FOLLOW US:

Tidak Salah, karena Salah adalah Kebenaran

Rabu, 11-10-2017 16:02
Tidak Salah, karena Salah adalah Kebenaran
Mohamed Salah © LFC
Bola.net - Mohamed Salah baru-baru ini banjir pujian karena jasanya mengantarkan Mesir lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 untuk pertama kalinya sejak 1990. Pencapaian itu tak lepas karena dalam namanya mengandung kata ‘Salah’.

Salah memastikan negaranya lolos setelah ia mencetak gol penentu di menit-menit akhir lewat titik putih penalti kala menghadapi Kongo. Sebelumnya, ia sudah mencetak satu gol yang sempat disamakan. Kemenangan 2-1 menjadi hasil akhir dalam pertandingan tersebut. Mesir pun menjadi juara Grup E babak kualifikasi zona Afrika.

Salah lahir di Basyoun pada 1992. Pria yang kini berusia 25 tahun tersebut punya nama lengkap Mohamed Salah Khamid Ghali Thaha. Ia lebih dikenal dengan nama singkatnya: Salah.

Dalam pengucapan bahasa Indonesia, kata ‘Salah’ sering menimbulkan kerancuan. Sebab, kata ‘Salah’ dalam bahasa kita sama dengan ‘Keliru’ yang cenderung mengarah pada hal negatif.

Dalam bahasa Arab nama Salah memiliki arti positif. Dalam bahasa Arab, penulisan kata ‘Salah’ menggunakan kata Sha’ bukan Sa’:صلاح ­. Jadi, kata tersebut memiliki arti: Kebenaran, Kesopanan, Kepantasan, Integritas, Jasa, Kebugaran.



Seluruh kebaikan dalam arti kata ‘Salah’tersebut adalah sebuah doa dari orang tua Salah ketika mengiringi kelahiran si jabang bayi. Itulah kenapa orang tuanya memberi nama Salah, karena nama adalah setengah dari doa.

Sementara itu banyak orang tua tidak beruntung dan gagal mewujudkan pengharapan dari nama anak. Mereka ingin anaknya bersifat sabar dengan memberi nama ‘Sabar’ tetapi ternyata punya sifat mudah marah. Anak diberi nama ‘Syukur’ agar selalu lapang dada, tapi ternyata sering mengeluh.  

Dan orang tua Salah termasuk salah satu orang tua yang sukses mengambil manfaat dari sebuah nama anaknya. Salah sekarang telah menjadi orang yang namanya sesuai dengan manfaatnya.


Salah Berarti Kebenaran


Salah terlahir di tengah keluarga yang taat menjalankan agama Islam sehingga hal itu banyak memberi pengaruh pada dirinya hingga dewasa ini.

Salah mengawali karirnya sebagai pemain sepakbola di negaranya sendiri bersama klub bernama El Mokawloon. Ia mulai meniti karier di Eropa pada 2012 ketika gabung dengan FC Basel. Bersama klub Swiss tersebut, Salah pernah menjuarai liga kasta tertinggi dua kali secara beruntun pada 2013 dan 2014. Setelah itu, ia mengepakkan sayapnya lebih tinggi sehingga bisa bermain di Chelsea, Fiorentina, AS Roma dan sekarang berseragam Liverpool.

Hidup di tengah perbedaan tradisi antara Timur dan Barat memang tak mudah bagi Salah sebagai seorang muslim. Tapi Salah dituntut harus bisa beradaptasi tanpa melepas kebenaran agama yang ia yakini.

Ia terbukti bisa menghadapi itu. Sebagai orang muslim, Salah wajib melakukan kewajiban ajaran agamanya termasuk puasa di bulan Ramadan dan melaksanakan salat lima waktu setiap hari.

Ketika hidup di Basel, Salah tetap menjaga salatnya. Pada satu kesempatan, ia kedapatan tengah berjamaah di masjid bersama dengan Demba Ba yang kebetulan punya keyakinan sama dengannya.



Salah juga punya pengalaman menarik ketika menjalani puasa di Eropa [saat masih bermain di Chelsea] pada musim panas. Hari-hari itu terasa berat baginya karena durasi waktu siang lebih panjang dari biasanya. Ia tetap wajib menjalani latihan berat sebagai pemain sepakbola profesional.  Dalam kondisi seperti itu, ia tetap berusaha menjaga puasanya.

“Ramadan di Inggris bisa dibilang sulit buat saya. Karena saat saya membela Chelsea di sana punya dua sesi latihan setiap hari. Saya sangat antusias ikut latihan pagi hari, tapi kondisi fisik menurun pada sore hari karena suhu di Inggris sangat panas dan saya baru bisa minum air setelah matahari terbenam, karena di sana memiliki zona waktu yang berbeda. Tapi saya merasa baik-baik saja,” Salah mengisahkan pengalamannya berpuasa di Inggris.

Salah melakukan itu semua karena ia percaya dengan kebenaran ajaran agamanya. Ia teguh menjaganya. Maka tak salah jika nama Salah punya arti Kebenaran.


Salah Berarti Integritas


Karier Salah sempat meredup ketika gabung dengan Chelsea. Berposisi sebagai pemain sayap, ia harus bersaing dengan para pemain bintang yang sudah ada di sana kala itu, termasuk bersaing dengan Eden Hazard dan Willian.

