
Bola.net - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengambil langkah strategis untuk mempertahankan momentum positif penjualan tiket. Operator kereta api nasional ini resmi memperpanjang program diskon 20 persen hingga akhir bulan.
Program bertajuk "Promo Merdeka" ini terbukti efektif menarik minat masyarakat. Perpanjangan masa berlaku promo ini diumumkan untuk mengakomodasi tingginya antusiasme pasar.
Keputusan ini menunjukkan respons KAI yang adaptif terhadap permintaan konsumen. Kebijakan ini bertujuan untuk mengoptimalkan tingkat keterisian penumpang pada periode akhir Agustus.
Di tengah keberhasilan strategi pemasaran ini, KAI juga dihadapkan pada diskursus eksternal. Sebuah usulan dari legislatif terkait standar layanan di dalam kereta api mencuat ke publik.
Usulan tersebut menyangkut penyediaan fasilitas yang selama ini dilarang keras dalam regulasi transportasi publik. Hal ini memicu perdebatan yang melibatkan aspek hukum dan perlindungan konsumen.
Kondisi ini menempatkan KAI pada dua sisi fokus bisnis yang berbeda. Satu sisi adalah memaksimalkan pendapatan melalui program promosi, sementara sisi lainnya adalah mempertahankan standar layanan sesuai regulasi yang berlaku.
Perpanjangan Promo Merdeka Atas Tingginya Animo Pasar
Manajemen KAI memutuskan untuk memperpanjang masa berlaku tiket diskon 20 persen. Pelanggan kini dapat menikmati tarif promo hingga tanggal 31 Agustus 2025.
Langkah ini diambil setelah melihat sambutan luar biasa dari masyarakat terhadap program "Promo Merdeka". Program promosi ini pada awalnya dijadwalkan berakhir pada 20 Agustus 2025.
VP Public Relations KAI, Anne Purba, menyatakan bahwa perpanjangan ini merupakan apresiasi atas antusiasme pelanggan. Hal ini juga memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk bepergian dengan tarif terjangkau.
"Kami senang Promo Merdeka mendapat sambutan luar biasa. Dengan diperpanjangnya program ini, pelanggan memiliki kesempatan lebih lama untuk menikmati perjalanan kereta api dengan harga terjangkau, sekaligus merayakan semangat kemerdekaan bersama keluarga dan orang terdekat,” ujar Anne.
Promo ini berlaku untuk seluruh perjalanan kereta api komersial di Jawa dan Sumatera. Pemesanan dapat dilakukan melalui kanal resmi seperti aplikasi Access by KAI dan situs web booking.kai.id.
Usulan Kontroversial Gerbong Khusus Merokok
Di sisi lain, sebuah usulan terkait fasilitas kereta api jarak jauh menjadi sorotan publik. Usulan ini datang dari Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB, Nasim Khan.
Dalam Rapat Dengar Pendapat dengan jajaran direksi KAI, ia mengusulkan agar perusahaan menyediakan gerbong khusus merokok. Usulan ini disampaikan pada hari Rabu, 20 Agustus 2025.
Menurut Nasim, usulan tersebut didasarkan pada aspirasi dari sebagian masyarakat. Ia berpendapat bahwa fasilitas tersebut dapat menjadi solusi bagi penumpang yang merasa bosan selama perjalanan panjang.
Ia juga membandingkan layanan kereta api dengan moda transportasi lain seperti bus. Menurutnya, jika bus bisa menyediakan ruang merokok, kereta api seharusnya juga bisa melakukan hal serupa.
"Ini bisa menjadi solusi bagi penumpang yang bosan, karena jarak tempuh perjalanan yang bisa sampai berjam-jam. Di bus saja ada tempat merokoknya. Di kereta seharusnya juga bisa," kata Nasim.
Respons Tegas YLKI dan Aspek Perlindungan Konsumen
Usulan penyediaan gerbong khusus merokok tersebut langsung mendapat respons keras dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). YLKI menilai usulan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat dan menabrak regulasi.
Sekretaris Eksekutif YLKI, Rio Priambodo, menegaskan bahwa usulan itu bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023. Aturan tersebut secara jelas menyatakan angkutan umum sebagai kawasan tanpa rokok.
