
Bola.net - Lifter putra Indonesia, Eko Yuli Irawan, legawa pulang membawa medali perunggu cabang olahraga angkat besi kelas 65 kg putra di SEA Games 2025 Thailand pada Minggu (14/12/2025) lalu. Namun, ia belum mau menyerah meraih hasil lebih baik di turnamen-turnamen berikutnya, walau menghadapi para rival yang lebih muda.
Eko membukukan total angkatan 304 kg, hasil dari snatch 138 kg dan clean & jerk 166 kg. Medali emas pun disabet Patsaphong Tongsuk (Thailand) dengan total 307 kg (snatch 134 kg dan clean & jerk 173 kg), sementara perak jadi milik Muhamad Aznil Bidin (Malaysia) dengan total 306 kg (snatch 133 kg dan clean & jerk 173 kg).
Bertanding di Chonburi Sports Schools, lifter berusia 36 tahun itupun tertinggal 4 kg saja dari emas dan 2 kg dari perak. Selisih ini pun diyakini Eko sejatinya masih bisa dikejar. Uniknya, Eko menyadari peta persaingan angkat besi yang dihadapinya memang kini sudah cukup berbeda.
Para rival yang lebih muda mulai berdatangan. Sebagian bahkan merupakan atlet kelahiran 2005, ketika Eko masih remaja dan baru menggeluti angkat besi. Namun, ia tak terbebani. "Setiap usia nggak jadi pikiran buat saya. Yang penting fisik saya masih bisa bersaing atau tidak," ujarnya via Antara.
Ternyata Belum Sepenuhnya Pulih dari Cedera Lutut

Di lain sisi, Eko ternyata belum sepenuhnya kembali ke kondisi terbaik. Setahun terakhir, lifter asal Metro, Lampung, ini menjalani pemulihan cedera lutut. Hal ini membuat rutinitas latihannya harus dilakukan secara hati-hati dan tanpa tekanan. "Untuk angkatan sendiri masih 90%-an, belum maksimal. Tapi kondisi lutut sudah hampir pulih, nggak ada masalah," ungkapnya.
Namun, progres pemulihan Eko cukup terlihat jelas. Total angkatannya terus naik dari Kejuaraan Asia dan Kejuaraan Norwegia, di mana ia mencatat 300 kg, sebelum jadi 304 kg di SEA Games 2025. "Secara tidak langsung, dengan kondisi pemulihan lutut, angkatan juga ada progres," tuturnya.
Namun, persiapan angkatan untuk SEA Games 2025 juga disebut Eko tak punya cukup banyak waktur. Alhasil, perunggu kali ini mengakhiri emas beruntun yang diraih Eko sejak SEA Games 2019 Filipina. Ia pun menerima hasil ini dengan lapang dada, apalagi sudah sesuai target PB PABSI. "Masih bersyukur. Kita masih dikasih rezeki, masih bisa bersaing dengan usia yang seperti ini," katanya.
Setelah berlaga di SEA Games 2025, Eko kini menatap Asian Games 2026 Aichi–Nagoya. Di sana, ia ingin melihat apakah ia masih berpeluang memiliki level elite angkat besi Asia, di mana persaingan jauh lebih keras. "Kita lihat nanti persaingan di situ. Kalau masih mampu masuk lima besar, ya kita coba ke kualifikasi Olimpiade," ucapnya.
Pilih Realistis Soal Kans ke Olimpiade 2028
Namun, soal kans berlaga di Olimpiade 2028 Los Angeles, Eko memilih realistis, karena proses seleksi bakal jauh lebih ketat. Jika berhasil menembus Olimpiade 2028, maka itu akan jadi Olimpiadenya yang kelima, setelah Beijing 2008, London 2012, Rio de Janeiro 2016, dan Tokyo 2020. Dari empat edisi itu, ia menyumbang 2 perunggu dan 2 perak.
Ambisi ini pun menjadi jawaban Eko kepada beberapa pihak yang kerap memintanya pensiun dan memberi jalan ke generasi muda. Eko pun memaklumi, tetapi ada syaratnya.
"Kalau memang ada pengganti, kualitasnya harus jelas. Jangan tiba-tiba mengganti tanpa bisa mengalahkan. Dari dulu saya mendidik, junior harus ngalahin senior dulu. Kalau saya dikalahkan, saya akan mundur sendiri," katanya tegas.
Berikut prestasi Eko Yuli Irawan selama berkarier di angkat besi level internasional.
