FOLLOW US:


Demi Kontrak Pabrikan Ducati, Miller Harus Bermain Cerdas

29-03-2019 15:25
Demi Kontrak Pabrikan Ducati, Miller Harus Bermain Cerdas
Jack Miller © Pramac Racing

Bola.net - Pebalap Alma Pramac Racing, Jack Miller, tak memungkiri dirinya mendambakan kontrak tim pabrikan Mission Winnow Ducati di MotoGP 2020 mendatang. Atas alasan ini, ia yakin harus 'bermain' dengan cerdas dalam meraih hasil baik musim ini, demikian yang ia nyatakan dalam wawancaranya dengan Motorsport.com.

Fakta Danilo Petrucci hanya punya kontrak semusim, maka Miller dan tandemnya di Pramac, Francesco 'Pecco' Bagnaia punya peluang sama besar untuk menyingkirkannya. Ducati sendiri telah menegaskan, siapa pun dari ketiga rider ini yang mampu meraih hasil terbaik, maka ia lah yang akan membela tim pabrikan tahun depan.

Di atas kertas, Petrucci dan Miller punya peluang yang lebih baik dari Bagnaia, karena keduanya sama-sama mengendarai Desmosedici GP19 spek pabrikan, sementara Bagnaia sekadar mengendarai GP18. Miller sendiri terbukti tampil kompetitif selama masa pramusim, begitu juga dalam pekan balap di Qatar.

1 dari 2

Belum Ada Target Waktu

Sayang, jok motor JackAss terlepas pada lap kedua, hingga ia harus masuk pit dan berhenti pada Lap 13. "Jelas penting meraih hasil baik demi dapat kontrak pabrikan. Kami tak mendapat kesempatan itu di Qatar, tapi kami harus melakukannya dalam beberapa balapan selanjutnya," ungkap rider 24 tahun ini.

Miller juga mengaku belum tahu kapan Ducati akan ambil keputusan soal siapa yang akan jadi tandem Andrea Dovizioso pada 2020. Di lain sisi, ia menyadari bahwa memilih salah satu dari dirinya, Petrucci dan Bagnaia bukan perkara gampang bila mereka sama-sama kuat.

"Sulit memperkirakan kapan keputusan bakal diambil. Saya, Pecco, dan Danilo kurang lebih sama-sama tak mau pergi. Ini hanya soal apa yang ingin dilakukan Ducati pada kami. Kami hanya harus 'bermain' dengan cerdas, bekerja sebaik mungkin," ujarnya.

2 dari 2

Optimistis di Argentina

Meski gagal finis di Qatar, rider Australia ini merasa bahwa podium sejatinya bukanlah hasil mustahil. Atas alasan ini, ia merasa optimistis bisa tampil garang di Argentina, apalagi tahun lalu ia secara sensasional sukses merebut pole dengan ban kering dalam kondisi lintasan yang basah.

"Saya rasa podium dalam jangkauan di Qatar, Anda bisa lihat dari ritme kami. Saya hanya membuntuti Dovi, benar-benar santai, mengalir saja. Saya mampu mengendalikan ban belakang meski jok saya lepas. Kami ada dalam kondisi yang baik. Saya menjalani beberapa pekan yang baik di rumah, coba melupakan apa yang terjadi di Qatar dan hanya memikirkan apa yang bisa terjadi di Argentina dan Texas," tutupnya.