Dulu Mencuci Mobil Orang Kini Punya Sendiri: Perjalanan Agen BRILink Wiwit yang Mengubah Nasib Keluarga

Dulu Mencuci Mobil Orang Kini Punya Sendiri: Perjalanan Agen BRILink Wiwit yang Mengubah Nasib Keluarga
Suasana transaksi Agen BRILInk AW Laundry di Dusun Kasikon, Desa Wadung, Kecamatan Pakisaji (c) Asad Arifin

Bola.net - Untuk mencapai rumah Wiwit Lidiawati di Dusun Kasikon, Desa Wadung, Kecamatan Pakisaji, butuh waktu cukup lama dari pusat Kota maupun Kabupaten Malang. Lokasinya jauh dari jalan raya dan harus melewati hamparan kebun tebu sebelum sampai di rumah sekaligus tempat usaha perempuan 35 tahun itu.

Sore itu, Sabtu (6/6/2026), dua orang perempuan memarkir sepeda motornya di depan rumah. Mereka bergegas masuk dan mengeluarkan dompet dari sakunya. Sempat berbisik terlebih dahulu, keduanya lantas maju dan menyodorkan kartu ATM kepada Wiwit.

"Tolong dicek dulu, Mbak. Saldonya sudah masuk atau belum," ujar Trikasih, satu dari dua perempuan tersebut. Rupanya, Trikasih baru pulang kerja dari pabrik pengolahan tembakau yang ada di desa sebelah. Ia mendapat kabar jika hari itu adalah waktu pembayaran gaji.

Setelah mendapatkan informasi jumlah uang yang ada di kartu ATM miliknya, Trikasih lantas menyebutkan jumlah nominal yang ingin diambil. Bersama Wulan, yang sehari-hari membantunya dalam operasional, Wiwit dengan segera mencairkan uang yang disebutkan Trikasih.

"Saya dari dulu kalau ambil gaji selalu di sini. Gajian dua minggu sekali. Kalau harus ke bank dulu, jaraknya jauh. Ini sekalian pulang," kata Trikasih. Perempuan 51 tahun itu lantas merapikan uang dan memasukkan ke dompet.

Rumah Wiwit bukan bank. Wiwit juga bukan petugas bank. Namun, dia bisa melayani transaksi layaknya jasa yang ditawarkan bank. Wiwit adalah Agen BRILink. Dia bisa melakukan layanan perbankan seperti tarik dan setor tunai, transfer, pembayaran tagihan, hingga pencairan dana bantuan sosial.

Berawal dari Laundry dan Modal Pinjaman Orang Tua

Wiwit Lidiawati (kanan) dan Wulan (kiri) berada di Agen BRILInk AW Laundry di Dusun Kasikon, Desa Wadung, Kecamatan Pakisaji (c) Asad ArifinWiwit Lidiawati (kanan) dan Wulan (kiri) berada di Agen BRILInk AW Laundry di Dusun Kasikon, Desa Wadung, Kecamatan Pakisaji (c) Asad Arifin

Tahun 2019 menjadi titik penting dalam kehidupan Wiwit. Saat itu, anaknya masih berusia sekitar enam bulan. Di tengah kesibukan mengurus bayi, ia mulai mencari cara untuk membantu perekonomian keluarga.

Sebelumnya, Wiwit sempat terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dari pabrik tempatnya bekerja. Kondisi tersebut mendorongnya membuka usaha laundry rumahan yang dijalankan secara sederhana dari rumah. Usaha itu dinama AW Laundry.

"Saat itu masih sangat sederhana dan dijalankan dari rumah. Saya pokoknya mulai dulu saja karena tidak ada pekerjaan dan kebutuhan terus berjalan," kenangnya.

Di tengah upaya mengembangkan usaha laundry, Wiwit bertemu dengan seorang mantri BRI bernama Santi. Pertemuan itu memperkenalkannya pada layanan BRILink yang saat itu masih belum banyak dikenal masyarakat.

Awalnya Wiwit hanya menjadi nasabah Kredit Usaha Rakyat (KUR). Namun rasa penasaran membuatnya bertanya lebih jauh mengenai BRILink. Dari situlah ia memahami bahwa layanan tersebut dapat membantu masyarakat melakukan berbagai transaksi perbankan tanpa harus pergi ke kantor cabang atau ATM yang lokasinya jauh.

