
Bola.net - - Kontroversi soal winglet pada swingarm tiga motor Ducati Desmosedici GP19 di MotoGP Qatar dua pekan lalu ternyata sampai terdengar oleh paddock Formula 1, di mana sektor aerodinamika menjadi salah satu sektor terpenting dalam pengembangan performa mobil balapnya. Dua ahli aerodinamika F1, Toni Cuquerella dan Ali Rowland-Rouse pun ikut angkat bicara.
Ducati menyatakan winglet tersebut hanya berfungsi mendinginkan ban belakang demi menghindari overheating, namun Aprilia, Honda, KTM dan Suzuki yakin winglet itu juga menghasilkan downforce tambahan. Mereka menyebut hal ini menyalahi regulasi yang telah ditetapkan Direktur Teknis MotoGP, Danny Aldridge, dan melayangkan protes kepada FIM Stewards Panel dan Court of Appeal.
General Manager Ducati Corse sekaligus insinyur utama Desmosedici, Luigi 'Gigi' Dall'Igna bersikeras perangkatnya sesuai regulasi dan mengaku berani membuktikan bahwa winglet itu tak menghasilkan downforce, namun para pakar aerodinamika F1 sepakat dengan protes yang dilayangkan Aprilia, Honda, KTM dan Suzuki.
Berikut pernyataan Cuquerella, yang merupakan insinyur kepala Mahindra di Formula E sekaligus eks insinyur Scuderia Ferrari di Formula 1, dan Rouse yang saat ini menjabat sebagai pakar aerodinamika Alfa Romeo Racing di Formula 1.
Toni Cuquerella

"Sudah jelas winglet Ducati menghasilkan downforce. Pertama, karena perangkat apa pun yang terlihat begitu, pasti menghasilkannya, dan ini bisa mengurangi tarikan motor. Anda juga harus ingat ini berdampak langsung pada ban belakang. Mengingat winglet itu tertempel pada swingarm, aliran udara tak boleh melewati bagian motor lainnya," ujarnya kepada Motorsport.com.
Cuquerella juga menyatakan ada kelemahan pada cara Federasi Balap Motor Internasional (FIM) dalam menulis regulasi teknis MotoGP, karena Ducati kerap menemukan celah untuk menciptakan terobosan-terobosan baru hingga lebih maju dari para rivalnya. Cuquerella bahkan menyebut Ducati sangat cerdas dalam menginterpretasikan aturan.
"Di F1, aerodinamika berdampak besar pada performa mobil selama 30 tahun terakhir. Dalam balap motor, dampaknya lebih kecil, jadi wajar saja FIM tak biasa menghadapi 'tingkah' macam ini. Tapi bahkan di F1 pun baru-baru ini ada kasus di mana celah regulasi membuat tim cerdas menginterpretasikan aturan seperti ini, hingga bisa menggunakan suatu perangkat yang sejatinya dilarang," ungkapnya.
Cuquerella juga yakin FIM harus menulis ulang regulasi teknis MotoGP, karena pergi ke terowongan angin untuk memeriksa dan menghitung besaran downforce setiap perangkat motor enam pabrikan peserta adalah usaha yang mustahil. "Anda tak bisa melarang perangkat yang menghasilkan downforce jika Anda tak bisa membuktikannya. Yang bisa Anda lakukan adalah melakukan spesifikasi soal beberapa dimensi dalam aturan," tuturnya.
Ali Rowland-Rouse
"Winglet itu terdiri dari tiga elemen, sayap pendek yang menghasilkan downforce saat motor dalam kondisi tegak. Perangkat ini mengurangi wheelspin dengan menciptakan beban di ban belakang pada kecepatan lebih dari 130-160 km/jam. Meski beban lebih besar menciptakan temperatur yang lebih tinggi pada ban, ini justru menghindari lonjakan temperatur dari wheelspin, yang buruk untuk degradasi ban," ujar Rouse lewat Motor Sport Magazine.
Meski sepakat dengan para pemrotes, Rouse juga memperingatkan bahwa para rival Ducati sejatinya juga ikut berpikir cerdas jika tak ingin tertinggal dalam sektor aerodinamika. "Ducati bakal sangat agresif pada regulasi. Mereka beroperasi layaknya tim F1 dan sungguh memperhatikan segalanya. Jadi pabrikan lain harus menyadari bahwa mereka juga harus ikut dalam permainan ini," ungkapnya.
