
Bola.net - Fenomena langkanya pasokan beras premium di jaringan ritel modern mulai menemukan titik terang. Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri mengidentifikasi beberapa faktor utama yang menjadi pemicunya.
Salah satu temuan yang paling signifikan adalah adanya keengganan dari sisi produsen. Mereka terindikasi sengaja tidak menambah stok baru di etalase-etalase toko modern.
Kepala Satgas Pangan Polri, Helfi Assegaf, mengungkapkan bahwa keengganan ini muncul akibat rasa takut. Para produsen khawatir akan ditindak oleh aparat penegak hukum.
Kekhawatiran ini merupakan imbas dari maraknya penindakan terhadap kasus beras yang tidak sesuai mutu. Isu beras oplosan atau beras yang tidak sesuai label premium menjadi pangkal masalahnya.
Di sisi lain, masalah tidak hanya berhenti pada produsen. Satgas Pangan juga menemukan adanya hambatan kompleks dalam alur distribusi beras pemerintah ke sektor ritel modern.
Kombinasi antara dilema di tingkat produsen dan sumbatan di jalur distribusi ini menciptakan kelangkaan. Satgas Pangan kini berupaya mengurai benang kusut ini untuk segera memulihkan pasokan.
Dilema Produsen di Tengah Penegakan Aturan
Satgas Pangan menemukan bahwa produsen memilih untuk menghabiskan stok yang ada di ritel tanpa mengisinya kembali. Langkah ini diambil sebagai respons atas ketatnya pengawasan mutu beras saat ini.
Saat didalami, para produsen mengaku khawatir akan ditangkap oleh Satgas Pangan. Isu penjualan beras yang tidak sesuai komposisi atau label menjadi sumber ketakutan utama mereka.
"Memang ada penurunan (stok beras). Otomatis, karena informasinya mereka melakukan penarikan. Bukan penarikan, tapi menghabiskan stok yang ada di ritel dan tidak mengisi kembali. Apa masalahnya, kita dalami kembali. Kenapa tidak kamu mengisi? ‘Kami takut, Pak, nanti ditangkap’," ungkap Helfi di Kantor Ombudsman, Rabu (27/8/2025).
Padahal, Helfi menegaskan bahwa Satgas Pangan tidak akan melakukan penindakan jika produsen berbisnis secara jujur. Selama produk yang dijual sesuai dengan informasi pada label kemasan dan memiliki izin lengkap, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
“Saya kira kalau kalian sesuai dengan apa yang kamu tempel di label, ya nggak ada masalah. Perizinanmu ada, semuanya ada. Terus apa masalahnya? Karena kalian takut sendiri menjual yang tidak sesuai komposisi," kata dia.
Hambatan Distribusi dan Upaya Pemenuhan Stok
Selain masalah di tingkat produsen, Satgas Pangan juga menemukan adanya kendala di jalur distribusi. Perum Bulog menghadapi tantangan untuk memasok beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke toko ritel modern.
Hambatan tersebut sangat beragam dan berlapis. Beberapa di antaranya adalah belum terjalinnya kerja sama formal antara Bulog dan pihak ritel.
Bahkan, untuk ritel yang sudah memiliki kerja sama pun, masalah lain muncul. Ada yang belum juga memesan (melakukan purchase order) ke Bulog dengan alasan belum mendapat instruksi internal.
"Macam-macam lagi masalahnya. Jadi tidak semudah yang kita lihat gitu. Jadi butuh memang waktu, butuh proses, yang sudah pegang izin kerja sama pun tidak mengajukan PO. 'Pak, segera mengajukan PO-nya'. 'Ya Pak, kami belum ada instruksi'," tutur Helfi.
Meskipun demikian, Helfi memastikan bahwa pihaknya terus bekerja untuk mengatasi semua hambatan ini. Ia optimistis stok beras, baik SPHP maupun komersial dari Bulog, akan segera mengisi kekosongan di pasar dalam beberapa hari ke depan.
Advertisement
Berita Terkait
-
News 6 Januari 2026 21:54CPNS 2026: Syarat Pendaftaran dan Waspada Hoaks yang Mengintai
-
News 6 Januari 2026 21:46Stiker Presiden di WhatsApp, Bisa Dipidana? Ini Penjelasan Menteri Hukum
-
News 5 Januari 2026 09:11Panduan Lengkap Skrining BPJS Kesehatan 2026: Begini Caranya!
-
News 4 Januari 2026 15:41Waspada Superflu H3N2! Dinkes DKI Minta Warga Perketat Pertahanan Diri dengan PHBS
LATEST UPDATE
-
Liga Eropa UEFA 4 November 2026 12:04Prediksi Real Sociedad vs Lyon 6 November 2026
-
Liga Eropa UEFA 4 November 2026 10:09Prediksi AZ vs Juventus 6 November 2026
-
Liga Eropa UEFA 4 November 2026 09:50Prediksi Milan vs Ferencvaros 6 November 2026
-
Liga Champions 4 November 2026 08:20Di Balik Penalti Bruno Fernandes yang Diulang
-
Liga Champions 4 November 2026 08:14Mengungkap Penyebab Roma Gagal Bendung Kebangkitan Manchester United
BERITA LAINNYA
-
news 31 Oktober 2026 17:13BRI Tulungagung dan PWI Salurkan 250 Paket Sembako untuk Warga Kampung Pemulung
-
news 27 Oktober 2026 17:27BRI Kepanjen Salurkan KUR Rp496 Miliar kepada 10 Ribu Nasabah, Dorong UMKM Naik Kelas
-
news 26 Oktober 2026 05:39BRI Tegaskan Komitmen Zero Tolerance terhadap Fraud dalam Kasus KUR Fiktif BRI Kepanjen
SOROT
-
Liputan6 4 November 2026 13:00Cek Fakta: Hoaks Presiden Prabowo Bakal Batasi Media Sosial
-
Liputan6 4 November 2026 12:18Jenderal Listyo Tersangka Penyadapan Presiden, Istana: Mengarah ke Makar
-
Liputan6 4 November 2026 12:043 Pati Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo, Polri Pastikan Tetap Solid
-
Liputan6 4 November 2026 11:52Fakta-fakta Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
-
Liputan6 4 November 2026 11:45Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Bisa Tekan IHSG, Ini Kata Analis
-
Liputan6 4 November 2026 10:41Geger Temuan Granat dan 41 Amunisi Aktif di Lamongan
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389747/original/012986700_1793772599-Screenshot_2026-11-04_130915.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428980/original/030072900_1764569990-Presiden_dan_Kapolri_1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383805/original/006884000_1793099058-147653.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389393/original/091576400_1793712915-c78527e7-754a-4d24-807e-5ed68e31d421.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3020530/original/079906900_1578913890-20200113-Rupiah-Perkasa_-IHSG-Ditutup-Cerah--ANGGA-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389619/original/071817600_1793763682-site_1_image_870x_6aea90c8d9120.jpg)
