
Bola.net - Kepala GT Sport Ferrari, Antonello Coletta, menyatakan bahwa pihaknya tak tertarik menggaet tujuh kali juara dunia MotoGP, Valentino Rossi, untuk proyek Hypercar mereka di 24 Hours of Le Mans pada 2022 mendatang. Hal ini ia sampaikan kepada La Gazzetta dello Sport seperti yang dikutip Crash.net pada Jumat (9/7/2021).
Seperti yang diketahui, Rossi mulai tegas menyiarkan sinyal-sinyal pensiun dari MotoGP akhir musim ini, usai sulit tampil kompetitif dengan Petronas Yamaha SRT. Dari sembilan seri, ia baru sekali masuk 10 besar dan sudah lima kali gagal meraih poin, bahkan tiga di antaranya akibat gagal finis usai kecelakaan.
Rossi juga sudah menyatakan akan banting setir ke ajang balap mobil. Meski penggemar berat reli dan pernah tiga kali turun di Kejuaraan Dunia Reli (WRC), Rossi lebih tertarik turun di kejuaraan ketahanan balap mobil di sirkuit aspar permanen, seperti EWC, apalagi pengalamannya sudah terasah di Gulf 12 Hours 2019 dan 2021.
Anggap Kategori GT3 Lebih Penting
View this post on Instagram
"Seperti yang selalu saya bilang, usai stop dari MotoGP, saya ingin ikut balapan mobil. Saya punya pengalaman di reli, karena saya memang fanatik reli. Saya sempat ikut di Kejuaraan Dunia Reli (WRC). Tapi bagi saya reli itu sulit, karena semua aspek sangat menuntut, dan saya ingin balapan di sirkuit karena saya lebih suka," ujar Rossi.
"Saya punya pengalaman dengan GT3, kategori penting dan menarik, karena ada banyak mobil dari pabrikan berbeda: Ferrari, Porsche, Bentley, Aston Martin, dan lainnya. Jadi, saya akan balapan dengan jenis mobil ini usai pensiun dari MotoGP. Tapi saya belum tahu di kejuaraan mana, karena ada banyak ajang. Saya hanya ingin balapan di suatu tempat," lanjutnya.
Rossi sendiri dikenal dekat dengan Ferrari dan selalu balapan dengan mobil Tim Kuda Jingkrak di Gulf 12 Hours. Namun, Antonello Coletta menyatakan bahwa pihaknya tak tertarik menggaet Rossi, meski Ferrari baru-baru ini resmi mengumumkan proyek baru sekaligus rencana untuk masuk ke kelas Hypercar di Le Mans.
Terkendala Usia yang Tak Lagi Muda
Colleta pun tak memungkiri bahwa keputusan ini diambil akibat Rossi yang tak lagi muda. Seperti yang diketahui, tahun depan rider Italia itu akan menginjak usia 43 tahun. "Tanpa mengurangi rasa hormat, saya yakin ia lebih tua dari para pembalap Endurance yang ada sekarang, dan kami akan menghadapi beberapa lawan tangguh," ujarnya.
"Ini bagaikan salah satu pembalap kami tiba-tiba memutuskan balapan motor. Vale bersenang-senang dengan GT, mungkin ia bisa coba kelas itu di Le Mans. Tapi kami merasa sudah punya cukup pilihan pembalap untuk Hypercar dan akan memilih dari talenta muda yang bermunculan," tutup Colleta.
Sementara proyek Hypercar Ferrari akan memulai uji coba pada Mei-Juni pada 2022, Rossi akan kembali turun lintasan dalam MotoGP Styria, yang digelar di Sirkuit Red Bull Ring pada 6-8 Agustus mendatang.
Sumber: Crashnet, La Gazzetta dello Sport
Video: Angka Covid-19 Meningkat, Australia Batalkan MotoGP dan Formula 1
Baca Juga:
- Aleix Espargaro Batalkan Niat Pensiun Dini, Tekad Balapan di MotoGP 2023-2024
- Jorge Martin: Fabio Quartararo Satu-Satunya Favorit Juara, Rider Lain Sulit Jegal
- Gara-Gara Cedera, Jorge Martin Harus Pelajari Ducati dari Nol Lagi
- Espargaro: Belum Kompetitif, Dovizioso Tampaknya Ogah Balapan
- Jadi Pengganti Rossi, Quartararo Sebut Tanggung Jawabnya Kian Besar
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 6 Juni 2026 20:37Klasemen Pembalap MotoGP 2026
-
Otomotif 6 Juni 2026 20:37Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen MotoGP 2026
LATEST UPDATE
-
Voli 7 Juni 2026 11:51Hasil Lengkap Pertandingan AVC Women's Volleyball Cup 2026
BERITA LAINNYA
-
otomotif 6 Juni 2026 20:37Klasemen Pembalap MotoGP 2026
-
otomotif 6 Juni 2026 20:37Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen MotoGP 2026
SOROT
-
Liputan6 7 Juni 2026 12:55Momen Prabowo Makan Siang Bersama Siswa Sekolah Rakyat Bali
-
Liputan6 7 Juni 2026 11:25
Prabowo Kunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama di Tabanan Bali
-
Liputan6 6 Juni 2026 20:10CFD Rasuna Said Kembali Hadir Besok, Simak Keseruannya
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7974337/original/065800100_1780811112-Prabowo_Makan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7970363/original/076578100_1780806991-eleanor.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7423398/original/034099100_1780200717-CFD_Rasuna_Said.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG [Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/tITdedV3H-UtIN8YQVCvyxd8MBc=/673x379/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5084734/original/085391600_1736341642-20250108-Tjandra_Yoga_Aditama-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826784/original/062893300_1426130957-illustration111.jpg)

