
Bola.net - Jangan bingung ketika berkenalan dengan orang Thailand, tetapi mereka punya dua nama berbeda. Nama asli dan nama panggilan.
KLY Sports mencoba membagikan fakta dan alasan mengapa hal tersebut bisa terjadi saat meliput SEA Games 2025 di Thailand, Rabu (10/12/2025).
Ning menjadi salah satu orang yang pertama kali KLY Sports jumpai ketika tiba di Chiang Mai, Thailand. Ia merupakan resepsionis di hotel yang kami tinggali.
Dengan ramah Ning menyambut kami. Ia juga banyak memberikan bantuan kepada kami selama di Chiang Mai, mulai dari membagi informasi rekomendasi destinasi favorit hingga makanan yang enak di kota berjuluk Mawar dari Utara tersebut.
Ning sendiri memiliki nama asli Sasithorn Khenanan. Hal itu diungkapkan saat berkenalan dengan kami. Ia juga membagikan cerita mengapa kebanyakan orang Thailand punya dua nama berbeda.
Alasan yang Masuk Akal

Jika dilihat, kata Ning tak terdapat dalam nama Sasithorn Khenanan. Hal tersebut tentu tak umum terjadi apalagi di Indonesia.
Ning mengungkapkan bahwa nama itu didapatkan dari kedua orang tuanya. Ia memakai nama itu sejak kecil.
"(Nama) ini aku dapat dari orang tuaku. Aku diberi nama Ning oleh mereka sejak kecil," ungkap Ning.
Namun, alasan utama mengapa orang-orang Thailand memiliki dua nama adalah nama asli mereka terlalu panjang jika diucapkan untuk sapaan. Jadi, lebih mudah memanggil Ning daripada Sashitorn.
"Nama asli di sini (Thailand) panjang, hal itu tidak praktis ketika diucapkan," tambah Ning.
Ning juga menambahkan bahwa di dalam nama Thailand juga terkandung arti dan makna. Ia mengatakan bahwa nama Sasithorn berarti bulan, sementara Khenanan adalah nama pemberian.
"Dini kami punya arti dalam setiap nama. Nama pertamaku, Sasithorn berarti bulan. Sementara Khenanan adalah nama pemberian," tutup perempuan yang ramah tersebut.
Bisa Ganti Nama

Meski sebagai pemberian orang tua, nama tersebut bisa diubah. Hal itu diungkapkan Ning saat berbincang dengan bola.com
"Nama itu bisa diubah kok," ujar Ning
Perubahan nama biasanya terjadi setelah menikah. Selain itu, mereka bisa mengubah nama untuk nasib yang lebih baik. Sebagian besar orang Thailand masih percaya bahwa hidup mereka akan menjadi lebih baik dengan mengganti nama mereka.
"Nama biasanya akan berubah setelah kami menikah. Selain itu, kami juga percaya nama juga membawa keberuntungan. Jika kami sering bernasib buruk, mungkin kami harus mengganti nama kami," kata Ning sambil tertawa.
(Bola.net/Bagaskara Lazuardi)
Baca Juga:
- Update Klasemen Perolehan Medali SEA Games 2025 Thailand
- Alhamdulillah, Rendy Varera Persembahkan Medali Pertama Indonesia di SEA Games 2025
- Demi Fair Play, Pemain Vietnam Ogah Main Mata dengan Malaysia untuk Depak Indonesia U-22
- 3 Faktor Kekalahan Timnas Indonesia U-22 dari Filipina: PR Indra Sjafri Sangat Banyak
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 26 Januari 2026 00:42 -
Voli 26 Januari 2026 00:10 -
Liga Italia 25 Januari 2026 23:25 -
Liga Inggris 25 Januari 2026 23:09 -
Liga Inggris 25 Januari 2026 23:08 -
Liga Italia 25 Januari 2026 23:00
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
- Para Pemain yang Pernah Membela Chelsea dan Arsena...
- Pemain yang Diuntungkan dan Dirugikan dari Pemecat...
- 5 Klub Potensial untuk Xabi Alonso Setelah Pergi d...
- 5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane...
- 5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey A...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483288/original/073482700_1769357867-000_93XG7YK.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483285/original/058893000_1769356791-Screenshot_20260125_221700_Instagram.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482699/original/032773600_1769240464-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483246/original/046687900_1769348296-Longsor_Cisarua_Bandung_Barat.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482402/original/054602000_1769182507-lula_lahfah.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482931/original/031161800_1769293929-Kantong_jenazah_korban_terdampak_bencana_longsor_di_Pasirlangu__Cisarua__Kabupaten_Bandung_Barat.jpg)
