Jangan Lagi Tersingkir

Jangan Lagi Tersingkir

Bola.net - - Sudah dua kali Iran muncul sebagai partisipan Piala Dunia mewakili Asia yaitu di putaran final 1978 dan 1998. Namun sayangnya Negara Mullah ini selalu tersingkir di babak penyisihan grup. Di Tahun 2006 ini, kembali Iran mewakili Asia untuk berlaga di Piala Dunia Jerman. Iran berada bersama Angola, Meksiko, dan Portugal di Grup D. Tentunya Iran akan berusaha membayar kegagalan-kegagalan mereka pada seri Piala Dunia sebelumnya, meski dua tim terakhir merupakan tim yang akan menjadi batu sandungan Iran untuk lolos ke babak selanjutnya. Terlecut oleh keinginan itu Iran sangat berharap dapat memenangkan duel melawan Mexico yang akan di gelar di Frankenstadion - Nuremberg malam nanti. Bermodal materi yang didominasi pemain muda yang berada dalam masa emasnya, kekuatan Iran saat ini jauh lebih baik dibandingkan era 1978 dan 1998. Keuntungan lainnya, pemain-pemain Iran sebagian besar berada di Bundesliga, Jerman. Kondisi ini membuat anak-anak asuhan Branko Ivankovic akan bermain sedikit rileks dan tidak demam panggung lagi karena seperti bermain di "rumah sendiri". Sebagai kontestan yang kaya pengalaman yang telah tampil 12 kali dalam putaran final Piala Dunia, Meksiko menginginkan hasil yang maksimal pada perhelatan Piala Dunia kali ini. Bertengger di ranking ke-4 dunia serta pengalaman berlaga di Piala Dunia akan menjadi bekal yang baik bagi Meksiko. Ketajaman Borgetti diharapkan belum habis untuk bisa merobek gawang Iran yang dikawal Mirzapour. Kendati kiper Meksiko Oswaldo Sanchez tengah kembali ke negaranya karena kematian ayahnya, semifinalis yang mengejutkan dari Piala Konfederasi tahun lalu bertekad untuk melupakan kegagalan mereka di Piala Dunia lalu. Sementara Kapten Rafael Marquez, yang biasanya menjadi pemain tengah, diperkirakan akan pindah menjadi bek tengah untuk mengatur lini pertahanan Meksiko yang beberapa bulan terakhir ini kurang begitu kuat. Kiper Sanchez yang kembali ke Jerman pada Sabtu mengaku sangat ingin bermain dalam Piala Dunia pertamanya ini setelah menjadi seorang pemain pengganti yang tidak-bermain pada Piala Dunia 1998 dan 2002. Sementara Jared Borgetti, pencetak gol paling produktif pada timnas Meksiko, akan terhambat prestasinya itu menghadapi pertahanan yang rapat dari tim Iran. Faktor usia yang sudah menginjak kepala tiga mempengaruhi kelincahan dan kekuatan Borgetti kini. Sementara itu konfidensi Iran sedang tinggi. Hal ini disebabkan oleh lini tengah Iran yang bakal turun dengan kekuatan terbaik, sejalan dengan pulihnya Mehdi Mahdavikia dari cedera punggung, serta Ali Karimi dari cedera engkel. Keduanya adalah pemain Iran yang diperhitungkan di Liga Eropa. "Kami mempersiapkan diri dengan baik. Tidak terkalahkan dalam tiga kali uji coba yang kami lakukan adalah salah satu buktinya," yakin Ivankovic. Ali Daei (37), pemimpin pada lini penyerang, siap membuktikan ketidakbenaran atas berbagai kritik yang menyatakan bahwa ia sudah terlalu tua. Di atas kertas Meksiko akan bisa menaklukkan Iran dan difavoritkan akan lolos bersama Portugal ke babak selanjutnya. Namun jangan remehkan Iran, kejutan akan terjadi jika Iran dapat bermain agresif dan ngotot sejak menit-menit awal. Tentunya kini Iran telah bertekad untuk tidak tersingkir lagi pada babak penyisihan. Perkiraan tim: Meksiko: (5-3-2) 1-Oswaldo Sanchez; 3-Carlos Salcido, 14-Gonzalo Pineda, 4-Rafael Marquez, 5-Ricardo Osorio, 15-Jose Antonio Castro; 6-Gerardo Torrado, 7-Antonio Naelson, 8-Pavel Pardo; 9-Jared Borgetti, 10-Guillermo Franco. Pelatih: Ricardo Lavolpe Iran: (4-2-3-1) 1-Ebrahim Mirzapour; 13-Hossein Kaebi, 5-Rahman Rezaei, 4-Yahya Golmohammadi, 20-Mohammad Nosrati; 2-Mehdi Mahdavikia, 6-Javad Nekounam; 14-Andranik Teymoorian, 9-Vahid Hashemian, 8-Ali Karimi; 10-Ali Daei Pelatih: Branko Ivankovic Roberto Rosetti (Italia) Hakim garis: Cristiano Copelli (Italia), Alessandro Stagmoli (Italia)

Berita Terkait