Benarkah Vaksin HPV Bisa Sebabkan Mandul?

Benarkah Vaksin HPV Bisa Sebabkan Mandul?
Gambar ilustrasi Vaksin HPV (c) AI/ChatGPT

Bola.net - Isu lama kembali mencuat. Vaksin Human Papilloma Virus (HPV) yang diberikan pada anak perempuan disebut-sebut bisa menyebabkan kemandulan. Kabar tersebut membuat sebagian kalangan menolak vaksinasi HPV.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Aji Muhawarman, menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar.

"Itu hoaks lama," ujar Aji kepada Liputan6.com, Selasa (26/8/2025).

Aji memastikan vaksin HPV aman digunakan. Ia menjelaskan, memang ada reaksi lokal maupun umum yang muncul usai vaksinasi, namun sifatnya tidak berbahaya.

Reaksi lokal biasanya berupa kemerahan di area suntikan, sedikit bengkak, atau nyeri ringan. Kondisi ini umumnya terjadi sehari setelah vaksinasi dan bisa berlangsung hingga tiga hari. Sementara reaksi umum yang mungkin timbul adalah demam.

Tujuan Pemberian Vaksin HPV

Vaksinasi HPV bertujuan melindungi perempuan dari risiko kanker serviks akibat infeksi HPV. Tingkat keberhasilannya bahkan bisa mencapai 100 persen bila diberikan dalam dua dosis kepada anak perempuan berusia 9–13 tahun.

Komitmen Indonesia dalam pencegahan kanker serviks diwujudkan dengan memasukkan vaksinasi HPV ke dalam program imunisasi nasional sejak 2023.

Saat ini, tercatat sudah ada 135 negara yang menerapkan imunisasi HPV dalam program nasional mereka. Beberapa di antaranya adalah Malaysia, Singapura, Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis.

Di Indonesia, vaksin HPV diberikan sebanyak dua dosis untuk anak perempuan sebelum lulus SD/MI atau sederajat. Pemberian vaksin ini dilakukan dalam program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) setiap Agustus di sekolah-sekolah.

Disadur dari Liputan6: Supriatin, 26 Agustus 2025