Transjakarta Hentikan Seluruh Layanan Imbas Situasi Keamanan yang Tak Kondusif

Transjakarta Hentikan Seluruh Layanan Imbas Situasi Keamanan yang Tak Kondusif
Bus Transjakarta berhenti di Halte Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. (c) Liputan6.com/Herman Zakharia

Bola.net - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengambil keputusan untuk menghentikan total seluruh layanannya. Kebijakan ini berlaku efektif sejak Sabtu pagi, 30 Agustus 2025.

Langkah drastis ini diambil sebagai respons atas situasi keamanan di ibu kota yang dinilai belum kondusif. Kondisi ini merupakan imbas dari aksi unjuk rasa yang berujung ricuh pada hari sebelumnya.

Disrupsi operasional ini diperparah dengan adanya kerusakan masif pada aset fisik perusahaan. Sejumlah fasilitas vital milik Transjakarta menjadi sasaran perusakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Tercatat, sebanyak tujuh halte bus telah menjadi korban pembakaran dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Kerusakan ini menimbulkan kerugian materiel yang signifikan bagi operator transportasi publik tersebut.

Manajemen Transjakarta saat ini berada dalam mode manajemen krisis. Pemantauan intensif terus dilakukan dari pusat komando untuk mengevaluasi situasi setiap saat.

Keputusan penghentian layanan ini menciptakan ketidakpastian bagi jutaan pengguna transportasi publik. Publik kini menanti informasi lebih lanjut mengenai kapan layanan akan dapat dipulihkan.

Penghentian Operasional dan Komunikasi Krisis

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, secara resmi mengonfirmasi penghentian layanan. Ia menyatakan bahwa keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan berbagai faktor di lapangan.

Menurutnya, kondisi yang masih sangat dinamis menjadi pertimbangan utama. Keselamatan pelanggan dan staf menjadi prioritas tertinggi bagi perusahaan saat ini.

“Mempertimbangkan berbagai kondisi dan situasi yang belum kondusif, hingga pagi ini seluruh layanan Transjakarta belum bisa beroperasi melayani pelanggan,” kata Ayu Wardhani dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/8/2025).

Jajaran direksi dan manajemen terus melakukan pemantauan intensif dari command center di kantor pusat. Langkah ini dilakukan untuk dapat mengambil keputusan operasional secepat mungkin.

“Hal ini konsisten dilakukan sebagai upaya pengambilan keputusan tercepat, terkait kebijakan layanan dan operasional Transjakarta,” tambahnya.

Kerusakan Aset Vital dan Imbauan Publik

Krisis operasional yang dialami Transjakarta diperburuk dengan hancurnya sejumlah aset vital. Pada Sabtu pagi, dua halte kembali menjadi korban pembakaran oleh oknum.

Dua fasilitas yang dirusak terakhir adalah Halte Bundaran Senayan dan Halte Pemuda Pramuka. Insiden ini menambah daftar panjang kerusakan yang terjadi.

Dengan kejadian ini, total sudah tujuh halte Transjakarta yang dibakar. Lima halte lainnya telah lebih dulu dirusak dalam aksi yang berlangsung pada Jumat, 29 Agustus 2025.

Kelima halte tersebut adalah Halte Polda Metro Jaya, Halte Senen Toyota Rangga, Halte Sentral Senen, Halte Senayan BDKI, dan Halte Gerbang Pemuda.

Menyikapi rentetan perusakan ini, manajemen Transjakarta mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk turut menjaga fasilitas publik. Hal ini penting agar manfaatnya dapat terus dirasakan oleh seluruh warga.