik tumbukan awal juga ditandai oleh juri menggunakan paku. Setelah itu dilakukan pengukuran dari penanda ke tepi bagian dalam dari titik tengah busur lempar. Pengukuran jarak ini akan ditarik garis lurus dan dibulatkan ke cm terdekat.
Namun terdapat beberapa persyaratan penilaian sehingga lemparan lembing yang dilempar dianggap sah:
- Lembing harus dipegang pada lilitan tali dan dilempar dari atas bahu dan bagian teratas lengan tangan.
- Lemparan dihitung tidak sah jika mata lembing tidak menggores terlebih dahulu pada area pendaratan.
- Lembing harus mendarat di area pendaratan dan memberi tanda pendaratan.
- Tidak diperbolehkan menggunakan alat bantu apapun untuk merekatkan tangan dengan lembing sehingga lemparan pada lembing menjadi lebih baik.
- Pelempar tidak diperbolehkan memotong salah satu jalur paralel saat melempar lembing.
- Lemparan dihitung tidak sah jika pelempar menyentuh garis lempar siku-siku dengan tubuh dari pelempar.
- Setelah lemparan lembing telah dilepaskan, pelempar tidak boleh memutar tubuhnya dan membelakangi area pendaratan.
- Pelempar tidak boleh meninggalkan jalur awalan sebelum lembing dilempar ke area pendaratan.
- Atlet memiliki waktu selama 1 menit untuk melakukan lempar lembing. Akan diberikan bendera kuning jika dalam 15 detik terakhir masih belum melemparkan lembing.
- Dilakukannya percobaan melempar dengan tiga hingga enam kali kesempatan saat kompetisi.
- Jika poin antar atlet berujung seri, maka perlu dilakukan lemparan sekali lagi untuk menentukan pemenang dengan lemparan terbaik.
- Wasit akan menentukan pemenang dari jarak yang terjauh serta lemparan yang sah.
Itu tadi merupakan ukuran lapangan, peralatan, serta bagaimana sistem penilaian terkait olahraga lempar lembing. Semoga artikel ini membantu dan bermanfaat Bolaneters!.
Ditulis oleh: Salsabila Kinanti (Mahasiswa Magang Universitas Brawijaya).
Advertisement
Berita Terkait
-
Lain Lain 23 April 2024 11:45Ukuran Lapangan Lempar Lembing, Peralatan, dan Sistem Penilaiannya
-
Lain Lain 23 April 2024 11:40Pengertian Lempar Lembing: Sejarah, Gaya, Teknik Dasar, dan Aturannya
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 20 September 2026 01:19Man of the Match Roma vs Inter: Lautaro Martinez
-
Liga Italia 20 September 2026 00:57Hasil Roma vs Inter: Comeback Nerazzurri Paksa Giallorossi Berbagi Angka
-
Liga Italia 20 September 2026 00:26Baru Saja Debut, Kiper Juventus Kamil Grabara Malah Alami Cedera ACL
-
Liga Spanyol 19 September 2026 23:59Link Live Streaming Sevilla vs Barcelona 20 September 2026
-
Liga Inggris 19 September 2026 23:355 Pelajaran Arsenal 0-3 Brighton: Malam Buruk The Gunners di Amex Stadium
-
Liga Inggris 19 September 2026 23:21Rapor Pemain Arsenal saat Kalah dari Brighton: Bruno Guimaraes dan Odegaard Melempem
BERITA LAINNYA
-
lain lain 17 September 2026 16:34Formasi Grooming 15 Menit Sebelum Date: Clean, Neat, Smell Good
-
lain lain 17 September 2026 09:0010 Jebolan La Masia di Skuad Utama Barcelona Musim 2026/2027: Dari Bek sampai Striker
-
lain lain 16 September 2026 15:00Streaming Asian Games 2026 Sepak Bola Putra: Kuda Hitam yang Bisa Mengejutkan di Vidio
-
lain lain 16 September 2026 12:28KapanLagi Pensi Bareng 2026 Sambangi SMAN 2 Tangsel, Hadirkan Pasming Based hingga SEEN
-
lain lain 16 September 2026 11:31Melihat Wajah Futuristik Jepang di Oasis 21
-
lain lain 16 September 2026 11:19Lagi Nonton Asian Games 2026, Jangan Lupa Kunjungi Salah Satu Kastil Tertua di Jepang!
SOROT
-
Liputan6 19 September 2026 23:00Zulhas Usul Kuliah di PTN Gratis, Prabowo Langsung Setuju
-
Liputan6 19 September 2026 18:36Puluhan Ribu Kapal Asing Ambil Ikan di Laut Indonesia, Prabowo Janji Urus Nelayan Lokal
-
Liputan6 19 September 2026 17:40B50 Sukses, Prabowo Ingin Buat Bensin dari Batu Bara
-
Liputan6 19 September 2026 17:15Prabowo Sebut Solar Langka di Dunia, Bersyukur Indonesia Tak Lagi Impor
-
Liputan6 19 September 2026 16:04Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia
-
Liputan6 19 September 2026 16:00Prabowo: Bangsa yang Tidak Kuat, Akan Diinjak-injak Bangsa Lain
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352703/original/006845200_1789833601-WhatsApp_Image_2026-09-19_at_22.37.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336605/original/020275700_1788167610-IMG-20260831-WA0130.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352579/original/041360800_1789808935-1000447202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302220/original/068100800_1784536790-Pidato_Prabowo_di_Sidang_Kabinet.jpg)

