Dukungan BRI pada UMKM Kuliner Po Kang Lewat Layanan Transaksi Digital dan Diskon Khusus Bagi Pelanggan

Dukungan BRI pada UMKM Kuliner Po Kang Lewat Layanan Transaksi Digital dan Diskon Khusus Bagi Pelanggan
BRI memberi dukungan pada UMKM kuliner Po Kang di Kota Malang berupaya layanan digitalisasi pembayaran dan diskon khusus (c) Asad Arifin

Bola.net - Perkembangan industri kuliner di Indonesia terus bergerak dinamis seiring perubahan pola transaksi masyarakat yang semakin digital. Pelaku UMKM kini tidak hanya dituntut menghadirkan produk berkualitas, tetapi juga layanan pembayaran yang cepat dan praktis.

Kondisi tersebut juga dirasakan brand kuliner Po Kang yang terus berkembang di Kota Malang dan sejumlah daerah lain. Dukungan layanan transaksi digital dari BRI menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat pengalaman pelanggan di setiap outlet.

Pada Kamis (21/5) siang WIB, suasana ramai terlihat di salah satu outlet Po Kang yang berada di Jalan Bodowoso No. 34, Gading Kasri, Kota Malang. Sejumlah mahasiswa memanfaatkan waktu makan siang sambil menikmati berbagai menu andalan dengan metode pembayaran digital.

“Kebetulan lokasinya memang dekat dengan kampus. Lalu, kami juga cocok dengan menu yang ada. Selain itu, ada banyak metode pembayaran yang ditawarkan, termasuk pakai QRIS," ucap Reihan, salah satu pelanggan Po Kang.

Strategi Po Kang Kembangkan Bisnis Kuliner Modern

Strategi Po Kang Kembangkan Bisnis Kuliner Modern

Suasana di outlet Po Kang yang berada di Jalan Bodowoso No. 34, Gading Kasri, Kota Malang pada hari Kamis (21/5/2026) (c) Asad Arifin

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan UMKM kuliner di Indonesia. Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan lewat kerja sama layanan transaksi digital bersama brand kuliner Po Kang.

Po Kang sendiri dikenal sebagai usaha kuliner chinese food halal dengan tagline "no pork, no lard”. Brand ini juga telah mengantongi sertifikasi halal dan kini mengoperasikan 17 outlet di berbagai lokasi.

Dalam proses pengembangan bisnisnya, Po Kang beberapa kali melakukan evaluasi konsep usaha sebelum akhirnya memilih nama “Po Kang”. Nama tersebut merupakan akronim dari “porsi akang-akang” yang menggambarkan sajian dengan porsi besar untuk dinikmati bersama.

Ke depan, Po Kang membawa semangat sebagai “Pelopor Nasi Goreng Pedas” dengan sejumlah menu unggulan. Beberapa menu favorit pelanggan antara lain Nasi Goreng Batosai, Nasi Goreng Hongkong, hingga Fuyunghai.

Tantangan UMKM dan Dukungan Digitalisasi dari BRI

Tantangan UMKM dan Dukungan Digitalisasi dari BRI

Suasana dapur di outlet Po Kang yang berada di Jalan Bodowoso No. 34, Gading Kasri, Kota Malang pada hari Kamis (21/5/2026) (c) Asad Arifin

HRD GA & Legal Manager Po Kang, Novi Indrawati, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar industri kuliner saat ini adalah menjaga kualitas produk di tengah situasi ekonomi global yang tidak stabil. Fluktuasi harga bahan baku menjadi tantangan yang harus dihadapi setiap hari.

“Tantangan terberat kami saat ini adalah bagaimana caranya kami mempertahankan harga dan tetap menjaga kualitas kami di kondisi ekonomi global yang bergejolak,” ujarnya.

Po Kang juga terus memperluas pasar dengan menyasar berbagai segmen pelanggan mulai dari anak-anak, mahasiswa, hingga keluarga. Kedekatan antara pelanggan dan pegawai outlet bahkan menjadi salah satu kekuatan utama bisnis tersebut.

Dalam mendukung transaksi pelanggan, sejak 2024 Po Kang telah menggunakan layanan digital BRI seperti QRIS dan EDC BRI di seluruh outlet. Kehadiran layanan tersebut dinilai membantu meningkatkan kenyamanan pelanggan sekaligus mempercepat proses transaksi.

Komitmen BRI Dukung Pertumbuhan UMKM

Komitmen BRI Dukung Pertumbuhan UMKM

Gambar ilustrasi transaksi memakai QRI BRI (c) Generated by ChatGPT

Regional Funding & Retail Transaction Banking Head Region 13 Malang, Triyoga Agung Wibowo, menegaskan bahwa BRI terus berkomitmen mendukung pelaku UMKM melalui layanan transaksi digital. Menurutnya, digitalisasi menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha modern.

“BRI terus berupaya memberikan dukungan terbaik bagi pelaku UMKM, termasuk sektor kuliner, melalui layanan transaksi digital yang aman, mudah, dan andal sehingga dapat membantu meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan serta mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” ujarnya.

Pihak Po Kang juga mengakui bahwa kerja sama dengan BRI memberikan dampak positif terhadap operasional usaha sehari-hari. Sistem transaksi yang stabil dinilai membantu meningkatkan efektivitas layanan di outlet.

Selain itu, BRI juga menawarkan program khusus agar Po Kang mendapat konsumen baru. Program tersebut adalah diskor 10 persen jika pelanggan melakukan transaksi minimal Rp50.000 dan melakukan pembayaran lewat QRIS BRImo.