
Bola.net - Harga minyak dunia kembali bergerak di zona merah pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat. Pelemahan ini terjadi di tengah rilis sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat.
Tercatat, harga minyak mentah Brent untuk kontrak berjangka terkoreksi 0,9% ke level USD 67,32 per barel. Sementara itu, patokan West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 1,0% menjadi USD 63,39 per barel.
Koreksi harga ini terjadi meskipun bank sentral AS, The Federal Reserve, baru saja memangkas suku bunga acuannya. Padahal, kebijakan moneter yang lebih longgar biasanya menjadi sentimen positif bagi harga komoditas.
Para pelaku pasar ternyata lebih fokus pada kekhawatiran mengenai prospek ekonomi AS yang melambat. Sentimen negatif ini terbukti lebih kuat daripada optimisme dari stimulus moneter yang digulirkan The Fed.
Sebagai informasi, The Fed telah memangkas suku bunga acuannya sebesar seperempat poin persentase pada hari Rabu. Bank sentral tersebut juga mengindikasikan adanya potensi penurunan lanjutan hingga akhir tahun ini.
Namun, langkah The Fed ini justru dibaca pasar sebagai konfirmasi bahwa ekonomi AS sedang tidak baik-baik saja. Berbagai data fundamental dari sektor riil pun semakin memperkuat kekhawatiran tersebut.
Stimulus The Fed Gagal Angkat Pasar
Langkah The Fed memangkas suku bunga acuan untuk pertama kalinya tahun ini ternyata tidak direspons positif oleh pasar minyak. Kebijakan ini justru ditafsirkan sebagai sinyal adanya masalah mendasar pada perekonomian AS.
Menurut Direktur Pelaksana Onyx Capital Group, Jorge Montepeque, langkah tersebut adalah bukti nyata bahwa ekonomi sedang melambat. The Fed dinilai sedang dalam posisi reaktif untuk mencoba memulihkan kembali pertumbuhan.
"Mereka melakukan ini sekarang karena jelas ekonomi sedang melambat," kata Jorge Montepeque seperti dikutip dari CNBC, Jumat (19/9/2025).
"The Federal Reserve sedang berusaha memulihkan pertumbuhan."
Tekanan dari Sisi Fundamental
Selain sentimen makro, tekanan juga datang dari fundamental pasar minyak itu sendiri. Data menunjukkan adanya kelebihan pasokan yang berkelanjutan serta permintaan bahan bakar yang lesu di Amerika Serikat.
Laporan terbaru dari Badan Informasi Energi (EIA) menunjukkan kenaikan stok sulingan AS sebanyak 4 juta barel. Angka ini jauh melampaui ekspektasi pasar yang hanya memprediksi kenaikan sebesar 1 juta barel.
Lonjakan stok sulingan tersebut secara langsung meningkatkan kekhawatiran mengenai tingkat permintaan riil di negara konsumen minyak terbesar dunia. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor utama yang menekan pergerakan harga.
Di sisi lain, data dari sektor perumahan juga turut memperlemah sentimen. Pembangunan rumah keluarga tunggal di AS dilaporkan anjlok ke level terendah dalam hampir 2,5 tahun pada bulan Agustus lalu.
Advertisement
Berita Terkait
-
News 6 Januari 2026 21:54CPNS 2026: Syarat Pendaftaran dan Waspada Hoaks yang Mengintai
-
News 6 Januari 2026 21:46Stiker Presiden di WhatsApp, Bisa Dipidana? Ini Penjelasan Menteri Hukum
-
News 5 Januari 2026 09:11Panduan Lengkap Skrining BPJS Kesehatan 2026: Begini Caranya!
-
News 4 Januari 2026 15:41Waspada Superflu H3N2! Dinkes DKI Minta Warga Perketat Pertahanan Diri dengan PHBS
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 5 Juni 2026 19:01Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Oman di FIFA Matchday
-
Tim Nasional 5 Juni 2026 18:15Nonton Live Streaming FIFA Matchday 2026: Indonesia vs Oman
-
Tim Nasional 5 Juni 2026 18:01Link Live Streaming FIFA Matchday: Timnas Indonesia vs Oman
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 5 Juni 2026 18:31Jasad Bayi Dibuang di Jalan Fly Over Depok, Kondisinya Mengenaskan
-
Liputan6 5 Juni 2026 18:30Purbaya Beri Bukti Daya Beli Terjaga: Keluar Mal Macet
-
Liputan6 5 Juni 2026 18:18Begini Peran Bripka Dedy Bekingi Kampung Narkoba di Samarinda
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7838930/original/098972200_1780659965-WhatsApp_Image_2026-06-05_at_18.26.06.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7837985/original/070949700_1780659067-IMG-20260605-WA0110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5567485/original/057350700_1777282818-IMG_2719.jpeg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/7772017/original/083063100_1780583507-20260604BL_Konpers_Prematch_Timnas_Indonesia_Jelang_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026_27.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7832366/original/040684500_1780652601-1000001883.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7836964/original/047747000_1780657899-WhatsApp_Image_2026-05-29_at_18.36.34__1_.jpeg)
