
Bola.net - - Leonardo Bonucci pernah menjadi bek hebat. Tak perlu diragukan lagi. Buktinya ia menjadi salah satu nominasi Ballon d’Or 2017 ini.
Lalu entah mengapa performa Bonucci mengalami penurunan drastis sejak bergabung dengan AC Milan pada bursa transfer musim panas lalu. Sejauh musim ini, bek 30 tahun tersebut tampil sebanyak delapan kali di Serie A dan mengalami empat kali kekalahan. Sementara dua penampilannya di Liga Europa memang tak pernah kalah.
Penampilan terakhir Bonucci bersama Milan yaitu ketika menghadapi Inter Milan akhir pekan lalu dalam kekalahan 3-2. Itu adalah kekalahan tiga kali secara beruntun setelah sebelumnya kalah dari AS Roma dan Sampdoria. Dan dalam tiga penampilan terakhirnya tersebut, Bonucci tak pernah mendapat nilai 7 versi Whoscored.
Penampilan Bonucci masih sangat jauh dari harapan sejak bergabung dengan Milan. Ia dibeli dengan harga cukup fantastis, 42 juta euro—untuk pemain yang sudah berusia 30 tahun. Ia diharapkan bisa langsung memberikan dampak besar pada performa Milan yang musim lalu hanya mampu finis di peringkat enam. Namun harapan itu masih sangat jauh sebab Milan sekarang berada di peringkat 10 berjarak 12 poin dari peringkat pertama dan berjarak tujuh poin dari peringkat empat zona terakhir untuk bermain di Liga Champions musim depan.
Dampak Kehadiran Bonucci di Milan
Kehadiran Bonucci di Milan mendapat sambutan sangat hangat pada mulanya. Bahkan ia langsung mendapat kepercayaan sebagai kapten tim. Vincenzo Montella juga rela mengubah formasi menggunakan tiga bek untuk mengakomodasi Bonucci sebab sistem tersebut yang paling cocok untuknya – dengan pertimbangan melihat penampilannya bersama Juventus pada musim-musim sebelumnya. Namun hingga kini, formasi tersebut di Milan masih belum bisa berjalan maksimal. Dan Montella tampaknya masih percaya dengan ‘tuah’ Bonucci dalam formasi 3-5-2.
Kehadiran Bonucci juga membuat Montella tertuntut memberikan kepercayaan penuh padanya. Bonucci tak pernah absen sejak awal musim ini, bahkan setelah melakukan beberapa kesalahan dan bermain buruk sekalipun. Bonucci tetap mendapat kepercayaan bermain sejak menit awal. Tuntutan dalam kesepakatan kontrak? Kita tidak tahu, yang pasti Bonucci terus bermain sejak menit awal sejak awal musim ini di laga resmi.
Memang tidak disangkal bahwa Bonucci adalah pemain hebat yang enam musim sebelumnya selalu mengantarkan klub lamanya meraih gelar Serie A dan lolos ke Liga Champions dua kali dalam dua tahun terakhir. Prestasi Cristiano Ronaldo yang sudah pasti memenangkan Ballon d'Or tahun ini saja kalah jika hanya melihat perbandingan jumlah trofi di liga. (Baca: Tak Perlu Basa-basi, Ronaldo Pasti Menang Ballon d'Or 2017)
Namun terlalu memberi kepercayaan pada Bonucci adalah kesalahan besar. Montella seharusnya bisa objektif dalam memberikan penilaian dalam memilih pemain untuk menyusun line up. Bukan berarti Bonucci memiliki popularitas lantas bisa langsung bermain bagus di Milan. Montella harus bisa melihat timnya secara keseluruhan. Ia harus menyadari bahwa kepentingan tim lebih besar daripada sekedar satu pemain saja.
Peran Bonucci di Juventus
Menurut mantan pemain Juventus, Alessio Tacchinardi, Bonucci memang pemain yang memiliki kualitas tinggi. Namun penampilan bagusnya di musim sebelumnya tak terlepas dari kualitas Juventus juga. Di Milan, Bonucci bisa menjadi pemain yang berbeda seiring kualitas Milan yang masih di bawah Juventus. Maka ia percaya bahwa kualitas individu Bonucci yang sebenarnya akan tampak ketika bermain bersama Milan ini.
“Ia adalah pemain yang bagus, namun yang ingin melihat level Bonucci yang sesungguhnya musim ini. Pada akhir musim, kita akan melihat apakah dirinya benar-benar setangguh itu atau apakah ternyata kualitas Juventus yang menaikkan levelnya," ucap Tacchinardi.
Sementara itu, pengaruh buruk terkait keberadaan Bonucci juga menimpa Juventus. Kepergian Bonucci mengurangi kesolidan lini belakang klub berjuluk Bianconeri tersebut. Sejak tak bermain bersama Bonucci, Juventus telah kebobolan tujuh gol dari delapan pertandingan di Serie A. Dan saat ini klub berbasis di kota Turin tersebut tertinggal di peringkat tiga setelah mengalami kekalahan dari Lazio. Napoli mengambil keuntungan dari situasi ini sehingga melenggang sendirian di puncak klasemen sementara.
Membandingkan performa Juventus musim ini dengan musim lalu memang tampak mengalami penurunan. Ketika memasuki pekan kedelapan seperti saat ini, kala itu Juventus menduduki peringkat satu, dan hanya kebobolan lima gol. Fakta ini paling tidak bisa menjadi indikasi bahwa kepergian Bonucci sedikit atau banyak memberikan pengaruh pada lini pertahanan tim besutan Massimiliano Allegri.
