FOLLOW US:


Bos Yamaha: Kesalahan Lorenzo-Rossi Harus Dikurangi!

27-07-2016 11:00
Bos Yamaha: Kesalahan Lorenzo-Rossi Harus Dikurangi!
Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi © AFP
Bola.net - Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis tak terlalu puas atas prestasi duet Movistar Yamaha MotoGP, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi di paruh pertama musim ini. Keduanya terbukti kuat di atas YZR-M1, namun banyak kesalahan membuat mereka kini tertinggal jauh dari Marc Marquez.

Dari sembilan seri pertama, Yamaha memenangkan lima balapan, dan sisanya dimenangkan oleh Honda. Meski begitu, saat ini Marquez memimpin klasemen pebalap dengan 170 poin, unggul 48 poin dari Lorenzo di peringkat kedua dan 59 poin dari Rossi di peringkat ketiga.

"Sejatinya hasil kami tak buruk. Kami lima kali menang; tiga dengan Jorge, dua dengan Vale. Honda menang tiga kali bersama Marc (dan satu dari Jack Miller). Kami memang sukses, kuat dan lebih banyak menang, tapi juga punya masalah yang biasanya datang dari kesalahan, serta beberapa kali gagal finis," ujar Jarvis kepada Speedweek.

Valentino Rossi (c) AFP
"Tahun lalu, Marc tak konsisten dan beberapa kali gagal finis. Tahun ini ia meraih poin di setiap balapan, bahkan ketika ia terjatuh. Memang itulah kuncinya. Yamaha cepat dan kuat, punya motor dan tim yang baik, tapi kami juga butuh meraih poin di setiap balapan," tambahnya.

Pria asal Inggris ini pun mengaku dirinya tak begitu puas atas performa Lorenzo dan Rossi, yang menurutnya tak sesuai dengan ekspektasi Yamaha. Bahkan terkadang keduanya kesulitan menghadapi para pebalap Ducati. Jarvis pun berharap keduanya lebih konsisten di sembilan seri tersisa musim ini.

"Sejauh ini saya hanya setengah puas. Ini tak sesuai ekspektasi. Level kompetisi saat ini sangat tinggi, Ducati terkadang juga sangat cepat. Saya ingin kami bisa lebih konsisten dan lebih banyak menang di paruh kedua musim ini. Kesalahan harus dikurangi, dan harus lebih sering mengalahkan Marc. Memang tak mudah, tapi masih ada sembilan seri tersisa. Segalanya masih bisa berubah, segalanya masih memungkinkan," tutupnya. (sw/kny)