
Bola.net - - Pebalap Yamaha Factory Racing, Maverick Vinales menyatakan bahwa faktor psikis menjadi penentu dalam performanya di MotoGP. Kepada Motor Sport Magazine, Vinales mengaku bahwa mentalitasnya yang jatuh merupakan salah satu penyebab buruknya performa selama dua tahun terakhir, di mana ia sempat menjalani 29 seri tanpa kemenangan.
Vinales yang bergabung dengan Yamaha pada awal 2017, sempat mendominasi dengan tiga kemenangan pada lima seri pertama. Sayangnya, usai memenangi MotoGP Prancis, ia harus menunggu 1,5 tahun untuk kembali menang, yakni hasil yang baru ia raih di MotoGP Australia pada Oktober lalu.
Bukan rahasia lagi bahwa motor YZR-M1 mengalami berbagai masalah teknis, hingga mereka tak mampu lagi tampil garang melawan Honda dan Ducati. Meski begitu, Vinales menyebut bahwa permasalahannya lebih dari sekadar masalah teknis, melainkan juga termasuk permasalahan psikis.
Makin Ketat, Makin Putar Otak
Rider berusia 23 tahun ini juga menyatakan bahwa makin ketatnya persaingan di MotoGP membuat setiap detail menjadi berpengaruh, termasuk mentalitas pebalap. Menurutnya, jika salah salah satu detail tak berada dalam level optimal, maka hasil baik juga bakal sulit diraih.
"MotoGP sekarang sangat ketat. Sungguh menakjubkan: ban, motor dan level berkendara. Satu kesalahan kecil, Anda bakal finis ke-10! Saya pikir Moto2 sudah sulit, tapi kini MotoGP justru seperti Moto2: suatu hari Anda tak punya performa terbaik dan finis ke-10, jadi Anda harus menjadi yang terbaik di setiap sesi latihan," ungkap Top Gun.
Hal ini pun membuat pebalap harus berpikir keras melancarkan strategi terbaik. "Kini kami melakukan time attack di setiap latihan: FP1, FP2 dan FP3. Biasanya saya tak menjalani terlalu banyak lap, hanya 2-3 kali keluar garasi, karena jika terlalu banyak, Anda bakal lelah dan saat melakukan time attack Anda tidak bersemangat," lanjutnya.
Cari Psikiater Andal
Pencarian strategi terbaik ini pun diakui Vinales membuat para rider sulit menjaga kondisi psikis. Rider Spanyol ini juga mengakui masih memiliki emosi tak stabil dalam menghadapi situasi-situasi buruk. Hal inilah yang membuatnya bertekad mencari psikiater atau psikolog, yakni metode yang sudah dilakukan beberapa pebalap seperti Andrea Dovizioso, Danilo Petrucci dan Tito Rabat.
"Secara psikis, selalu sulit menjadi 100%. Saya bekerja keras di area ini. Saya tengah mencoba mencari psikiater olahraga, tapi ini tak mudah karena saya harus menemukan yang bagus dan bisa memahami saya. Kadang saya tak benar-benar fokus, jadi jelas saya harus memperbaiki ini. Jika saya menemukan psikiater yang baik, saya bakal mengalami perbaikan yang besar, karena tahun lalu balapan saya buruk karena mental saya jatuh," tutupnya.
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 22 Juli 2026 20:35Federico Chiesa Masih Sulit Dapat Tempat di Liverpool
BERITA LAINNYA
-
otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
SOROT
-
Liputan6 22 Juli 2026 20:39Kapal Terbakar di Muara Baru
-
Liputan6 22 Juli 2026 20:29Strategi BGN Benahi Tata Kelola MBG
-
Liputan6 22 Juli 2026 20:19Menengok Stasiun MRT Monas, Bakal Ada Ruang Seni dan Pameran Edukasi
-
Liputan6 22 Juli 2026 20:16Menko Yusril: Tugas Utama Jampidsus Baru Selesaikan Kasus Febrie
-
Liputan6 22 Juli 2026 19:46Dari Sawah ke Istana, Perjuangan Anak Petani Sumbawa Jadi Perwira TNI
MOST VIEWED
Bukan Juara, tetapi Paling Diburu! Ing Asavanund Jadi Magnet Yamaha Sunday Race 2026 di Mandalika
MAXI Race Jadi Daya Tarik Baru Yamaha Sunday Race 2026 di Mandalika: Ketika Skutik Premium Ikut Balapan
David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
Jadwal Yamaha Sunday Race Hari Kedua, Minggu 19 Juli 2026
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304644/original/062447200_1784727579-IMG_2429.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4669428/original/019485600_1701341322-20231130-Ketut-Sumedana-Faizal-D.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304632/original/040698100_1784726406-IMG_2470.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480209/original/055827300_1769049427-53be1b51-4a07-4337-a7d7-3ea2480321b2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304623/original/006883900_1784725061-WhatsApp_Image_2026-07-22_at_19.26.53.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304620/original/094760400_1784724402-Zul_Arsyi_Dilantik_Jadi_Perwira_TNI_di_Istana_Negara.jpg)
