Kokopi Malang: Kedai Kopi Markas Mahasiswa yang Tumbuh Berkat KUR BRI

Kokopi Malang: Kedai Kopi Markas Mahasiswa yang Tumbuh Berkat KUR BRI
Deretan jenis kopi yang dijual di Kokopi Malang. Transaksi di sana bisa dilakukan lewat QRIS BRI. (c) Asad Arifin

Bola.net - Hanya dipisahkan jalan selebar tiga meter dengan kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuat Kokopi Malang punya pengunjung setia. Banyak mahasiswa yang mampir, baik untuk mengerjakan tugas atau berkegiatan.

Pemandangan itu juga terlihat pada Jumat, 26 Juni 2026. Sekitar pukul 15.00 WIB, rombongan mahasiswa datang kafe di Jl. Karyawiguna No.79, Tunggulwulung, Kota Malang dan dengan cekatan mereka memasang kain hitam besar untuk menutup sebagian area yang ada di Kokopi Malang.

Hari itu, mahasiswa dari Fakultas Teknik sedang menggelar lomba esports. Begitu perangkat terpasang, satu per satu peserta lomba datang. Banyak dari mereka lantas memesan minuman maupun makanan yang disediakan oleh Kokopi Malang.

"Di sini memang sering dipakai kegiatan mahasiswa. Esports sering, baik itu e-football, PUBG, Mobile Legends, maupun esports lain. Bahkan, pernah ada lomba catur," kata Nano Firman Esa, Manajer Kokopi Malang.

Menurut Nano, Kokopi Malang memang dikonsep untuk bisa menggelar acara untuk mahasiswa maupun komunitas. Tema itu diambil untuk membuat Kokopi Malang berbeda dengan tempat 'ngopi' lain yang di wilayah Malang.

Para mahasiswa yang sedang melakukan kegiatan lomba esports di Kokopi Malang (c) Asad ArifinPara mahasiswa yang sedang melakukan kegiatan lomba esports di Kokopi Malang (c) Asad Arifin

Kokopi Malang menyediakan beberapa produk minuman dan makanan, baik mengandung kopi maupun tidak. Harga yang ditawarkan juga sangat bersahabat dengan kantong mahasiswa. Harga untuk menyewa tempat di sana juga diklaim terjangkau.

"Kita tahu kantong mahasiswa itu seperti apa. Intinya, mereka butuh tempat, kita butuh omzet. Asal mereka tidak membawa makanan dari ruang. Kalau mau sewa tempat, kita bisa ngobrol dulu soal harganya," ucap pria berusia 42 tahun tersebut.

Awwal Isryadul Ibad, salah satu pelanggan yang ditemui, mengakui sering menghabiskan waktu di Kokopi. Terkadang, dia datang hanya untuk menyeduh kopi. Namun, tak jarang juga dia datang untuk bermain gim dengan temannya.

"Kebetulan juga di sini ada banyak jenis kopi yang dijual. Ada kopi Dampit, Toraja, Flores, Aceh, dan banyak lagi. Harganya juga cocok dengan kaum 'mendang-mending' seperti saya. Segelas hanya Rp12 ribu," ucap Awwal sembari meneguk es kopi yang dipesannya.

Kokopi Malang Makin Berkembang Berkat KUR BRI

Kokopi Malang Makin Berkembang Berkat KUR BRI

Nano Firman Esa, Manajer Kokopi Malang (c) Asad Arifin

Kokopi Malang mulai beroperasi pada 2022 lalu, tepat ketika pandemi Covid-19 mereda. Saat itu, aktivitas di sekitar kampung mulai ramai. Situasi itu dilihat oleh Nano untuk membuka kedai kopi yang bisa dipakai untuk kegiatan mahasiswa.

Pada tahun pertamanya beroperasinya Kokopi Malang, Nano mengaku mengambil KUR BRI untuk menambah modal usaha. Saat itu, dia butuh tambahan dana untuk membeli sejumlah alat penunjang seperti alat untuk membuat kopi.

"Kami juga pakai untuk lengkapi perangkat sound system, kebutuhan untuk konten media sosial. Kita pakai untuk fasilitas agar tempat ini makin nyaman untuk berkumpul," kata pria yang juga pernah berusaha makanan beku tersebut.

Punya fasilitas yang lengkap, Kokopi Malang terus berkembang dan jadi pilihan mahasiswa, khususnya dari UMM, untuk berkegiatan. Mereka datang tidak hanya untuk minum kopi, tapi juga mengerjakan tugas dan membuat event.

"Banyak juga organisasi mahasiswa yang rapat di sini. Biasanya kan mereka ramai-ramai kalau datang. Jadi, kami melengkapi dengan fasilitas internal yang cukup cepat agar mereka merasa nyaman," kata Nano.

Pada tahun 2023, Nano mengambil pinjaman lewat KUR dengan nilai Rp25 juta. Tahun berikutnya, dia juga mengambil pinjaman senilai Rp20 juta. Pinjaman tahun kedua berakhir pada Mei 2025 lalu. Dia lantas mengambil KUR lagi untuk menambah fasilitas penunjang seperti meja, kursi, dan ekspansi menu.

BRI Dorong Peningkatan Kapasitas UMKM Lewat KUR

BRI Dorong Peningkatan Kapasitas UMKM Lewat KUR

Gambar ilustrasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI (c) Gambar dibuat AI/ChatGPT

Kokopi jadi bukti bahwa program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI membawa dampak positif bagi pelaku UMKM. Bukan hanya sekadar untuk membantu pemodalan, KUR juga bisa menjadi salah satu saran untuk bisa meningkatkan kapasitas usaha.

Regional Micro Banking Head BRI Region Malang, Tito Witarnawan, menyebut KUR menjadi wujud nyata dari komitmen BRI yang sejalan dengan 'astacita' pemerintah dalam memperkuat struktur ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong pemerataan pembangunan.

"Selain memperluas akses pembiayaan, BRI juga mendorong peningkatan kapasitas UMKM melalui berbagai program pemberdayaan. Upaya ini dilakukan agar pelaku usaha tidak hanya memperoleh modal, tetapi juga mampu mengelola usaha secara lebih baik dan berkelanjutan” ungkapnya.

Penyaluran KUR di wilayah kerja Regional Office BRI Malang hingga Maret 2026 didominasi oleh sektor pertanian dan perikanan serta perdagangan dengan porsi sebesar 47.29% dari total penyaluran. Total nilai yang sudah disalurkan mencapai Rp 5.557 T hingga Maret 2026, yang berikan kepada 117.387 debitur.

“Dengan strategi yang terfokus pada sektor produktif, BRI Regional Office Malang optimis dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat dan menjawab tantangan pembangunan inklusif di tingkat lokal," kata Tito Witarnawan.