FOLLOW US:

Menantang Tim Terbaik FIFA dengan Tim Terbaik ala Bola.net

Rabu, 25-10-2017 19:42
Menantang Tim Terbaik FIFA dengan Tim Terbaik ala Bola.net
Tim Terbaik FIFA 2017 © FIFA

Bola.net - FIFA baru saja menetapkan Tim Terbaik 2017 yang terdiri dari satu penjaga gawang, tiga gelandang dan tiga penyerang. Dalam tim tersebut didominasi pemain Real Madrid (5) yang musim lalu menjuarai Liga Champions dan La Liga. Barcelona punya dua perwakilan. Lalu ada dua pemain dari Juventus.

Tim Terbaik FIFA 2017: Gianluigi Buffon; Dani Alves, Sergio Ramos, Leonardo Bonucci, Marcelo; Luka Modric, Toni Kross, Andres Iniesta; Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Neymar.

Tentu saja tidak semua sepakat bahwa formasi tersebut merupakan tim terbaik tahun ini karena sebenarnya terdapat beberapa pemain dari klub lain yang lebih baik daripada pemain yang ada dalam tim tersebut.

Penentuan Tim Terbaik FIFA sendiri sangat subjektif. Mereka dipilih berdasarkan voting yang subjektif, bukan semata-mata berdasarkan statistik di atas lapangan sepanjang tahun 2017. Maka kami pun punya pilihan Tim Terbaik 2017 untuk menantang pilihan FIFA.

Penjaga Gawang: Jan Oblak

Gianluigi Buffon adalah salah satu nama dalam daftar tim terbaik FIFA. Pada waktu bersamaan, ia juga dinobatkan sebagai penjaga gawang terbaik dunia mengalahkan pesaingnya Manuel Neuer (Bayern Munchen) dan Keylor Navas (Real Madrid).

Pemain asal Italia tersebut memang punya banyak pengalaman yang musim lalu membawa Juventus lolos ke final Liga Champions dan menjuarai Serie A. Popularitas penjaga gawang 39 tahun tersebut pun tak perlu ditanyakan lagi. Ia hampir menjuarai semua trofi di seluruh turnamen di dunia ini kecuali Liga Champions.

Bagaimanapun, Jan Oblak pantas menjadi pesaing Buffon daripada Neuer dan Navas dalam merebutkan status kiper terbaik tahun ini. Musim lalu, pemain Atletico Madrid tersebut mengantarkan timnya finis di peringkat tiga di La Liga setelah bersaing dengan Real Madrid dan Barcelona. Oblak juga mengantarkan Atletico lolos hingga semi final di Liga Champions.

Statistiknya di atas lapangan sebagai penjaga gawang tak kalah jauh dari Buffon. Ia sering menjadi pahlawan di bawah mistar gawang baik bersama timnas Slovenia maupun di Atletico Madrid. Sepanjang tahun 2017, ia bermain sebanyak 24 kali di La Liga dengan catatan 13 kali clean sheet. Lalu di Liga Champions yang berlangsung selama 2017, termasuk saat menjalani semi final, Oblak tercatat tampil sembilan kali dan empat kali sukses menjaga gawangnya dari kebobolan.

Lalu bersama timnas Slovenia, penjaga gawang 24 tahun tersebut enam kali tampil sepanjang 2017 dan dua kali clean sheet. Total ia melakukan 19 clean sheet dari 39 penampilan. Sementara itu Buffon melakukan 22 clean sheet dalam penampilan bersama timnas Italia dan Juve, namun dari jumlah pertandingan yang lebih banyak dari Oblak: 40 pertandingan.

Bek: Marc Bartra, Salif Sane, Nicolas Otamendi, Faouzi Ghoulam

Bonucci adalah mantan pemain Juventus yang pada musim panas lalu pindah ke AC Milan. penampilannya di Milan membuatnya tak pantas menyandang status sebagai salah satu bek terbaik di dunia saat ini. Memang penampilannya musim lalu bersama Juventus pantas mendapat apresiasi. Namun melihat penampilannya sepanjang tahun ini, jika Bonucci masuk dalam jajaran pemain dalam tim terbaik, perlu dipertanyakan. (Baca: Pengaruh Buruk Bonucci pada Milan dan Cara Mengatasinya)

Nicolas Otamendi lebih baik dari Bonucci. Pemain asal Argentina bermain sangat bagus bersama Manchester City sepanjang tahun 2017. Dan di musim ini, City tak pernah mengalami kekalahan di mana hal itu tentu saja tak lepas dari performa apik Otamendi.