Menurut YLKI, menyediakan gerbong merokok justru akan menurunkan kualitas pelayanan KAI yang selama ini sudah baik. Kebijakan KAI yang tegas menurunkan penumpang perokok di stasiun terdekat justru patut diapresiasi.
"YLKI menilai menyediakan gerbong khusus merokok dapat mendowngrade pelayanan KAI yang sudah baik apalagi di KAI ada kebijakan kalau penumpang kedapatan merokok akan diturunkan di stasiun terdekat,” ujar Rio Priambodo.
YLKI meminta KAI untuk mengabaikan usulan tersebut dan tetap berpegang pada regulasi yang ada. Penetapan angkutan umum sebagai kawasan tanpa rokok telah mempertimbangkan aspek keamanan, kenyamanan, dan keselamatan konsumen.
Advertisement
Berita Terkait
-
News 6 Januari 2026 21:54CPNS 2026: Syarat Pendaftaran dan Waspada Hoaks yang Mengintai
-
News 6 Januari 2026 21:46Stiker Presiden di WhatsApp, Bisa Dipidana? Ini Penjelasan Menteri Hukum
-
News 5 Januari 2026 09:11Panduan Lengkap Skrining BPJS Kesehatan 2026: Begini Caranya!
-
News 4 Januari 2026 15:41Waspada Superflu H3N2! Dinkes DKI Minta Warga Perketat Pertahanan Diri dengan PHBS
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 23 September 2026 07:43Trio Penyerang Barcelona Unggul Jauh dari Real Madrid
-
Liga Spanyol 23 September 2026 07:39Hansi Flick Capai Tonggak Baru dalam Kariernya Bersama Barcelona
-
Liga Spanyol 23 September 2026 07:33Raphinha dan Risiko Perjalanan 35.000 Km Bersama Timnas Brasil
-
Liga Spanyol 23 September 2026 07:17Menengok Kiprah 5 Pemain Pinjaman dari Barcelona
-
Liga Spanyol 23 September 2026 07:11Karim Adeyemi, Barcelona Membelinya di Harga yang Tepat
-
Liga Spanyol 23 September 2026 05:51Untuk Saat Ini, Posisi Vinicius Junior di Real Madrid Tetap Aman
BERITA LAINNYA
-
news 22 September 2026 11:20BRI Region 13 Malang Dorong Kepedulian Lingkungan dari Sekolah, Bagikan 17 Bibit Pohon Produktif
-
news 20 September 2026 05:21BRI Region 13 Malang Serahkan Ambulans untuk Dukung Akses Kesehatan Warga Lumbang
-
news 27 Agustus 2026 15:16Semarak Merah Putih di Pujon Kidul, BRI Dorong Ekonomi Desa dan Berdayakan UMKM
SOROT
-
Liputan6 22 September 2026 23:10Penyelam Tembus KM Virgo, Banyak Korban Terjebak di Kamar
-
Liputan6 22 September 2026 22:27Kasus HGB Summarecon, KPK Usut Dugaan Aliran Dana Rp 106,3 M ke Nusron Wahid
-
Liputan6 22 September 2026 22:00Prabowo Minta Syarat Bahan Baku Tekstil Ditinjau, Barang Impor Ilegal Ditindak
-
Liputan6 22 September 2026 21:38Kebakaran Rumah di Kebayoran Lama, 128 Personel Dikerahkan
-
Liputan6 22 September 2026 21:30Prabowo Perintahkan IEU-CEPA Segera Tuntas, Perluas Akses Indonesia ke Pasar Eropa
-
Liputan6 22 September 2026 20:58APBD Perubahan DKI 2026 Disahkan Rp 79,56 T
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354532/original/052667800_1790054121-IMG_4394.jpeg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/9349172/original/089475700_1789476613-0L5A5067.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5500485/original/038436600_1770867612-Menko_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-12_Februari_2026.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355238/original/056743200_1790088138-WhatsApp_Image_2026-09-22_at_21.35.40.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295811/original/080484600_1783948743-Menko_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-13_Juli_20262.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322416/original/088977400_1786527857-IMG_3567.jpg)