Daftar Prestasi Eko Yuli Irawan di Angkat Besi
- Olimpiade 2016 Rio de Janeiro (62 kg): Perak
- Olimpiade 2020 Tokyo (61 kg): Perak
- Olimpiade 2008 Beijing (56 kg): Perunggu
- Olimpiade 2012 London (62 kg): Perunggu
- Kejuaraan Dunia 2018 Ashgabat (61 kg): Emas
- Kejuaraan Dunia 2009 Goyang (62 kg): Perak
- Kejuaraan Dunia 2014 Almaty (62 kg): Perak
- Kejuaraan Dunia 2019 Pattaya (61 kg): Perak
- Kejuaraan Dunia 2022 Bogota (61 kg): Perak
- Kejuaraan Dunia 2023 Riyadh (67 kg): Perak
- Kejuaraan Dunia 2007 Chiang Mai (56 kg): Perunggu
- Kejuaraan Dunia 2011 Paris (62 kg): Perunggu
- Piala Dunia IWF 2019 Fuzhou (61 kg): Emas
- Grand Prix IWF 2023 Havana (67 kg): Emas
- Grand Prix IWF 2011 Fujian (62 kg): Perak
- Grand Prix IWF 2015 Fuzhou (62 kg): Perak
- Asian Games 2018 Jakarta-Palembang (62 kg): Emas
- Asian Games 2010 Guangzhou (62 kg): Perunggu
- Asian Games 2014 Incheon (62 kg): Perunggu
- Kejuaraan Asia 2008 Kanazawa (62 kg): Perak
- Kejuaraan Asia 2019 Ningbo (61 kg): Perunggu
- SEA Games 2007 Nakhon Ratchasima (56 kg): Emas
- SEA Games 2009 Vientiane (62 kg): Emas
- SEA Games 2011 Jakarta-Palembang (62 kg): Emas
- SEA Games 2013 Naypyidaw (62 kg): Emas
- SEA Games 2019 Philippines (61 kg): Emas
- SEA Games 2021 Vietnam (61 kg): Emas
- SEA Games 2023 Cambodia (61 kg): Emas
- SEA Games 2017 Kuala Lumpur (62 kg): Perak
- SEA Games 2025 Thailand (65 kg): Perunggu
- Kejuaraan Dunia Junior 2007 Prague (56 kg): Emas
- Kejuaraan Dunia Junior 2009 Bucharest (62 kg): Emas
- Kejuaraan Dunia Junior 2006 Hangzhou (56 kg): Perak
Baca Juga:
- Memo dan Tim Dayung Putra Indonesia Sabet 2 Medali Emas Sekaligus di SEA Games 2025 Thailand
- Hore! Tim Triathlon Indonesia Sabet 2 Medali Emas Aquathlon di SEA Games 2025 Thailand
- Jadwal Lengkap Pertandingan Basket SEA Games 2025 Thailand, 13-19 Desember 2025
- Jadwal Lengkap Pertandingan Tenis SEA Games 2025, 10-19 Desember 2025
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 24 Januari 2026 13:48Head to Head Arsenal vs Man United: Tuan Rumah Unggul, tapi Ada Catatan Menarik
LATEST UPDATE
-
Voli 30 Januari 2026 22:47 -
Voli 30 Januari 2026 22:40 -
Otomotif 30 Januari 2026 21:16 -
Tim Nasional 30 Januari 2026 20:35 -
Liga Champions 30 Januari 2026 19:42 -
Liga Spanyol 30 Januari 2026 19:39
BERITA LAINNYA
-
olahraga lain lain 28 Januari 2026 17:40 -
olahraga lain lain 28 Januari 2026 17:26 -
olahraga lain lain 26 Januari 2026 14:10 -
olahraga lain lain 24 Januari 2026 08:48 -
olahraga lain lain 23 Januari 2026 15:46 -
olahraga lain lain 23 Januari 2026 15:21
HIGHLIGHT
- 9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan...
- 5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke...
- 5 Klub Potensial untuk Xabi Alonso Setelah Pergi d...
- 5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane...
- 5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey A...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486892/original/056275200_1769635928-gianluca-prestianni-benfica-berebut-bola-jude-bellingham-real-madrid-liga-champions.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4750795/original/017104800_1708660528-lulalahfah_1708488000_3307090680726527786_199618161.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482402/original/054602000_1769182507-lula_lahfah.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487881/original/098610500_1769682055-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484027/original/066562000_1769411301-image.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5489003/original/043830100_1769774840-Kasus_keracunan_massal_di_SMA_2_Kudus_yang_menghebohkan_warga.jpg)