Sulit mencari pemain yang sepadan dengan Sergio Ramos untuk mengisi lini belakang dalam tim terbaik kami. Tapi kami punya pilihan pada pemain Hannovers 96, Salif Sane, yang bermain bagus sepanjang musim ini. Lima kali, pemain 27 tahun tersebut sebagai pemain terbaik untuk timnya dari sembilan pertandingan di Bundesliga. Baru kalah dua kali, klub yang baru saja promosi tersebut saat ini menduduki peringkat enam untuk sementara. Maka Sane pun cukup pantas sejajar dengan Ramos meskipun memang tak lebih baik.

Faouzi Ghoulam, pemain Napoli, kami pilih untuk mengisi full back kiri seperti posisi Marcelo. Pemain 26 tahun tersebut bermain sangat bagus sepanjang musim ini sehingga Napoli belum pernah terkalahkan. Sepanjang musim 2017/2018, selain fokus di pertahanan, ia juga bisa memberikan tiga assist dan satu gol. Lebih baik dari Marcelo yang baru mengumpulkan dua assist dan satu gol musim ini di semua kompetisi.

Dani Alves adalah pemain yang sudah ‘habis’ masanya ketika meninggalkan Barcelona. Namun ia tertolong popularitasnya karena Juventus lolos ke final Liga Champions musim lalu. Di akhir musim, ia secara mengejutkan meninggalkan Juve untuk gabung dengan PSG. Ia menuding Juve tak paham gaya bermainnya.

Bersama PSG, Alves mengumpulkan dua gol dan dua assist. Kontribusi itu tak lebih baik daripada bek milik Borussia Dortmund, Marc Bartra. Mantan pemain Barcelona tersebut telah mengumpulkan tiga gol dan satu assist musim ini di Bundesliga.

Gelandang: Kevin de Bruyne, Paulo Pogba, N'Golo Kante

Tiga pemain tengah dalam tim terbaik FIFA terdapat nama Luka Modric, Toni Kroos dan Andres Iniesta. Tiga pemain tersebut memang populer. Namun adanya nama Iniesta perlu menjadi pertanyaan. Musim lalu, ia gagal mengantarkan Barca menjuarai La Liga dan Liga Champions, hanya meraih trofi Copa del Rey.

Sementara itu, Paul Pogba menjuarai Liga Europa bersama Manchester United musim lalu. N'Golo Kante mengantarkan Chelsea sebagai juara Premier League. Jika dua nama tersebut kemudian disandingkan dengan pemain Manchester City, Kevin de Bruyne, akan menjadi lini tengah yang punya keseimbangan dalam menyerang dan bertahan.

Penyerang: Paulo Dybala, Ciro Immobile, Nabil Fekir

Di lini depan dalam tim terbaik versi FIFA bertengger nama Ronaldo karena pemain asal Portugal tersebut memang memenangkan Pemain Terbaik Pria FIFA 2017. Messi menjadi penantang utamanya dalam merebutkan status pemain terbaik dunia. Sulit untuk tidak mengatakan dua pemain tersebut bukan pemain terbaik dunia saat ini.

Sementara itu, Neymar ada di urutan ketiga dalam merebutkan status pemain terbaik dunia. Dia adalah pemain termahal dunia saat ini setelah pindah dari Barca ke PSG dengan harga 222 juta euro. Pemain asal Brasil tersebut telah mengumpulkan 10 gol dan memberikan delapan assist dari 11 penampilan pada musim 2017/2018 ini.

Namun terdapat jajaran pemain yang bisa menjadi tandingan bagi trisula tersebut di atas. Paulo Dybala adalah pemain yang sangat produktif dalam mencetak gol sepanjang musim ini, 12 gol di semua kompetisi bersama Juventus—lebih banyak dari Ronaldo (7 gol dari 10 penampilan). Selain itu, pemain asal Argentina tersebut memiliki kecepatan dan menggiring bola yang tak kalah dari Messi.

Ciro Immobile akan menjadi penyerang yang mematikan jika bermain bersama Dybala. Pemain Lazio tersebut telah mencetak 17 gol di semua kompetisi musim ini dari 13 penampilan—lebih banyak dari Messi (15 gol dari 14 penampilan). Nabil Fekir, pemain Lyon, yang telah mengumpulkan delapan gol dan tiga assist musim ini akan menambah daya gedor di lini depan tim terbaik pilihan kami.

Tim Terbaik Bola.net 2017: Jan Oblak; Marc Bartra, Salif Sane, Nicolas Otamendi, Faouzi Ghoulam; Kevin de Bruyne, Paulo Pogba, N'Golo Kante; Paulo Dybala, Ciro Immobile, Nabil Fekir

Semoga suatu saat nanti, FIFA tergugah untuk menggelar pertandingan antara Tim Terbaik FIFA 2017 dengan tim terbaik tandingan dari Bola.net ini.