Di lain sisi, Rouse juga menyebut regulasi MotoGP kelewat kaku ketimbang F1, yang ia yakini lebih luwes dalam menerima inovasi-inovasi teknis terbaru pada mobil balapnya. Ia juga dapat memaklumi keresahan Dall'Igna, yang menyayangkan para pemrotes tak melakukan diskusi lebih tenang lewat pertemuan dan rapat Asosiasi Pabrikan (MSMA) seperti biasa.
"Jika ada inovasi baru yang besar dan belum ditentukan legalitasnya, F1 tetap menilainya legal selama semusim. Jadi tim pencetus boleh memakainya. Pada akhir tahun, akan ada musyawarah bagaimana regulasi harus diinterpretasikan dan keputusan perangkat apa yang legal dan tidak di masa depan. Jadi, tim pencetus perangkat baru ini tetap dihargai, hingga kinerja mereka tak sia-sia. Mungkin ke arah itulah MotoGP harus menuju," pungkasnya.
Baca Juga:
- Biaggi Sarankan MotoGP Belajar Penulisan Regulasi dari Formula 1
- Ducati Belum Kepikiran Tuntut Balik Rival Pemrotes Winglet
- Ducati Heran Rival Layangkan Protes Tepat di MotoGP Qatar
- Puji Sikap Yamaha, Ducati Sebut Pemrotes Coreng MotoGP
- Ducati Kena Protes, LCR Honda Justru Beri Dukungan
- Ducati Balas Sindir Honda: Seharusnya Mereka Malu
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 30 Agustus 2026 08:39Jadwal MotoGP Aragon 2026 Hari Ini, Minggu 30 Agustus: Live Streaming di Vidio
-
Otomotif 27 Agustus 2026 18:16Fermin Aldeguer Resmi Jadi Pembalap Non-Italia Pertama di Tim Milik Valentino Rossi
-
Otomotif 27 Agustus 2026 17:46Jack Miller Tinggalkan Yamaha di MotoGP, WorldSBK Jadi Pelabuhan Berikutnya?
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 6 September 2026 20:00Link Streaming Arsenal vs Chelsea 6 September 2026
-
Liga Champions 6 September 2026 19:14Federico Dimarco Diragukan Tampil saat Inter Milan Hadapi Real Madrid
-
Liga Spanyol 6 September 2026 19:00Link Streaming Valencia vs Barcelona, 6 September 2026
-
Liga Inggris 6 September 2026 18:30Link Streaming Everton vs Manchester United, Minggu 6 September 2026
BERITA LAINNYA
-
otomotif 2 September 2026 16:43Hadapi Seri 9 World Supersport 2026, Aldi Satya Mahendra Bidik 10 Besar di Magny-Cours
-
otomotif 30 Agustus 2026 08:39Jadwal MotoGP Aragon 2026 Hari Ini, Minggu 30 Agustus: Live Streaming di Vidio
-
otomotif 27 Agustus 2026 18:16Fermin Aldeguer Resmi Jadi Pembalap Non-Italia Pertama di Tim Milik Valentino Rossi
-
otomotif 27 Agustus 2026 17:46Jack Miller Tinggalkan Yamaha di MotoGP, WorldSBK Jadi Pelabuhan Berikutnya?
SOROT
-
Liputan6 6 September 2026 17:09Imbauan Prabowo di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau
-
Liputan6 6 September 2026 14:29Anak Krakatau Erupsi, Prabowo Tekankan Keselamatan Warga
-
Liputan6 6 September 2026 12:12Cegah Abu Vulkanik, Mesin Pesawat di Bandara Soekarno-Hatta Dipasang Penutup
-
Liputan6 6 September 2026 11:54Masker Mulai Langka di Lampung, Warga Antre Sejam
-
Liputan6 6 September 2026 11:38Langit Lampung Gelap Akibat Abu Anak Krakatau, Warga Mulai Sesak Napas
-
Liputan6 6 September 2026 11:06Bukan Debu Biasa, Ini Alasan Bersihkan Abu Anak Krakatau Harus Disiram Dulu
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331953/original/067793800_1787589244-IMG-20260824-WA0123.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302220/original/068100800_1784536790-Pidato_Prabowo_di_Sidang_Kabinet.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341680/original/050307700_1788673041-IMG-20260906-WA0040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341660/original/063349900_1788671418-1001635065.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341636/original/068576600_1788669892-Atap_Rumah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341624/original/012028000_1788667917-WhatsApp_Image_2026-09-06_at_08.46.41__1_.jpeg)