Kesempatan itu langsung ditangkapnya. Meski modal yang dimiliki sangat terbatas, ia tetap memutuskan untuk memulai.

Saldo awal yang digunakan hanya sekitar Rp2 juta. Untuk memperkuat modal usaha, ia meminjam uang orang tuanya sebesar Rp10 juta. Setelah usaha mulai berjalan, ia kembali menambah modal hingga sekitar Rp35 juta.

"Tantangan terbesar saat itu bukan sekadar modal, melainkan bagaimana membuat masyarakat tahu Agen BRIlink itu apa. Jadi, saya bikin banner kecil di depan rumah. Saya juga setiap hari bikin status di WhatsApp supaya orang tahu," kata ibu dua anak tersebut.

Pandemi yang Justru Membuka Jalan Rezeki

Agen BRILink AW Laundry di Dusun Kasikon, Desa Wadung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang (c) Asad ArifinAgen BRILink AW Laundry di Dusun Kasikon, Desa Wadung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang (c) Asad Arifin

Ketika pandemi COVID-19 melanda dan banyak orang kehilangan pekerjaan akibat PHK, Wiwit justru mengalami lonjakan transaksi yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Momen ini membuat perannya sebagai Agen BRILink makin dikenal.

"Bukan hanya yang mencarikan uang PHK, tapi berbagai program bantuan pemerintah mulai disalurkan melalui rekening bank. Dari situ orang-orang banyak yang ke sini karena bisa mencairkan uang. Saat itu kalau ke bank kan sulit," kenangnya.

Jika sebelumnya pelanggan hanya berasal dari satu atau dua desa, kini warga dari berbagai wilayah datang ke tempat usahanya. Dari situ, usaha yang dimiliki Wiwit makin berkembang. Dari semula jasa cuci pakaian dan Agen BRILink, dia mulai membuka toko.

Jumlah transaksi terus meningkat. Banyak warga yang bekerja di pabrik gula maupun pengolahan tembakau mulai memanfaatkan layanan yang ia sediakan. Bahkan, para mandor pabrik kerap melakukan penarikan dana dalam jumlah besar untuk membayar gaji pekerja secara tunai dari tempat Wiwit.

Agen BRILink AW Laundry yang dikelola Wiwit kini sudah masuk kategori juragan. Ini adalah level tertinggi dari kelas Agen BRILInk dengan catatan performa yang luar biasa baik dari segi jumlah maupun nilai transaksi. Di bawah kategori juragan, ada jawara dan pemula.

Dalam perjalanan mencapai level itu, ada proses panjang yang harus dilewati Wiwit. Dia pernah merasakan dibangunkan jam 10 malam karena ada orang ingin mencairkan uang. Wiwit juga pernah menghadapi situasi pontang-panting karena stok uang tunai di rumahnya habis.

"Waktu itu sedang pencairan dana bantuan dari pemerintah, PKH (Program Keluarga Harapan) dan lainnya. Uang tunai habis dan bank tutup karena sore. Saya dan suami bingung karena banyak orang yang sudah antri. Tidak mungkin kami tolak karena mereka butuh," katanya.

Wiwit lantas bersiasat. Karena penarikan uang lewat mesin ATM terbatas, dia lantas meminjam ATM anggota keluarga dan tetangga dekatnya. Dari situ, dia kemudian bisa mengumpulkan uang tunai hingga jumlahnya cukup dan melakukan layanan serta memastikan para pelanggan bisa pulang dengan wajah tersenyum.

Agen BRILink Wiwit Mengubah Nasib Keluarga Wiwit

Perkembangan Agen BRI Link AW Laundry dari September 2021 (atas) dan Februari 2025 (bawah) (c) Google MapsPerkembangan Agen BRI Link AW Laundry dari September 2021 (atas) dan Februari 2025 (bawah) (c) Google Maps

Sebelum bekerja di pabrik, Wiwit berkisah bahwa dia pernah menjadi asisten rumah tangga (ART). Dia masih ingat momen-momen itu. Setiap pagi, dia harus mencuci mobil milik orang mempekerjakannya. Sembari melakukan tugas hariannya, Wiwit pernah berandai-andai.

