
Teriakan penonton ini diperkirakan terhubung dengan penghujung musim lalu yang penuh kontroversi, di mana Valentino Rossi menuduh Marquez sengaja membantu Lorenzo merebut gelar dunia.
"Kami tak melakukan kesalahan apapun. Saya meraih gelar, sementara Marc berusaha sebaik mungkin. Kami mencoba bersikap profesional, menjadi yang terbaik di lintasan, dan dalam proses ini kami menaruh nyawa dalam risiko. Jadi saya tak tahu apa salah kami. Karena kami cepat dan mengalahkan pebalap lain mungkin?" ujar Lorenzo.
Valentino Rossi (c) AFP
Marquez pun mengaku dirinya harus terbiasa oleh teriakan macam ini. "Saya tak suka hal ini di sepakbola, jadi tentu saya tak suka bila ini terjadi di MotoGP, apalagi jika saya yang diteriaki. Tapi saya tidak bodoh. Saya tahu ini akan biasa terjadi, jadi saya harus beradaptasi. Yang penting semua menikmati balapan di Qatar, tak penting warna penggemar, entah kuning, hitam atau merah," tuturnya.
Rossi sendiri menolak memberikan opini lebih jauh soal teriakan pada Lorenzo dan Marquez tersebut. "Entahlah," ujarnya sembari mengangkat bahu.
Lorenzo dan Marquez juga menepis rumor bahwa mereka tak akan sedikit pun meninggalkan hotel tempat mereka menginap di Argentina dengan alasan keselamatan. "Tidak. Saya tidak takut, dan jika saya tidak keluar hotel, itu karena saya berlatih atau bersantai," ujar Lorenzo.
Marquez pun memberikan komentar senada. "Kemarin (30/3) saya merasakan rasa takut di pesawat karena salah satu mesinnya mati!" tuturnya sembari tertawa. "Tapi saya tidak takut di sini," tutupnya. [initial]
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 7 Maret 2026 06:13 -
Liga Inggris 7 Maret 2026 05:16 -
Liga Spanyol 7 Maret 2026 05:15 -
Liga Inggris 7 Maret 2026 05:04 -
Bundesliga 7 Maret 2026 04:57 -
Liga Eropa Lain 7 Maret 2026 04:50
MOST VIEWED
- Jorge Martin Takjub Lihat Dominasi Marco Bezzecchi di MotoGP Thailand 2026: Level Performanya Berbeda!
- Jadi Murid Valentino Rossi Tak Halangi Pecco Bagnaia Akur dengan Marc Marquez, Justru Sering Dapat Nasihat
- Serunya Kunjungan Luca Marini dan Joan Mir ke Bali, Belajar Budaya Lokal Bareng Honda
- Formula 1 dan WEC Utamakan Keselamatan Terkait Konflik Timur Tengah, Bagaimana dengan MotoGP?
HIGHLIGHT
- 6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, ...
- 5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemi...
- 10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Men...
- 6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: S...
- 5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey A...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523436/original/088155600_1772816651-1001064690.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523431/original/011866200_1772816106-260254.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5211473/original/020366100_1746581539-hansi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519603/original/021723700_1772587901-AP26062748359237.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5343404/original/006730000_1757415749-14689.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523402/original/083790500_1772811975-IMG_2172.jpeg)

