
Bola.net - Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bambang Soesatyo, menyatakan bendera Merah Putih bisa dikibarkan dalam WorldSBK Indonesia di Sirkuit Mandalika, Lombok, pada 19-21 November 2021 nanti, meski Indonesia tengah terlibat dalam polemik dengan Agen Anti-Doping Dunia (WADA).
Pada 8 Oktober lalu, WADA menyatakan Indonesia, Thailand, dan Korea Utara dianggap tak patuh pada aturan doping. Akibatnya, mereka dinyatakan tak memenuhi syarat dapat hak jadi tuan rumah kejuaraan olahraga level regional, kontinental, dan internasional selama penangguhan.
Seluruh atlet dari tiga negara di atas tetap akan diizinkan untuk bersaing di kejuaraan regional, kontinental dan internasional, namun bendera nasional mereka takkan dikibarkan di ajang olahraga apa pun selain Olimpiade.
Di lain sisi, lewat Crash.net pada 13 Oktober, WADA menyatakan Indonesia dan Thailand 'tak boleh mendapatkan hak menjamu event-event baru sementara tidak patuh'. Namun, 'jika event-event tersebut sudah dapat izin, maka mereka boleh tetap menjadi tuan rumah.'
Sudah Tanda Tangan Kontrak pada 2019

Kepada Antara, Kamis (28/10/2021), Bambang Soesatyo pun menyatakan bahwa, berdasarkan komunikasi yang dilakukan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) dengan Federasi Balap Motor Internasional (FIM), dan Dorna Sports selaku promotor WorldSBK, sanksi WADA tidaklah berlaku untuk WorldSBK di Mandalika.
"Mengingat kontrak kerja sama antara Dorna Sports dengan MGPA ditandatangani pada tahun 2019, sehingga dipastikan sanksi WADA tidak bisa diterapkan atas kegiatan WorldSBK 2021 di Mandalika. Karena, segala kegiatan yang sudah matang dan ditandatangani sebelum jatuhnya sanksi pada 7 Oktober 2021 masih dapat dilaksanakan," ungkap 'Bamsoet'.
Lebih lanjut, Bamsoet menyatakan, koordinasi antara MPGA dan CEO Dporna Sports, Carmelo Ezpeleta, yang digelar pada 25 Oktober 2021 lalu menyatakan bahwa kerja sama untuk menggelar WorldSBK, Asia Talent Cup, dan MotoGP sudah ditandatangani pada 2019. Alhasil, sanksi WADA takkan diterapkan di WorldSBK 2021.
Bangga pada Galang Hendra Pratama

"Rusia mendapatkan sanksi lebih berat dari WADA pada 9 Desember 2020, harus menerapkan sanksi WADA dalam pelaksanaan MotoGP (sirkuit cadangan di Igora Drive) karena kontrak kerja mereka ditandatangani setelah tahun 2020, saat sanksi sudah mulai diberlakukan. Di sisi lain, Rusia dapat tetap melaksanakan Formula 1 karena kontrak kerjanya ditandatangani sebelum tahun 2020," tuturnya.
Bamsoet juga bangga bahwa Galang Hendra Pratama akan turun di WorldSSP Mandalika nanti. "Indonesia pernah menjadi tuan rumah WorldSBK dari 1994 hingga 1997. Setelah vakum selama 24 tahun, akhirnya Indonesia kembali dipercaya menyelenggarakan WorldSBK 2021," ungkapnya.
"Terlebih dalam event kali ini, pembalap Indonesia, Galang Hendra Pratama dari Team Ten Kate Racing Yamaha, akan turun di kelas WorldSSP. Kebanggaan ini merupakan momentum kebangkitan kembali olahraga otomotif di Indonesia," pungkasnya.
Sumber: Antara
Baca Juga:
- Fabio Quartararo Prediksi Enea Bastianini Jadi Ancaman di MotoGP 2022
- Tetap Keluhkan Tenaga Yamaha, Fabio Quartararo: Pindah ke Ducati? Semua Kans Terbuka
- Fabio Quartararo Pastikan Takkan Pakai Nomor 1 di MotoGP 2022
- Honda: Marc Marquez Belum Bugar, Menang di Misano Terasa Bermakna
- Galeri Foto: Transformasi Fabio Quartararo dalam 7 Musim, Kini Juarai MotoGP
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 31 Mei 2026 21:35Klasemen Pembalap WorldSBK 2026
-
Otomotif 31 Mei 2026 20:14Klasemen Pembalap WorldSSP 2026
-
Otomotif 31 Mei 2026 20:03Klasemen Sementara MotoGP 2026 Usai Grand Prix Italia di Mugello
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 4 Juni 2026 18:40Daftar Lengkap Skuad 48 Negara di Piala Dunia 2026
BERITA LAINNYA
-
otomotif 31 Mei 2026 21:35Klasemen Pembalap WorldSBK 2026
-
otomotif 31 Mei 2026 20:14Klasemen Pembalap WorldSSP 2026
-
otomotif 31 Mei 2026 20:03Klasemen Sementara MotoGP 2026 Usai Grand Prix Italia di Mugello
-
otomotif 31 Mei 2026 20:03Klasemen Pembalap MotoGP 2026
SOROT
-
Liputan6 4 Juni 2026 18:29Pria Disekap Orang Suruhan Perusahaan, Diduga Masalah Uang
-
Liputan6 4 Juni 2026 17:40Alasan Kejagung Tak Sita 21.801 Motor Listrik di Kasus Korupsi BGN
-
Liputan6 4 Juni 2026 17:39Begini Awal Mula Kejagung Bongkar Kasus Korupsi MBG
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...
















:strip_icc()/kly-media-production/medias/7762684/original/039165800_1780572551-IMG_7872.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7709282/original/047398800_1780509884-WhatsApp_Image_2026-06-03_at_18.47.11.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7734493/original/027373100_1780540375-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7760053/original/015473900_1780569649-IMG_1768.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7690730/original/050847900_1780488058-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7734496/original/082984800_1780540375-8.jpg)