"Saya pernah mbatin, setiap hari kok cuci mobil orang terus. Kapan bisa cuci mobil sendiri. Eh, sekarang atas izin Allah diberi rezeki dan benar-benar bisa mencuci mobil sendiri," ceritanya.

Menjadi Agen BRILink benar-benar mengubah kehidupan Wiwit dan keluarganya. Gambar di Google Maps jadi sanksi bisu perubahan area rumah dan tempat usaha Wiwit yang terus berkembang dari tahun 2019 hingga 2026 ini.

Dari rumah sederhana yang sekaligus jadi tempat membuka usaha cuci pakaian dan Agen BRILink, Wiwit kini punya tempat yang lebih baik. Tempat usahanya sudah terpisah dengan rumah tinggalnya. Dia juga membuka toko yang bangunannya masih satu atap dengan tempat membuka Agen BRILink.

"Alhamdulillah, semua capaian ini lewat perantara jadi Agen BRILink dan BRI. Saya dan suami juga punya sudah diberi kesempatan untuk melakukan ibadah umroh tahun 2025 lalu. Sekarang juga sudah bisa mempekerjakan orang untuk bantu-bantu di sini," katanya.

Dari ceritanya, Wiwit menyebut ada satu dua pelajaran yang bisa dipetik. Pertama, tekun. Dia sempat hampir menyerah pada awal perjalanan jadi Agen BRILink karena beberapa hari hanya dapat Rp10.000. Namun, dia terus berusaha hingga akhirnya kondisi membaik.

"Kedua, karena kita sebagai Agen BRILink ini sifatnya jasa. Kita menjual jasa. Jadi, jangan pernah menolak transaksi baik itu besar atau kecil. Kita juga harus berikan yang terbaik supaya mereka datang lagi ke sini," tutup Wiwit.

Agen BRILink Bantu BRI Perluas Jangkauan Layanan

Agen BRILink Bantu BRI Perluas Jangkauan Layanan

Gambar ilustrasi agen BRILink (c) Gambar dibuat AI/ChatGPT

Pemimpin Branch Office BRI Kepanjen, Herwansyah, mengakui peran penting Agen BRILink dalam perluasan layanan perbankan. Sebab, Agen BRILink bisa menjangkau langsung masyarakat di desa-desa yang mungkin sulit untuk mengakses bank karena faktor akses.

“Agen BRILink merupakan wujud komitmen BRI dalam memperluas akses layanan keuangan kepada masyarakat. Melalui Agen BRILink, masyarakat dapat melakukan berbagai transaksi perbankan dengan lebih mudah, cepat, dan aman tanpa harus datang ke kantor bank,” ujar Herwansyah.

Selain itu, Agen BRILink punya keunggulan lain seperti fleksibilitas. Jika layanan di bank terbatas pada jam kerja, maka Agen BRILink bisa lebih longgar. Agen BRILink masih bisa melakukan layanan pada malam hari sesuai jam operasional pemiliknya.

BRI membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin mendaftar menjadi Agen BRILink. Berikut adalah panduan lengkap mengenai syarat, dokumen yang diperlukan, dan langkah-langkah pendaftarannya:

  • Memiliki usaha fisik yang sudah berjalan minimal 2 tahun.
  • Identitas: KTP pemilik/pengurus dan NPWP (disarankan).
  • Legalitas: Surat Keterangan Usaha (SKU) dari kelurahan/desa atau surat keterangan kerja/pensiun jika berstatus pegawai/pensiunan.
  • Rekening: Memiliki rekening tabungan atau rekening pinjaman BRI.
  • Jaminan (Untuk EDC): Wajib memiliki rekening pinjaman lancar di BRI selama 6 bulan terakhir atau menyetor uang jaminan sebesar Rp3 juta.
  • Tidak terdaftar sebagai agen bank penyelenggara program Laku Pandai lainnya

Pendaftaran Agen BRILink bisa dilakukan dengan cara online lewat aplikasi BRILink Mobile atau dengan datang langsung ke Kantor BRI terdekat. Selain itu, pendaftaran juga bisa dilakukan di Rumah BUMN BRI.