CEO Dorna Pasrah Suzuki Tinggalkan MotoGP: Tak Ada Solusinya

Anindhya Danartikanya | 12 Mei 2022 08:45
Pembalap Suzuki Ecstar, Alex Rins (c) AP Photo

Bola.net - CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, sudah pasrah menghadapi fakta bahwa Suzuki ingin meninggalkan MotoGP pada akhir musim 2022. Lewat wawancaranya di kanal Twitch milik Nico Abad, ia menyatakan tak ada solusi dari kabar buruk ini. Demikian yang dikutip oleh Marca, Rabu (11/5/2022).

Kabar ini menyeruak ke publik pada 2 Mei, ketika Joan Mir dan Alex Rins menjalani tes tengah musim di Jerez, Spanyol. Seluruh kru Suzuki Ecstar baru diberi tahu pada pagi hari sebelum tes, termasuk sang manajer tim, Livio Suppo, yang tadinya sangat lantang menyatakan misi mempertahankan Mir dan Rins pada 2023.

Suzuki belum memberi keterangan resmi karena pekan lalu Jepang dalam masa 'Golden Week' (Pekan Emas), yakni liburan nasional yang membuat markasnya tutup sepekan. Namun, Dorna Sports resmi memperingatkan bahwa Suzuki tak boleh mundur secara sepihak, mengingat kontrak mereka baru habis pada akhir 2026.

1 dari 2 halaman

Suzuki Bakal Rilis Pengumuman Resmi

CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta (c) MotoGP.com

Keinginan Suzuki untuk hengkang ini kabarnya ditengarai krisis ekonomi global akibat pandemi Covid-19 yang terjadi sejak 2020 dan invasi Rusia pada Ukraina yang sudah berlangsung sejak Februari 2022 lalu. Ezpeleta mengaku Dorna telah bicara dengan Suzuki, dan pengumuman resmi akan dirilis pada Kamis (12/5/2022).

"Kami sedang bicara dengan Suzuki, sudah jelas sebuah pernyataan akan dirilis besok (Kamis). Kami bicara untuk melihat bagaimana mereka melakukannya. Ini bisa terjadi, tapi mereka tak bisa pergi secara sepihak dan kami harus bicara soal bagaimana mereka akan melakukannya," ungkap pria Spanyol berusia 75 tahun ini.

Ezpeleta juga mensinyalir pihaknya tak berhasil merayu Suzuki untuk berpikir ulang soal keputusan hengkang. Ia juga mengaku tak mau memaksa pabrikan yang bermarkas di Hamamatsu, Jepang, tersebut untuk tetap berkompetisi ketika mereka tak lagi berminat. Di lain sisi, ia yakin MotoGP akan baik-baik saja tanpa Suzuki.

2 dari 2 halaman

Tak Mau Paksa Suzuki Bertahan

Pembalap Suzuki Ecstar, Joan Mir. (c) Suzuki Racing

"Saya rasa tak ada solusi. Kami juga tak punya ketertarikan untuk memaksa siapa pun untuk melanjutkannya jika mereka memang tak mau. Toh kami mendapatkan banyak permintaan dari banyak orang untuk mengisi tempat Suzuki. Yang harus kami lakukan sekarang adalah bekerja dengan tenang," ungkap Ezpeleta.

Kandidat terkuat pengganti Suzuki di MotoGP 2023 adalah Leopard Racing, yang saat ini berlaga di Moto3 bersama Dennis Foggia dan Tatsuki Suzuki. Sang bos tim, Christian Lundberg, telah menyatakan kepada Autosport, bahwa pihaknya sangat berminat mengambil alih slot Suzuki dan menjadi tim satelit Aprilia Racing.

"Jika ada tempat kosong, disertai kehendak Tuhan, dan Dorna memberikannya kepada kami, maka kami akan sangat senang. Seisi paddock tahu kami sangat tertarik dan ingin mengambil langkah ini. Namun, masih ada jalan panjang sebelum semua terwujud. Saya rasa satu-satunya opsi adalah melakukannya dengan Aprilia," tutur Lundberg.

Sumber: Twitch Nico Abad/Marca, Autosport

Berita Terkait

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR