
Bola.net - Gelandang klub FC Aarau, Sandro Wieser, mengaku menyesal tekelnya menyebabkan Gilles Yapi-Yapo cedera sangat parah sehingga karirnya di dunia sepakbola terancam tamat.
Seperti yang diberitakan sebelumnya dalam laga FC Aarau versus FC Zurich di Liga Swiss, Minggu (9/11) kemarin, Wieser membuat Yapi-Yapo mengalami cedera anterior dan interior cruciate ligaments, otot meniskus sobek, otot tendon tempurung lutut terkoyak dan cedera cukup parah pada tulang rawan kaki kanannya. Pemain asal Pantai Gading itu pun disebut bakal pensiun lebih cepat karena cedera-cedera tersebut.
Wieser sendiri langsung diberi kartu merah oleh wasit atas tekel tersebut. Pemain 21 tahun itu sempat membela diri dan mengatakan ia tak bersalah. Namun setelah menyadari bahwa aksinya itu menyebabkan sang lawan cedera parah, pemain asal Liechtenstein itu pun mengaku menyesali aksinya.
"Saya sangat menyesali hal tersebut. Saya sama sekali tak ada niatan (untuk membuatnya cedera). Saya memiliki banyak pengalaman dengan cedera dan saya tak berharap hal itu terjadi pada orang lain," tulis Wieser dalam akun Facebook-nya seperti dilansir The Independent.
Sementara itu, kubu FC Zurich sudah menyatakan mereka akan membawa kasus tekel tersebut ke pengadilan. Mereka akan menuntut pertanggung jawaban yang setimpal apabila Yapi-Yapo benar-benar harus pensiun lebih dini. (ind/dim)
Seperti yang diberitakan sebelumnya dalam laga FC Aarau versus FC Zurich di Liga Swiss, Minggu (9/11) kemarin, Wieser membuat Yapi-Yapo mengalami cedera anterior dan interior cruciate ligaments, otot meniskus sobek, otot tendon tempurung lutut terkoyak dan cedera cukup parah pada tulang rawan kaki kanannya. Pemain asal Pantai Gading itu pun disebut bakal pensiun lebih cepat karena cedera-cedera tersebut.
Wieser sendiri langsung diberi kartu merah oleh wasit atas tekel tersebut. Pemain 21 tahun itu sempat membela diri dan mengatakan ia tak bersalah. Namun setelah menyadari bahwa aksinya itu menyebabkan sang lawan cedera parah, pemain asal Liechtenstein itu pun mengaku menyesali aksinya.
"Saya sangat menyesali hal tersebut. Saya sama sekali tak ada niatan (untuk membuatnya cedera). Saya memiliki banyak pengalaman dengan cedera dan saya tak berharap hal itu terjadi pada orang lain," tulis Wieser dalam akun Facebook-nya seperti dilansir The Independent.
Sementara itu, kubu FC Zurich sudah menyatakan mereka akan membawa kasus tekel tersebut ke pengadilan. Mereka akan menuntut pertanggung jawaban yang setimpal apabila Yapi-Yapo benar-benar harus pensiun lebih dini. (ind/dim)
Advertisement
Berita Terkait
-
Open Play 4 November 2022 08:39Highlights Liga Europa: Kemenangan Kelima, Arsenal Bekuk FC Zurich 1-0
-
Liga Eropa UEFA 4 November 2022 07:45Gabriel Jesus Kurang Beruntung, Semoga Segera Lewat Ya!
-
Liga Inggris 4 November 2022 06:45Bikin Terkesan! Arsenal Sekarang Tahu Caranya Bangkit Setelah Kalah
LATEST UPDATE
-
Voli 6 Juni 2026 22:04Hasil Lengkap Pertandingan AVC Women's Volleyball Cup 2026
BERITA LAINNYA
-
liga eropa lain 14 Mei 2026 05:21Selamat! PSG Juara Ligue 1 untuk Kelima Kali Beruntun
-
liga eropa lain 12 Mei 2026 19:37Prediksi Lens vs PSG 14 Mei 2025
SOROT
-
Liputan6 6 Juni 2026 20:10CFD Rasuna Said Kembali Hadir Besok, Simak Keseruannya
-
Liputan6 6 Juni 2026 16:47DPO Anak Punk yang Tusuk Pedagang di Lampung Akhirnya Ditangkap
-
Liputan6 6 Juni 2026 15:31Kementerian ATR/BPN Kejar Sertifikasi 100 Persen Tanah Wakaf di 2028
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7423398/original/034099100_1780200717-CFD_Rasuna_Said.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG [Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/tITdedV3H-UtIN8YQVCvyxd8MBc=/673x379/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5084734/original/085391600_1736341642-20250108-Tjandra_Yoga_Aditama-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826784/original/062893300_1426130957-illustration111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7908606/original/011431000_1780739237-1001334760.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7906760/original/020408400_1780737353-Tenda_jemaah_haji_di_dekat_Jamarat__Mina__Makkah__Arab_Saudi.__Asnida_Riani_Liputan6.com_Media_Center_Haji_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5185504/original/083767400_1744433482-WhatsApp_Image_2025-04-12_at_09.58.00.jpeg)