Bukan Salah kalau mudah menyerah. Ia punya integritas tinggi.

Salah kemudian menunjukkan kemampuannya di atas lapangan ketika menjalani masa peminjaman di Fiorentina. Tahun berikutnya dari tahun 2015 hingga 2017, ia juga menjadi pemain penting saat bergabung dengan AS Roma.

Berkat kerja kerasnya tersebut, Salah memecahkan rekor transfer Liverpool pada tahun 2017 ini. Liverpool membelinya dari AS Roma dengan harga 39 juta pounds atau setara Rp. 655 milyar dan mendapat gaji 90 ribu pounds per pekan.

Bersama klub bermarkas di Anfield tersebut, Salah langsung menjadi pemain penting. Ia menjadi pemain kepercayaan Jurgen Klopp untuk mengisi lini depan.  Dan sejauh ini, Salah telah mengumpulkan enam gol dari 11 penampilan di semua kompetisi.

Salah tak akan menjadi pemain seperti sekarang jika seandainya, setelah gagal bersinar di Chelsea, langsung menyerah begitu saja. Sebaliknya, ia percaya punya kemampuan untuk menjadi pemain besar. Ia pun gigih untuk mewujudkan itu.

"Saya kembali ke Inggris sebagai pemain yang lebih baik. Semuanya telah berkembang. Bahkan, kepribadian saya pun berbeda," ucap Salah tak lama setelah gabung dengan Liverpool.


Salah Berarti Kebaikan atau Jasa


Membantu Mesir lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1990 adalah salah satu jasa Salah bersama rekan-rekan setim untuk negara dan bangsanya. Namun di luar itu, Salah juga punya jasa lainnya di luar lapangan.

Tak berbeda jauh dengan Cristiano Ronaldo yang sering memberikan bantuan kemanusiaan, Salah juga suka melakukannya. Pada bulan Ramadan kemarin, Salah tampak mengunjungi sebuah sakit untuk berbagi dengan anak-anak yang kurang beruntung.

Salah juga bisa jadi memberikan jasa besar untuk Liverpool. Siapa tahu, Salah nantinya juga menjadi jawaban Liverpool yang sudah lama menanti gelar Premier League untuk pertamanya, (juga) sejak 1990.


Salah adalah Kesopanan


Batasan kesopanan bisa berbeda di satu wilayah dengan wilayah lainnya. Salah adalah orang yang tetap berusaha menjaga kesopanannya sebagai orang Mesir meskipun hidup di Eropa. Jika WAGs pemain sepakbola yang lainnya, khususnya di Eropa, sering menggunakan pakaian terbuka, tapi istri Salah berbeda.  Istri Salah, Magi Salah, adalah sedikit dari para WAGs yang setia menggunakan hijab atau pakaian tertutup seperti kebiasaan mayoritas wanita Mesir.

Kebiasaan merendahkan diri di hadapan Tuhan setelah mencetak gol juga menjadi cerminan nama Salah. Ia melakukan sujud syukur itu sebagai ucapan terima kasih pada sang pencipta atas nikmat yang dianugerahkan padanya.


Salah adalah Pemain Bugar


Tidak sekali Salah mengalami cedera sepanjang kariernya sebagai pemain sepakbola. Salah satu yang terparah terjadi pada 2015 lalu saat membela AS Roma. Ia mengalami kerusakan ligamen setelah diterjang pemain Lazio, Senad Lulic, dalam sebuah pertandingan derby kota Roma.

Banyak pemain sepakbola yang setelah mengalami cedera lalu mengalami penurunan drastis. Namun Salah salah satu pemain yang memiliki kebugaran yang bagus. Pasca cedera, sejauh ini terbukti, ia tak mengalami penurunan performa. Bahkan kecepatan larinya mampu membuat Klopp  berdecak kagum.

"Salah adalah pemain yang fantastis. Tak ada keraguan akan hal tersebut. Kecepatan dia luar biasa, tapi kami perlu menggunakan keunggulannya itu dengan cara yang cerdas," puji Klopp pada Salah.


Salah Pantas Mendapat Apa yang Ia inginkan


Salah adalah pemain yang mengidolakan Liverpool sejak kecil. Sebelum Chelsea mendekatinya, Salah sebenarnya hampir menuju Liverpool. Sayangnya, antar klub tak menemukan kesepakatan sehingga kepindahannya gagal.

Ketika masih kecil, ia mengisahkan sering memilih Liverpool sebagai klub andalannya di PlayStation. Berkat kerja kerasnya dan perjalanan panjangnya dalam sepakbola, akhirnya ia tidak saja bisa bermain bersama Liverpool secara virtual tapi semuanya kini menjadi kenyataan.

Bermain di timnas Mesir juga salah satu mimpi Salah sejak ia meniti karier sebagai pemain bola. Kini, ia telah memenuhi mimpinya tersebut. Bahkan, bukan hanya bermain, tapi Salah telah menjadi pahlawan Mesir yang akan dikenang selamanya.

Tidak salah, Salah bisa seperti sekarang ini karena namanya saja sudah 'Salah'!

(bola/shd)