Gelandang Juventus, Sami Khedira, pun mengakui bahwa Juventus mengalami masalah defensif. Tentu saja performa seperti sekarang ini tak boleh berlanjut jika Juve ingin kembali menyabet Scudetto atau gelar Serie A yang ketujuh secara beruntun sejak 2012.
Bonucci Tak Perlu Mendapat Kepercayaan Berlebih di Milan
Kesimpulannya adalah,memang Bonucci pemain berkualitas yang bisa memberi pengaruh pada tim yang dibelanya. Namun ia tidak bisa langsung menjadi kepercayaan di Milan meskipun memiliki reputasi sebagai salah satu bek terbaik di dunia saat ini. Bagaimanapun ia butuh waktu adaptasi meskipun sudah sekian lama bermain di Italia.
Montella tak boleh memaksakannya terus bermain sejak menit awal atau bahkan memaksa mengubah filosofi Rossoneri hanya untuk memberi tempat pada Bonucci. Perlu ditegaskan lagi bahwa kepentingan klub jauh lebih besar daripada reputasi Bonucci belaka.
Melihat kontribusinya bersama Juventus, Bonucci memang pemain yang bisa menjadi sosok penting. Namun hal itu baru bisa tercapai setelah ia memahami cara kerja bersama timnya. Ia memiliki bakat menjadi pemain besar, namun ia tak lantas bisa melejit sendirian dengan kualitas individualnya.
Sejauh ini tifosi Milan hingga petinggi klub belum puas dengan penampilan Bonucci. Terlepas dari itu semua, ia pantas mendapat kesempatan untuk membuktikan harga mahalnya.
Kembali Menggunakan Empat Bek
Untuk mengentaskan masalah ini, Montella tak perlu memaksakan menggunakan tiga bek. Ia bisa kembali menggunakan empat bek dengan menerapkan formasi 4-4-2. Alessio Romognoli dan Mateo Musacchio bisa dipasang sebagai bek tengah jika memang Bonucci harus istirahat. Sementara itu masih ada nama Christian Zapata sebagai alternatif.
Ricardo Rodriguez perlu dikembalikan pada posisi naturalnya sebagai full back alih-alih sebagai bek sayap. Empat pemain di tengah bisa menggunakan Franck Kessie, Lucas Biglia, Suso sebagai pemain sayap kanan dan Giacomo Bonaventura sebagai gelandang sayap di sisi kiri. Fabio Borini bisa menggantikan posisi Bonaventura dan Suso. Lalu, dua penyerang di depan Montella bisa menduetkan Andre Silva bersama dengan Patrick Cutrone.
Selain itu, Silva juga bisa bermain sebagai penyerang tunggal dan Hakan Calhanoglu bermain di belakang penyerang di mana posisi tersebut merupakan posisi yang paling ideal selain bisa bermain di sayap kiri. Formasi 4-2-3-1 juga perlu menjadi pertimbangan karena juga bisa mengakomodasi pemain yang ada dalam skuat Milan saat ini.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 4 September 2026 13:20Dusan Vlahovic Akhirnya Ungkap Alasan di Balik Kepergiannya dari Juventus
-
Liga Italia 4 September 2026 13:12Ruben Amorim Berpeluang Cetak Sejarah di Laga Juventus vs Milan
-
Liga Italia 4 September 2026 10:01Prediksi Inter vs Napoli 5 September 2026
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 5 September 2026 06:58Man of the Match Betis vs Madrid: Alvaro Valles
-
Liga Inggris 5 September 2026 06:51Man of the Match Ipswich vs Liverpool: Alexander Isak
-
Liga Spanyol 5 September 2026 06:27Hasil Betis vs Madrid: Los Blancos Takluk!
-
Liga Inggris 5 September 2026 06:19Hasil Ipswich vs Liverpool: 2 Gol Cepat Isak Bawa The Reds Raih Kemenangan Perdana
-
Liga Inggris 5 September 2026 00:20Gabriel Martinelli Pergi, Mikel Arteta Tetap Puas dengan Opsi Serangan Arsenal
-
Liga Spanyol 4 September 2026 23:45Link Live Streaming Betis vs Madrid, 5 September 2026
BERITA LAINNYA
-
open play 21 November 2025 14:48Alexander Zwiers Buka-bukaan, Ini Alasan Nova Arianto Sangat Cocok Latih Timnas U-20
SOROT
-
Liputan6 5 September 2026 06:13ASDP Minta Maaf Buntut Macet hingga 15 Km di Pelabuhan Ketapang
-
Liputan6 5 September 2026 05:32Kebakaran Lapak di Srengseng Jakbar
-
Liputan6 5 September 2026 05:11Anak Krakatau Erupsi Beruntun
-
Liputan6 4 September 2026 23:46Deras Cimandiri dan Perjuangan Pelajar Leuwidingding Menuju Sekolah
-
Liputan6 4 September 2026 23:42Penjelasan Polisi Tak Blokade Demo PBRI Dekat Bundaran HI
-
Liputan6 4 September 2026 22:307 Catatan Kubu Andrie Yunus Usai 2 TNI Dihukum Ringan dan Tak Dipecat
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341004/original/001078700_1788563614-IMG-20260904-WA0090.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341001/original/032364100_1788561173-IMG_20260905_035933.v1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340999/original/048533900_1788559714-VEN_KRA20260905001504.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340958/original/004739600_1788540378-446747.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340956/original/056974400_1788540157-Demo_PBRI_dekat_Bundaran_Hotel_Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8062367/original/095492200_1780906692-1001350335.jpg)
